| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R4; nomor cetak 1; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 1 | Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas. | Kualitas fungsional media | Antarmuka | Konsistensi | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R5; nomor cetak 2; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 2 | Teks, ikon, dan ilustrasi ditampilkan secara jelas dan konsisten. | Kualitas fungsional media | Readability; Accessibility | Teks; Kontras | S21; S23 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R6; nomor cetak 3; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 3 | Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi. | Kualitas fungsional media | Responsiveness | Reflow | S23 | PERTAHANKAN | Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R8; nomor cetak 4; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 4 | Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan. | Kualitas fungsional media | Navigasi | Kontrol | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R9; nomor cetak 5; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 5 | Petunjuk penggunaan dan penanda kemajuan membantu pengguna mengikuti alur game. | Kualitas fungsional media | Progress | Posisi aktivitas | S07; S21 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R10; nomor cetak 6; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 6 | Game membantu pengguna mencegah dan mengatasi kesalahan tanpa kehilangan kemajuan secara tidak wajar. | Kualitas fungsional media | Pemulihan | Error | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R12; nomor cetak 7; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 7 | Komponen interaktif game berfungsi sesuai rancangan dan mendukung kelancaran aktivitas. | Kualitas fungsional media | Teknis | Penyelesaian | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R13; nomor cetak 8; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 8 | Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario. | Kualitas fungsional media | Functionality | Rute | S22; L02 | PERTAHANKAN | Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W08: Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R14; nomor cetak 9; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 9 | Umpan balik dan debriefing sesuai dengan pilihan pengguna, ditampilkan pada waktu yang tepat, dan dapat dibaca kembali. | Kualitas fungsional media | Feedback | Pilihan sesuai | S22; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R15; nomor cetak 10; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 10 | Kemajuan dan data aktivitas game tersimpan serta dapat dipulihkan sesuai rancangan. | Kualitas fungsional media | Integritas proses | Log | S22; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W10: Log menyimpan riwayat keputusan pengguna sesuai rancangan sesi. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R17; nomor cetak 11; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 11 | Tantangan, progres, dan penghargaan dalam game mendukung tujuan pembelajaran empati. | Kualitas fungsional media | Game alignment | Implementasi elemen | S07; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R18; nomor cetak 12; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 12 | Penyajian materi dan tempo interaksi memudahkan pemahaman tanpa membebani pengguna secara berlebihan. | Kualitas fungsional media | Tempo | Kontrol membaca | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R19; nomor cetak 13; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 13 | Mekanisme gamifikasi mendorong keterlibatan tanpa menggiring respons atau memberi insentif pada komunikasi yang tidak empatik. | Kualitas fungsional media | Netralitas | Insentif jawaban | S16; S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R21; nomor cetak 14; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 14 | Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan. | Kualitas fungsional media | KCES web | Kesetiaan tampilan | S16; L04 | PERTAHANKAN | Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W14: Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R22; nomor cetak 15; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 15 | Sistem memastikan satu respons per butir, memeriksa kelengkapan, dan mempertahankan jawaban saat pengguna berpindah halaman. | Kualitas fungsional media | KCES web | Respons tersimpan | S22; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W15: Jawaban yang dipilih pada tiap butir KCES-R tetap tersimpan saat pengguna berpindah halaman. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R23; nomor cetak 16; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 16 | Sistem menghitung skor serta menyimpan dan mengekspor data pengukuran secara akurat. | Kualitas fungsional media | KCES web; Data | Hitung skor; Ekspor | S16; L04; S22 | REVISI | Pisahkan perhitungan skor dari ekspor data. Aturan skor harus mengikuti protokol yang disahkan setelah konflik sumber diselesaikan. | W16: Hasil perhitungan KCES-R cocok dengan aturan penskoran yang disahkan pada protokol.; W17: Data yang diekspor cocok dengan respons mentah dan identitas sesi pada aplikasi. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R24; nomor cetak 17; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 17 | Sistem membatasi pengumpulan identitas pribadi dan melindungi data peserta dari akses yang tidak berwenang. | Kualitas fungsional media | Data | Akses | S22; S24 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W18: Data peserta hanya dapat diakses oleh pengguna yang berwenang sesuai rancangan penelitian. |
| Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R25; nomor cetak 18; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx | 18 | Halaman KCES-R mudah dioperasikan pada perangkat sasaran dan disajikan tanpa isyarat yang menggiring jawaban. | Kualitas fungsional media | Responsiveness; Netralitas; Accessibility | Reflow; Insentif jawaban; Keyboard | S23; S16; S20 | REVISI | Pisahkan akses perangkat, interaksi keyboard, dan netralitas pengukuran; indikator tersebar W03/W19/W13 tanpa penilaian ulang. | W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.; W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.; W19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R2; nomor cetak 1; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 1 | Memahami pengalaman pasien. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K01: Memahami pengalaman pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R3; nomor cetak 2; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 2 | Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K02: Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R4; nomor cetak 3; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 3 | Menghargai sudut pandang pasien. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K03: Menghargai sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R5; nomor cetak 4; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 4 | Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K04: Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R6; nomor cetak 5; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 5 | Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K05: Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R7; nomor cetak 6; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 6 | Turut merasakan perasaan pasien. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | REVISI | “Turut merasakan” perlu telaah bilingual terhadap “Identify with”; berpotensi menggeser identifikasi ke penularan emosi. Perubahan hanya sesudah komite adaptasi. | K06: Turut merasakan perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R8; nomor cetak 7; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 7 | Memandang dunia dari sudut pandang pasien. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K07: Memandang dunia dari sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R2; nomor cetak 8; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 8 | Memahami pengalaman pasien. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K08: Memahami pengalaman pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R3; nomor cetak 9; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 9 | Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K09: Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R4; nomor cetak 10; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 10 | Menghargai sudut pandang pasien. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K10: Menghargai sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R5; nomor cetak 11; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 11 | Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K11: Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R6; nomor cetak 12; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 12 | Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K12: Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R7; nomor cetak 13; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 13 | Turut merasakan perasaan pasien. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | REVISI | “Turut merasakan” perlu telaah bilingual terhadap “Identify with”; berpotensi menggeser identifikasi ke penularan emosi. Perubahan hanya sesudah komite adaptasi. | K13: Turut merasakan perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R8; nomor cetak 14; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx | 14 | Memandang dunia dari sudut pandang pasien. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas. | K14: Memandang dunia dari sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Isi 14 butir tetap mencakup pemahaman pengalaman dan perasaan pasien, penghargaan terhadap sudut pandang pasien, kepedulian, serta pengambilan perspektif pasien. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan. | Kesetiaan format/adaptasi | Struktur | Global/personal | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan semantik | Item1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Istilah utama seperti empati, pengalaman pasien, perasaan pasien, sudut pandang pasien, kepedulian, hubungan dengan pasien, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan konseptual | Item1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R11; nomor cetak 6 | 6 | Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesesuaian konteks/budaya | Item1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BU | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R13; nomor cetak 7 | 7 | Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kejelasan | Item1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R15; nomor cetak 8 | 8 | Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas. | Kesetiaan format/adaptasi | Petunjuk | Satu respons | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R16; nomor cetak 9 | 9 | Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis. | Kesetiaan format/adaptasi | Skala | Anchor | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris. |
| KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R17; nomor cetak 10 | 10 | Format dua bagian paralel yang masing-masing berisi tujuh butir, urutan butir, dan penskoran terpisah 7–49 per bagian diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor. Tidak ada penggabungan 14 respons sebagai satu skor utama atau batas interpretasi yang belum divalidasi. | Kesetiaan format/adaptasi | Skor; Interpretasi; Konsistensi | Aturan; Batas inferensi; Kelompok pasien | S16; S17; L04 | REVISI | Pisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif. | KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 1; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 1 | Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PERTAHANKAN | Definisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 2; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 2 | Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | PERTAHANKAN | Definisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 3; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 3 | Perbedaan empati, simpati, belas kasihan, dan keterlibatan emosional berlebihan direpresentasikan secara tepat sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R7; nomor cetak 4; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 4 | Hubungan TCME, indikator kebutuhan empati pasien (KPIEN), komunikasi terapeutik, dan tujuan pembelajaran dijelaskan secara konsisten tanpa menjadikan KPIEN sebagai domain empati baru. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME; Posisi KPIEN | S09; S10; S11; L01 | PINDAHKAN | Hierarki TCME dan kedudukan KPIEN adalah konstruk model; materi memerlukan pemetaan cue pada kasus, bukan penilaian teori yang diulang. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 5; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 5 | Situasi pasien, masalah kesehatan, konteks pelayanan, dan peran tenaga keperawatan dalam setiap skenario mencerminkan kondisi yang masuk akal dalam praktik. | Kelayakan substantif kasus | Authenticity | Kewajaran kasus | S14; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 6; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 6 | Tingkat kompleksitas kasus, keputusan, dan komunikasi sesuai dengan kompetensi serta pengalaman belajar mahasiswa D3 Keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Kompleksitas | Jenjang D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 7; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 7 | Informasi, prosedur, tindakan, dan batas kewenangan keperawatan yang ditampilkan sesuai prinsip keselamatan pasien dan tidak mendorong tindakan klinis yang keliru. | Kelayakan substantif kasus | Keilmuan | Keselamatan klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R12; nomor cetak 8; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 8 | Dialog dan respons yang ditawarkan merepresentasikan komunikasi terapeutik yang etis, menghargai otonomi pasien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi; Etika pasien | Respons terapeutik; Otonomi | S11; S12; S24 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.; T17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 9; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 9 | Setiap titik keputusan menyediakan pilihan respons yang realistis dan cukup berbeda untuk mendorong mahasiswa mempertimbangkan isyarat, perspektif, emosi, dan kebutuhan pasien. | Kelayakan substantif kasus | Branching | Perbedaan alternatif | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T09: Alternatif respons pada setiap node memiliki perbedaan makna komunikasi yang dapat dijelaskan dari kasus. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 10; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 10 | Konsekuensi pilihan, perubahan respons pasien, dan umpan balik dalam percabangan berlangsung logis serta konsisten dengan kualitas komunikasi yang dipilih mahasiswa. | Kelayakan substantif kasus | Konsekuensi | Logika pasien; Batas prediksi | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T10: Konsekuensi pasien yang ditulis sesuai dengan respons komunikasi yang dipilih.; T19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R16; nomor cetak 11; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 11 | Pertanyaan debriefing mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan isyarat pasien, alasan keputusan, dampak respons, alternatif komunikasi, dan transfer pembelajaran ke situasi klinis lain. | Kualitas desain model; Operasionalisasi model | Mekanisme debriefing; Debriefing | Rekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; Alternatif; Pertanyaan fasilitasi | S02; S05; S09 | PINDAHKAN | Mekanisme refleksi berada pada model dan petunjuk pelaksanaannya pada perangkat; ahli materi menilai kebenaran rujukan klinis debriefing melalui T11. | M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.; P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 12; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 12 | Kedalaman dan cakupan materi sesuai jenjang D3 serta secara keseluruhan memberi kesempatan yang memadai untuk melatih empati kognitif dan afektif. | Kelayakan substantif kasus | Cakupan | Kognitif dan afektif | S09; S10; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 13; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 13 | Skenario merepresentasikan keragaman pasien dan kondisi layanan kesehatan Indonesia secara etis, tidak stereotip, serta selaras dengan perkembangan praktik keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Budaya | Tanpa stereotip | S24; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 14; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 14 | Narasi, dialog, instruksi, umpan balik, dan pertanyaan debriefing mudah dipahami oleh mahasiswa D3 Keperawatan serta tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Keterpahaman | S20; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 15; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 15 | Istilah medis, keperawatan, komunikasi terapeutik, dan empati digunakan secara tepat dan konsisten pada seluruh materi dan skenario. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Istilah klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus. |
| Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 16; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx | 16 | Bahasa pasien dan tenaga keperawatan terdengar alami, komunikatif, empatik, peka budaya, dan tidak mengandung ungkapan yang merendahkan atau menstigma. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa dialog | Kewajaran dialog | S14; L02 | REVISI | Dialog opsi yang kurang tepat boleh menjadi bahan belajar; jangan mensyaratkan semua opsi sudah empatik atau semua bahasa pasien empatik. | T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Isi 14 butir tetap mencakup kemampuan memahami pengalaman/perasaan, menghargai perspektif, menunjukkan kepedulian, dan melihat perspektif kelompok pasien. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan. | Kesetiaan format/adaptasi | Struktur | Global/personal | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan semantik | Item1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Istilah utama empati, perasaan, perspektif pasien, kepedulian, hubungan terapeutik, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan konseptual | Item1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R11; nomor cetak 6 | 6 | Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesesuaian konteks/budaya | Item1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BU | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R13; nomor cetak 7 | 7 | Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kejelasan | Item1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R15; nomor cetak 8 | 8 | Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas. | Kesetiaan format/adaptasi | Petunjuk | Satu respons | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R16; nomor cetak 9 | 9 | Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis. | Kesetiaan format/adaptasi | Skala | Anchor | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris. |
| KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R17; nomor cetak 10 | 10 | Format 14 butir dalam dua bagian yang masing-masing terdiri atas tujuh butir, urutan, penskoran total 14-98, dan interpretasi skor diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor. | Kesetiaan format/adaptasi | Skor; Interpretasi; Konsistensi | Aturan; Batas inferensi; Kelompok pasien | S16; S17; L04 | REVISI | Pisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif. | KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Pengambilan perspektif pasien Mendengarkan aktif; reflective listening; identifikasi kekhawatiran tersembunyi. | Kualitas desain model; Kelayakan substantif kasus | Tujuan; Empati kognitif | Kognitif; Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.; T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Pemahaman pengalaman pasien Artikulasi kondisi holistik pasien; menghargai sudut pandang pasien. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Identifikasi kebutuhan pasien Pengenalan kebutuhan tersembunyi; advokasi pasien. | Kelayakan substantif kasus | Pemetaan kasus; Cue pasien | Cue dan target; Bukti dan ketidakpastian | S10; S14; L02; S12 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih.; T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Ekspresi kepedulian empatik Kepedulian verbal; komunikasi nonverbal empatik. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif; Komunikasi | Kepedulian; Respons terapeutik | S09; S10; S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Kehadiran empatik Kehadiran fisik dan emosional; respons terhadap sinyal distres pasien. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif; Komunikasi | Kepedulian; Respons terapeutik | S09; S10; S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R10; nomor cetak 6 | 6 | Kepedulian berbasis caring Hubungan terapeutik; regulasi diri atau metakognisi. | Kualitas desain model; Kelayakan substantif kasus | Tujuan; Empati afektif; Dampak | Afektif; Kepedulian; Pengiring | S09; S10; S11; S04; S20 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.; T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R12; nomor cetak 7 | 7 | Komunikasi empatik Penyampaian informasi klinis; pembangunan kepercayaan. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi | Respons terapeutik | S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R14; nomor cetak 8 | 8 | Kecemasan dan ketidakpastian. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R15; nomor cetak 9 | 9 | Nyeri dan ketidaknyamanan. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R16; nomor cetak 10 | 10 | Kerentanan emosional dan kehilangan kontrol. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R17; nomor cetak 11 | 11 | Ketergantungan, kondisi kritis, atau kondisi terminal. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R18; nomor cetak 12 | 12 | Penerimaan berita sulit atau prognosis buruk. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Definisi konseptual empati yang digunakan dalam GRACE memiliki dukungan sumber primer yang sesuai. | Kualitas desain model | Landasan | Dukungan teori | S01; S02; S03 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Kedudukan TCME sebagai kerangka dua komponen dalam GRACE dijelaskan dengan membedakan teori sumber dan sintesis peneliti. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Alasan pemilihan komponen kognitif dan afektif untuk konteks mahasiswa D3 Keperawatan dapat dipertanggungjawabkan. | Kualitas desain model | Konteks | Kesesuaian D3 | S03; L03 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R7; nomor cetak 4 | 4 | Batas pengertian empati terhadap simpati, belas kasihan, dan personal distress dijelaskan sesuai sumber yang digunakan. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R8; nomor cetak 5 | 5 | Hubungan komponen kognitif dan afektif dijelaskan tanpa memperlakukan keduanya sebagai konsep yang identik. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 6 | 6 | Definisi konstruk digunakan secara konsisten dalam master konstruk, buku model, dan kisi-kisi instrumen. | Kualitas desain model | Konsistensi buku | Terminologi | S01; L01 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M31: Istilah konstruk, KPIEN, sintaks, dan sumber bukti digunakan secara konsisten dalam Buku Model. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 7 | 7 | Definisi empati kognitif menjelaskan pemahaman perspektif pasien dari sudut pandang pasien. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R12; nomor cetak 8 | 8 | Indikator pengambilan perspektif pasien sesuai dengan definisi empati kognitif yang ditetapkan. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R13; nomor cetak 9 | 9 | Indikator pemahaman pengalaman pasien mempertimbangkan informasi dan konteks yang tersedia. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 10 | 10 | Indikator identifikasi kebutuhan pasien mengharuskan penafsiran isyarat dengan alasan yang dapat ditelusuri. | Kelayakan substantif kasus | Pemetaan kasus | Cue dan target | S10; S14; L02 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 11 | 11 | Pengenalan emosi pasien dibedakan dari pengalaman emosional yang dirasakan mahasiswa sendiri. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R4; nomor cetak 12 | 12 | Definisi empati afektif menjelaskan jenis respons emosional terhadap pengalaman pasien yang ditargetkan GRACE. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R5; nomor cetak 13 | 13 | Kedudukan empathic concern dan resonansi emosional dijelaskan sesuai sumber, tanpa menganggap keduanya selalu identik. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R6; nomor cetak 14 | 14 | Indikator kepedulian yang berorientasi pada pasien sesuai dengan definisi empati afektif yang ditetapkan. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R7; nomor cetak 15 | 15 | Respons afektif mahasiswa dibedakan dari personal distress yang berpusat pada ketidaknyamanan diri. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R8; nomor cetak 16 | 16 | Kedudukan regulasi emosi dan batas diri dengan pasien dijelaskan sebagai proses pendukung atau indikator sesuai dasar yang dipilih. | Kualitas desain model | Tujuan | Afektif | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R10; nomor cetak 17 | 17 | Indikator ekspresi kepedulian empatik dirumuskan sebagai respons verbal atau nonverbal yang dapat diidentifikasi. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi | Respons terapeutik | S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R11; nomor cetak 18 | 18 | Indikator kehadiran empatik menjelaskan perilaku perhatian yang sesuai konteks interaksi dengan pasien. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi | Respons terapeutik | S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R12; nomor cetak 19 | 19 | Kedudukan caring terhadap empati dijelaskan agar tindakan perawatan umum tidak otomatis dinilai sebagai empati. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R13; nomor cetak 20 | 20 | Komunikasi empatik diposisikan secara jelas sebagai manifestasi atau proses integratif sesuai landasan yang digunakan. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi | Respons terapeutik | S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R14; nomor cetak 21 | 21 | Kedudukan mendengarkan aktif, advokasi pasien, hubungan terapeutik, dan pembangunan kepercayaan diperjelas sebagai indikator, proses, atau dampak. | Kualitas desain model | Landasan; Dampak | Status TCME; Pengiring | S09; S10; S11; S04; S20 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R4; nomor cetak 22 | 22 | Definisi dan kepanjangan KPIEN digunakan secara konsisten sebagai kerangka isyarat kebutuhan empatik pasien. | Kualitas desain model | Landasan | Posisi KPIEN | S09; S10; L01 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R5; nomor cetak 23 | 23 | Isyarat KPIEN pada pasien dibedakan dari konstruk dan kualitas respons empatik mahasiswa. | Kualitas desain model | Landasan | Posisi KPIEN | S09; S10; L01 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R6; nomor cetak 24 | 24 | Kategori kecemasan dan ketidakpastian memiliki alasan pemilihan serta contoh isyarat yang sesuai. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R7; nomor cetak 25 | 25 | Kategori nyeri dan ketidaknyamanan memiliki alasan pemilihan serta contoh isyarat yang sesuai. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R8; nomor cetak 26 | 26 | Kategori kerentanan emosional dan kehilangan kontrol memiliki alasan pemilihan serta contoh isyarat yang sesuai. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R9; nomor cetak 27 | 27 | Kategori ketergantungan, kondisi kritis, atau kondisi terminal memiliki alasan pengelompokan yang dapat dipertanggungjawabkan. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R10; nomor cetak 28 | 28 | Kategori penerimaan berita sulit atau prognosis buruk memiliki alasan pemilihan serta contoh isyarat yang sesuai. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R11; nomor cetak 29 | 29 | Aturan membedakan atau mengodekan kategori KPIEN yang beririsan dijelaskan secara operasional. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R12; nomor cetak 30 | 30 | Penafsiran isyarat verbal, nonverbal, dan kontekstual mempertimbangkan konteks pasien tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R4; nomor cetak 31 | 31 | Setiap indikator dan subindikator empati dapat ditelusuri ke definisi konstruk serta sumber atau alasan operasionalisasinya. | Kualitas desain model | Landasan | Dukungan teori | S01; S02; S03 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R5; nomor cetak 32 | 32 | Pemetaan isyarat pasien, proses kognitif atau afektif, dan respons mahasiswa disajikan dengan hubungan yang jelas. | Kualitas desain model; Kelayakan substantif kasus | Mekanisme simulasi; Pemetaan kasus | Rantai keputusan; Cue dan target | S10; S14; L02 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario.; T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R6; nomor cetak 33 | 33 | Aktivitas simulasi dan pertanyaan debriefing sesuai dengan indikator empati yang ditargetkan. | Kualitas desain model | Mekanisme debriefing | Rekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; Alternatif | S02; S05; S09 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R7; nomor cetak 34 | 34 | Sumber bukti setiap indikator ditetapkan sesuai hal yang benar-benar dapat ditunjukkan oleh sumber tersebut. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | GABUNGKAN | Batas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R8; nomor cetak 35 | 35 | Pilihan dalam game, perilaku teramati, refleksi, dan self-report dibedakan dalam interpretasi hasil. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | GABUNGKAN | Batas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R9; nomor cetak 36 | 36 | Keadaan afektif internal tidak disimpulkan hanya dari perilaku nonverbal atau pilihan jawaban mahasiswa. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | GABUNGKAN | Batas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 1; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 1 | Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. | Kualitas desain model | Rasional | Batas komponen | S01; S04 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 2; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 2 | Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. | Kualitas desain model | Rasional | Hubungan komponen | S01; S03 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 3; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 3 | Diagram Model GRACE merepresentasikan struktur dan alur pembelajaran secara tepat serta mudah dipahami. | Kualitas desain model | Rasional | Akurasi diagram | S01; S04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R8; nomor cetak 4; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 4 | Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. | Kualitas desain model | Landasan | Dukungan teori | S01; S02; S03 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 5; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 5 | Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. | Kualitas desain model | Gamifikasi | Tujuan elemen | S07; S08 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 6; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 6 | Konstruk empati kognitif dan afektif dalam TCME tercermin secara konsisten dalam rancangan Model GRACE. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 7; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 7 | Pemetaan fase GRACE terhadap siklus pembelajaran pengalaman Kolb dijelaskan secara tepat dan konsisten. | Kualitas desain model | Sintaks | Siklus pengalaman | S02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R13; nomor cetak 8; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 8 | Gamifikasi dan media GRACE mendukung kegiatan belajar serta peran fasilitator pada setiap fase pembelajaran. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Media dan fasilitator | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 9; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 9 | KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. | Kualitas desain model | Landasan | Posisi KPIEN | S09; S10; L01 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 10; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 10 | Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R17; nomor cetak 11; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 11 | Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. | Kualitas desain model | Tujuan | Kognitif | S09; S10 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 12; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 12 | Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. | Kualitas desain model | Tujuan | Afektif | S09; S10; S11 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 13; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 13 | Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa D3 Keperawatan dan tujuan pembelajaran komunikasi yang ditetapkan. | Kualitas desain model | Konteks | Kesesuaian D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 14; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 14 | Tahapan Prebriefing, Simulation Experience, Debriefing, dan Evaluation dirumuskan secara jelas dan operasional. | Kualitas desain model | Sintaks | Transisi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 15; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 15 | Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar, refleksi, dan transfer pembelajaran dengan menjaga keamanan psikologis mahasiswa. | Kualitas desain model | Sintaks; Prinsip reaksi | Urutan belajar; Keamanan psikologis | S02; S05 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 16; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 16 | Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan siklus GRACE realistis serta proporsional terhadap kegiatan pembelajaran. | Operasionalisasi model | Waktu | 100 menit | S05; L01 | PINDAHKAN | Kelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R24; nomor cetak 17; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 17 | Sistem sosial GRACE menjelaskan peran, pola interaksi, dan tanggung jawab dosen, fasilitator, serta mahasiswa. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Peran | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R25; nomor cetak 18; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 18 | Prinsip reaksi memberikan pedoman yang jelas bagi fasilitator dalam merespons kebutuhan dan tindakan mahasiswa pada setiap fase GRACE. | Kualitas desain model | Prinsip reaksi | Respons fasilitator | S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R26; nomor cetak 19; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 19 | Sistem pendukung yang ditetapkan memadai untuk melaksanakan seluruh fase Model GRACE. | Kualitas desain model | Sistem pendukung | Kebutuhan minimum | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R27; nomor cetak 20; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 20 | Dampak instruksional dan dampak pengiring GRACE dirumuskan secara jelas serta didukung mekanisme evaluasi yang sesuai. | Kualitas desain model | Dampak | Instruksional; Pengiring | S01; S16; S20; S04 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R29; nomor cetak 21; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 21 | Kebaruan konseptual dan prosedural GRACE dijelaskan melalui perbandingan dengan model pembelajaran yang relevan. | Kualitas desain model | Kontribusi | Pembanding novelty | S13; S14; S26 | REVISI | Bandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia. | M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan. |
| Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R30; nomor cetak 22; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx | 22 | Model GRACE memiliki potensi kontribusi yang jelas bagi pengembangan pembelajaran empati dalam pendidikan keperawatan vokasional. | Kualitas desain model | Kontribusi | Kebutuhan dan kontribusi | S01; S25; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R4; nomor cetak 1; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 1 | Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan. | Operasionalisasi model | Tujuan | Tujuan panduan | S03 | PERTAHANKAN | Tujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa. | P01: Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R5; nomor cetak 2; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 2 | Perangkat mencakup kebutuhan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dokumentasi, dan tindak lanjut pembelajaran. | Operasionalisasi model | Kelengkapan | Form wajib | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P02: Form yang diperlukan pada setiap tahap tercantum dalam paket perangkat. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R7; nomor cetak 3; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 3 | Isi perangkat selaras dengan tujuan, prinsip, dan tahapan pembelajaran dalam Model GRACE. | Operasionalisasi model | Alignment | Sintaks | S03; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P03: Urutan kegiatan perangkat mengikuti sintaks yang disahkan dalam Buku Model. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R8; nomor cetak 4; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 4 | Urutan kegiatan, peran dosen atau fasilitator, aktivitas mahasiswa, dan keluaran setiap tahap dijelaskan secara operasional. | Operasionalisasi model | Dosen; Mahasiswa | Petunjuk tindakan | S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P04: Panduan dosen menjelaskan tindakan fasilitator yang harus dilakukan pada setiap fase.; P05: Panduan mahasiswa menjelaskan tugas peserta pada setiap fase. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R10; nomor cetak 5; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 5 | Rencana sesi, skenario, peta KPIEN, aktivitas permainan, dan tahapan GRACE saling terhubung secara konsisten. | Operasionalisasi model | Empat pertemuan | Versi kasus | S03; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P06: Rencana empat pertemuan menggunakan versi kasus yang sama dengan skenario yang divalidasi. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R11; nomor cetak 6; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 6 | Debriefing dan refleksi mengarahkan mahasiswa untuk menghubungkan pengalaman simulasi dengan empati kognitif, empati afektif, dan praktik klinis. | Operasionalisasi model | Debriefing | Pertanyaan fasilitasi | S02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R13; nomor cetak 7; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 7 | Alokasi waktu, kebutuhan personel, fasilitas, media, dan beban kegiatan realistis untuk diterapkan dalam pembelajaran. | Operasionalisasi model | Waktu; Keterlaksanaan | 100 menit; Beban fasilitator | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.; P08: Pembagian tugas dapat dijalankan dengan jumlah fasilitator yang ditetapkan. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R14; nomor cetak 8; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 8 | Perangkat memuat ketentuan keselamatan psikologis, etika, kerahasiaan, bantuan teknis, dan penanganan masalah selama pelaksanaan. | Operasionalisasi model | Keselamatan; Dukungan; Etika refleksi | Prosedur interaksi; Fallback; Privasi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P09: Panduan menetapkan tindakan fasilitator ketika mahasiswa mengalami ketidaknyamanan selama sesi.; P10: Panduan menyediakan prosedur pengganti ketika media tidak dapat digunakan.; P16: Panduan menjelaskan bahwa pengungkapan pengalaman emosional pribadi tidak wajib dilakukan di depan kelas. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R16; nomor cetak 9; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 9 | Perangkat evaluasi dapat digunakan untuk mendokumentasikan proses, observasi, refleksi, hasil debriefing, dan tindak lanjut pelaksanaan GRACE. | Operasionalisasi model | Administrasi bukti | Dokumentasi | S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R17; nomor cetak 10; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 10 | Perangkat membedakan fungsi KCES-R, observasi, refleksi, dan log aktivitas permainan sesuai dengan jenis bukti yang dihasilkan. | Operasionalisasi model | Administrasi bukti | Dokumentasi | S20; L01 | GABUNGKAN | Gabungkan dokumentasi dan label fungsi bukti dengan P13; definisi konseptual tetap hanya dinilai M10. | P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R19; nomor cetak 11; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 11 | Bahasa, istilah, instruksi, label, dan format perangkat mudah dipahami serta digunakan secara konsisten. | Operasionalisasi model | Bahasa panduan | Keterpahaman | S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran. |
| Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R20; nomor cetak 12; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx | 12 | Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri. | Operasionalisasi model | Kendali dokumen | Versi | S01; L01 | PERTAHANKAN | Tujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa. | P15: Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Isi 14 butir tetap mencakup pemahaman pengalaman dan perasaan pasien, penghargaan terhadap sudut pandang pasien, kepedulian, serta pengambilan perspektif pasien. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan. | Kesetiaan format/adaptasi | Struktur | Global/personal | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan semantik | Item1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Istilah utama seperti empati, pengalaman pasien, perasaan pasien, sudut pandang pasien, kepedulian, hubungan dengan pasien, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan konseptual | Item1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R11; nomor cetak 6 | 6 | Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesesuaian konteks/budaya | Item1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BU | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R13; nomor cetak 7 | 7 | Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kejelasan | Item1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R15; nomor cetak 8 | 8 | Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas. | Kesetiaan format/adaptasi | Petunjuk | Satu respons | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R16; nomor cetak 9 | 9 | Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis. | Kesetiaan format/adaptasi | Skala | Anchor | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris. |
| KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R17; nomor cetak 10 | 10 | Format dua bagian paralel yang masing-masing berisi tujuh butir, urutan butir, dan penskoran terpisah 7–49 per bagian diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor. Tidak ada penggabungan 14 respons sebagai satu skor utama atau batas interpretasi yang belum divalidasi. | Kesetiaan format/adaptasi | Skor; Interpretasi; Konsistensi | Aturan; Batas inferensi; Kelompok pasien | S16; S17; L04 | REVISI | Pisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif. | KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Isi 14 butir tetap mencakup pemahaman pengalaman dan perasaan pasien, penghargaan terhadap sudut pandang pasien, kepedulian, serta pengambilan perspektif pasien. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan. | Kesetiaan format/adaptasi | Struktur | Global/personal | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan semantik | Item1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Istilah utama seperti empati, pengalaman pasien, perasaan pasien, sudut pandang pasien, kepedulian, hubungan dengan pasien, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan konseptual | Item1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R11; nomor cetak 6 | 6 | Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesesuaian konteks/budaya | Item1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BU | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R13; nomor cetak 7 | 7 | Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kejelasan | Item1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R15; nomor cetak 8 | 8 | Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas. | Kesetiaan format/adaptasi | Petunjuk | Satu respons | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R16; nomor cetak 9 | 9 | Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis. | Kesetiaan format/adaptasi | Skala | Anchor | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris. |
| KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R17; nomor cetak 10 | 10 | Format dua bagian paralel yang masing-masing berisi tujuh butir, urutan butir, dan penskoran terpisah 7–49 per bagian diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor. Tidak ada penggabungan 14 respons sebagai satu skor utama atau batas interpretasi yang belum divalidasi. | Kesetiaan format/adaptasi | Skor; Interpretasi; Konsistensi | Aturan; Batas inferensi; Kelompok pasien | S16; S17; L04 | REVISI | Pisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif. | KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Pengambilan perspektif pasien Mendengarkan aktif Reflective listening Identifikasi kekhawatiran tersembunyi | Kualitas desain model; Kelayakan substantif kasus | Tujuan; Empati kognitif | Kognitif; Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.; T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Pemahaman pengalaman pasien Artikulasi kondisi holistik pasien Menghargai sudut pandang pasien | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Identifikasi kebutuhan pasien Pengenalan kebutuhan tersembunyi Advokasi pasien | Kelayakan substantif kasus | Pemetaan kasus; Cue pasien | Cue dan target; Bukti dan ketidakpastian | S10; S14; L02; S12 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih.; T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R8; nomor cetak 5 | 4 | Ekspresi kepedulian empatik Kepedulian verbal Komunikasi nonverbal empatik. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif; Komunikasi | Kepedulian; Respons terapeutik | S09; S10; S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R9; nomor cetak 6 | 5 | Kehadiran empatik Kehadiran fisik dan emosional Respons terhadap sinyal distres pasien | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif; Komunikasi | Kepedulian; Respons terapeutik | S09; S10; S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R10; nomor cetak 7 | 6 | Kepedulian berbasis caring Hubungan terapeutik Regulasi diri atau metakognisi | Kualitas desain model; Kelayakan substantif kasus | Tujuan; Empati afektif; Dampak | Afektif; Kepedulian; Pengiring | S09; S10; S11; S04; S20 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.; T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R12; nomor cetak 9 | 8 | Kecemasan dan ketidakpastian. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R13; nomor cetak 10 | 9 | Nyeri dan ketidaknyamanan. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R14; nomor cetak 11 | 10 | Kerentanan emosional dan kehilangan kontrol. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R15; nomor cetak 12 | 11 | Ketergantungan, kondisi kritis, atau kondisi terminal. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R16; nomor cetak 13 | 12 | Penerimaan berita sulit atau prognosis buruk. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Kategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PERTAHANKAN | Definisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | PERTAHANKAN | Definisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Perbedaan empati, simpati, belas kasihan, dan keterlibatan emosional berlebihan direpresentasikan secara tepat sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R7; nomor cetak 4 | 4 | Hubungan TCME, indikator kebutuhan empati pasien (KPIEN), komunikasi terapeutik, dan tujuan pembelajaran dijelaskan secara konsisten tanpa menjadikan KPIEN sebagai domain empati baru. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME; Posisi KPIEN | S09; S10; S11; L01 | PINDAHKAN | Hierarki TCME dan kedudukan KPIEN adalah konstruk model; materi memerlukan pemetaan cue pada kasus, bukan penilaian teori yang diulang. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Situasi pasien, masalah kesehatan, konteks pelayanan, dan peran tenaga keperawatan dalam setiap skenario mencerminkan kondisi yang masuk akal dalam praktik. | Kelayakan substantif kasus | Authenticity | Kewajaran kasus | S14; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 6 | 6 | Tingkat kompleksitas kasus, keputusan, dan komunikasi sesuai dengan kompetensi serta pengalaman belajar mahasiswa D3 Keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Kompleksitas | Jenjang D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 7 | 7 | Informasi, prosedur, tindakan, dan batas kewenangan keperawatan yang ditampilkan sesuai prinsip keselamatan pasien dan tidak mendorong tindakan klinis yang keliru. | Kelayakan substantif kasus | Keilmuan | Keselamatan klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R12; nomor cetak 8 | 8 | Dialog dan respons yang ditawarkan merepresentasikan komunikasi terapeutik yang etis, menghargai otonomi pasien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi; Etika pasien | Respons terapeutik; Otonomi | S11; S12; S24 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.; T17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 9 | 9 | Setiap titik keputusan menyediakan pilihan respons yang realistis dan cukup berbeda untuk mendorong mahasiswa mempertimbangkan isyarat, perspektif, emosi, dan kebutuhan pasien. | Kelayakan substantif kasus | Branching | Perbedaan alternatif | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T09: Alternatif respons pada setiap node memiliki perbedaan makna komunikasi yang dapat dijelaskan dari kasus. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 10 | 10 | Konsekuensi pilihan, perubahan respons pasien, dan umpan balik dalam percabangan berlangsung logis serta konsisten dengan kualitas komunikasi yang dipilih mahasiswa. | Kelayakan substantif kasus | Konsekuensi | Logika pasien; Batas prediksi | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T10: Konsekuensi pasien yang ditulis sesuai dengan respons komunikasi yang dipilih.; T19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R16; nomor cetak 11 | 11 | Pertanyaan debriefing mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan isyarat pasien, alasan keputusan, dampak respons, alternatif komunikasi, dan transfer pembelajaran ke situasi klinis lain. | Kualitas desain model; Operasionalisasi model | Mekanisme debriefing; Debriefing | Rekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; Alternatif; Pertanyaan fasilitasi | S02; S05; S09 | PINDAHKAN | Mekanisme refleksi berada pada model dan petunjuk pelaksanaannya pada perangkat; ahli materi menilai kebenaran rujukan klinis debriefing melalui T11. | M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.; P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 12 | 12 | Kedalaman dan cakupan materi sesuai jenjang D3 serta secara keseluruhan memberi kesempatan yang memadai untuk melatih empati kognitif dan afektif. | Kelayakan substantif kasus | Cakupan | Kognitif dan afektif | S09; S10; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 13 | 13 | Skenario merepresentasikan keragaman pasien dan kondisi layanan kesehatan Indonesia secara etis, tidak stereotip, serta selaras dengan perkembangan praktik keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Budaya | Tanpa stereotip | S24; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 14 | 14 | Narasi, dialog, instruksi, umpan balik, dan pertanyaan debriefing mudah dipahami oleh mahasiswa D3 Keperawatan serta tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Keterpahaman | S20; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 15 | 15 | Istilah medis, keperawatan, komunikasi terapeutik, dan empati digunakan secara tepat dan konsisten pada seluruh materi dan skenario. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Istilah klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus. |
| Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 16 | 16 | Bahasa pasien dan tenaga keperawatan terdengar alami, komunikatif, empatik, peka budaya, dan tidak mengandung ungkapan yang merendahkan atau menstigma. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa dialog | Kewajaran dialog | S14; L02 | REVISI | Dialog opsi yang kurang tepat boleh menjadi bahan belajar; jangan mensyaratkan semua opsi sudah empatik atau semua bahasa pasien empatik. | T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas. | Kualitas fungsional media | Antarmuka | Konsistensi | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Teks, ikon, dan ilustrasi ditampilkan secara jelas dan konsisten. | Kualitas fungsional media | Readability; Accessibility | Teks; Kontras | S21; S23 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi. | Kualitas fungsional media | Responsiveness | Reflow | S23 | PERTAHANKAN | Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan. | Kualitas fungsional media | Navigasi | Kontrol | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Petunjuk penggunaan dan penanda kemajuan membantu pengguna mengikuti alur game. | Kualitas fungsional media | Progress | Posisi aktivitas | S07; S21 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R10; nomor cetak 6 | 6 | Game membantu pengguna mencegah dan mengatasi kesalahan tanpa kehilangan kemajuan secara tidak wajar. | Kualitas fungsional media | Pemulihan | Error | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R12; nomor cetak 7 | 7 | Komponen interaktif game berfungsi sesuai rancangan dan mendukung kelancaran aktivitas. | Kualitas fungsional media | Teknis | Penyelesaian | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R13; nomor cetak 8 | 8 | Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario. | Kualitas fungsional media | Functionality | Rute | S22; L02 | PERTAHANKAN | Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W08: Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R14; nomor cetak 9 | 9 | Umpan balik dan debriefing sesuai dengan pilihan pengguna, ditampilkan pada waktu yang tepat, dan dapat dibaca kembali. | Kualitas fungsional media | Feedback | Pilihan sesuai | S22; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R15; nomor cetak 10 | 10 | Kemajuan dan data aktivitas game tersimpan serta dapat dipulihkan sesuai rancangan. | Kualitas fungsional media | Integritas proses | Log | S22; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W10: Log menyimpan riwayat keputusan pengguna sesuai rancangan sesi. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R17; nomor cetak 11 | 11 | Tantangan, progres, dan penghargaan dalam game mendukung tujuan pembelajaran empati. | Kualitas fungsional media | Game alignment | Implementasi elemen | S07; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R18; nomor cetak 12 | 12 | Penyajian materi dan tempo interaksi memudahkan pemahaman tanpa membebani pengguna secara berlebihan. | Kualitas fungsional media | Tempo | Kontrol membaca | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R19; nomor cetak 13 | 13 | Mekanisme gamifikasi mendorong keterlibatan tanpa menggiring respons atau memberi insentif pada komunikasi yang tidak empatik. | Kualitas fungsional media | Netralitas | Insentif jawaban | S16; S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R21; nomor cetak 14 | 14 | Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan. | Kualitas fungsional media | KCES web | Kesetiaan tampilan | S16; L04 | PERTAHANKAN | Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W14: Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R22; nomor cetak 15 | 15 | Sistem memastikan satu respons per butir, memeriksa kelengkapan, dan mempertahankan jawaban saat pengguna berpindah halaman. | Kualitas fungsional media | KCES web | Respons tersimpan | S22; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W15: Jawaban yang dipilih pada tiap butir KCES-R tetap tersimpan saat pengguna berpindah halaman. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R23; nomor cetak 16 | 16 | Sistem menghitung skor serta menyimpan dan mengekspor data pengukuran secara akurat. | Kualitas fungsional media | KCES web; Data | Hitung skor; Ekspor | S16; L04; S22 | REVISI | Pisahkan perhitungan skor dari ekspor data. Aturan skor harus mengikuti protokol yang disahkan setelah konflik sumber diselesaikan. | W16: Hasil perhitungan KCES-R cocok dengan aturan penskoran yang disahkan pada protokol.; W17: Data yang diekspor cocok dengan respons mentah dan identitas sesi pada aplikasi. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R24; nomor cetak 17 | 17 | Sistem membatasi pengumpulan identitas pribadi dan melindungi data peserta dari akses yang tidak berwenang. | Kualitas fungsional media | Data | Akses | S22; S24 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W18: Data peserta hanya dapat diakses oleh pengguna yang berwenang sesuai rancangan penelitian. |
| Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R25; nomor cetak 18 | 18 | Halaman KCES-R mudah dioperasikan pada perangkat sasaran dan disajikan tanpa isyarat yang menggiring jawaban. | Kualitas fungsional media | Responsiveness; Netralitas; Accessibility | Reflow; Insentif jawaban; Keyboard | S23; S16; S20 | REVISI | Pisahkan akses perangkat, interaksi keyboard, dan netralitas pengukuran; indikator tersebar W03/W19/W13 tanpa penilaian ulang. | W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.; W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.; W19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. | Kualitas desain model | Rasional | Batas komponen | S01; S04 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. | Kualitas desain model | Rasional | Hubungan komponen | S01; S03 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Diagram Model GRACE merepresentasikan struktur dan alur pembelajaran secara tepat serta mudah dipahami. | Kualitas desain model | Rasional | Akurasi diagram | S01; S04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. | Kualitas desain model | Landasan | Dukungan teori | S01; S02; S03 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. | Kualitas desain model | Gamifikasi | Tujuan elemen | S07; S08 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 6 | 6 | Konstruk empati kognitif dan afektif dalam TCME tercermin secara konsisten dalam rancangan Model GRACE. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 7 | 7 | Pemetaan fase GRACE terhadap siklus pembelajaran pengalaman Kolb dijelaskan secara tepat dan konsisten. | Kualitas desain model | Sintaks | Siklus pengalaman | S02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R13; nomor cetak 8 | 8 | Gamifikasi dan media GRACE mendukung kegiatan belajar serta peran fasilitator pada setiap fase pembelajaran. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Media dan fasilitator | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 9 | 9 | KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. | Kualitas desain model | Landasan | Posisi KPIEN | S09; S10; L01 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 10 | 10 | Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R17; nomor cetak 11 | 11 | Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. | Kualitas desain model | Tujuan | Kognitif | S09; S10 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 12 | 12 | Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. | Kualitas desain model | Tujuan | Afektif | S09; S10; S11 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 13 | 13 | Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa D3 Keperawatan dan tujuan pembelajaran komunikasi yang ditetapkan. | Kualitas desain model | Konteks | Kesesuaian D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 14 | 14 | Tahapan Prebriefing, Simulation Experience, Debriefing, dan Evaluation dirumuskan secara jelas dan operasional. | Kualitas desain model | Sintaks | Transisi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 15 | 15 | Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar, refleksi, dan transfer pembelajaran dengan menjaga keamanan psikologis mahasiswa. | Kualitas desain model | Sintaks; Prinsip reaksi | Urutan belajar; Keamanan psikologis | S02; S05 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 16 | 16 | Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan siklus GRACE realistis serta proporsional terhadap kegiatan pembelajaran. | Operasionalisasi model | Waktu | 100 menit | S05; L01 | PINDAHKAN | Kelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R24; nomor cetak 17 | 17 | Sistem sosial GRACE menjelaskan peran, pola interaksi, dan tanggung jawab dosen, fasilitator, serta mahasiswa. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Peran | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R25; nomor cetak 18 | 18 | Prinsip reaksi memberikan pedoman yang jelas bagi fasilitator dalam merespons kebutuhan dan tindakan mahasiswa pada setiap fase GRACE. | Kualitas desain model | Prinsip reaksi | Respons fasilitator | S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R26; nomor cetak 19 | 19 | Sistem pendukung yang ditetapkan memadai untuk melaksanakan seluruh fase Model GRACE. | Kualitas desain model | Sistem pendukung | Kebutuhan minimum | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R27; nomor cetak 20 | 20 | Dampak instruksional dan dampak pengiring GRACE dirumuskan secara jelas serta didukung mekanisme evaluasi yang sesuai. | Kualitas desain model | Dampak | Instruksional; Pengiring | S01; S16; S20; S04 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R29; nomor cetak 21 | 21 | Kebaruan konseptual dan prosedural GRACE dijelaskan melalui perbandingan dengan model pembelajaran yang relevan. | Kualitas desain model | Kontribusi | Pembanding novelty | S13; S14; S26 | REVISI | Bandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia. | M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan. |
| Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R30; nomor cetak 22 | 22 | Model GRACE memiliki potensi kontribusi yang jelas bagi pengembangan pembelajaran empati dalam pendidikan keperawatan vokasional. | Kualitas desain model | Kontribusi | Kebutuhan dan kontribusi | S01; S25; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan. | Operasionalisasi model | Tujuan | Tujuan panduan | S03 | PERTAHANKAN | Tujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa. | P01: Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Perangkat mencakup kebutuhan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dokumentasi, dan tindak lanjut pembelajaran. | Operasionalisasi model | Kelengkapan | Form wajib | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P02: Form yang diperlukan pada setiap tahap tercantum dalam paket perangkat. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R7; nomor cetak 3 | 3 | Isi perangkat selaras dengan tujuan, prinsip, dan tahapan pembelajaran dalam Model GRACE. | Operasionalisasi model | Alignment | Sintaks | S03; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P03: Urutan kegiatan perangkat mengikuti sintaks yang disahkan dalam Buku Model. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Urutan kegiatan, peran dosen atau fasilitator, aktivitas mahasiswa, dan keluaran setiap tahap dijelaskan secara operasional. | Operasionalisasi model | Dosen; Mahasiswa | Petunjuk tindakan | S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P04: Panduan dosen menjelaskan tindakan fasilitator yang harus dilakukan pada setiap fase.; P05: Panduan mahasiswa menjelaskan tugas peserta pada setiap fase. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R10; nomor cetak 5 | 5 | Rencana sesi, skenario, peta KPIEN, aktivitas permainan, dan tahapan GRACE saling terhubung secara konsisten. | Operasionalisasi model | Empat pertemuan | Versi kasus | S03; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P06: Rencana empat pertemuan menggunakan versi kasus yang sama dengan skenario yang divalidasi. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R11; nomor cetak 6 | 6 | Debriefing dan refleksi mengarahkan mahasiswa untuk menghubungkan pengalaman simulasi dengan empati kognitif, empati afektif, dan praktik klinis. | Operasionalisasi model | Debriefing | Pertanyaan fasilitasi | S02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R13; nomor cetak 7 | 7 | Alokasi waktu, kebutuhan personel, fasilitas, media, dan beban kegiatan realistis untuk diterapkan dalam pembelajaran. | Operasionalisasi model | Waktu; Keterlaksanaan | 100 menit; Beban fasilitator | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.; P08: Pembagian tugas dapat dijalankan dengan jumlah fasilitator yang ditetapkan. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R14; nomor cetak 8 | 8 | Perangkat memuat ketentuan keselamatan psikologis, etika, kerahasiaan, bantuan teknis, dan penanganan masalah selama pelaksanaan. | Operasionalisasi model | Keselamatan; Dukungan; Etika refleksi | Prosedur interaksi; Fallback; Privasi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P09: Panduan menetapkan tindakan fasilitator ketika mahasiswa mengalami ketidaknyamanan selama sesi.; P10: Panduan menyediakan prosedur pengganti ketika media tidak dapat digunakan.; P16: Panduan menjelaskan bahwa pengungkapan pengalaman emosional pribadi tidak wajib dilakukan di depan kelas. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R16; nomor cetak 9 | 9 | Perangkat evaluasi dapat digunakan untuk mendokumentasikan proses, observasi, refleksi, hasil debriefing, dan tindak lanjut pelaksanaan GRACE. | Operasionalisasi model | Administrasi bukti | Dokumentasi | S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R17; nomor cetak 10 | 10 | Perangkat membedakan fungsi KCES-R, observasi, refleksi, dan log aktivitas permainan sesuai dengan jenis bukti yang dihasilkan. | Operasionalisasi model | Administrasi bukti | Dokumentasi | S20; L01 | GABUNGKAN | Gabungkan dokumentasi dan label fungsi bukti dengan P13; definisi konseptual tetap hanya dinilai M10. | P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R19; nomor cetak 11 | 11 | Bahasa, istilah, instruksi, label, dan format perangkat mudah dipahami serta digunakan secara konsisten. | Operasionalisasi model | Bahasa panduan | Keterpahaman | S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran. |
| Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R20; nomor cetak 12 | 12 | Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri. | Operasionalisasi model | Kendali dokumen | Versi | S01; L01 | PERTAHANKAN | Tujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa. | P15: Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T9/R2; nomor cetak 1 | 1 | Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PERTAHANKAN | Definisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T9/R3; nomor cetak 2 | 2 | Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | PERTAHANKAN | Definisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T9/R4; nomor cetak 3 | 3 | Perbedaan empati, simpati, belas kasihan, dan keterlibatan emosional berlebihan direpresentasikan secara tepat sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T9/R5; nomor cetak 4 | 4 | Hubungan TCME, indikator kebutuhan empati pasien (KPIEN), komunikasi terapeutik, dan tujuan pembelajaran dijelaskan secara konsisten tanpa menjadikan KPIEN sebagai domain empati baru. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME; Posisi KPIEN | S09; S10; S11; L01 | PINDAHKAN | Hierarki TCME dan kedudukan KPIEN adalah konstruk model; materi memerlukan pemetaan cue pada kasus, bukan penilaian teori yang diulang. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T10/R2; nomor cetak 5 | 5 | Situasi pasien, masalah kesehatan, konteks pelayanan, dan peran tenaga keperawatan dalam setiap skenario mencerminkan kondisi yang masuk akal dalam praktik. | Kelayakan substantif kasus | Authenticity | Kewajaran kasus | S14; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T10/R3; nomor cetak 6 | 6 | Tingkat kompleksitas kasus, keputusan, dan komunikasi sesuai dengan kompetensi serta pengalaman belajar mahasiswa D3 Keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Kompleksitas | Jenjang D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T10/R4; nomor cetak 7 | 7 | Informasi, prosedur, tindakan, dan batas kewenangan keperawatan yang ditampilkan sesuai prinsip keselamatan pasien dan tidak mendorong tindakan klinis yang keliru. | Kelayakan substantif kasus | Keilmuan | Keselamatan klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T10/R5; nomor cetak 8 | 8 | Dialog dan respons yang ditawarkan merepresentasikan komunikasi terapeutik yang etis, menghargai otonomi pasien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi; Etika pasien | Respons terapeutik; Otonomi | S11; S12; S24 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.; T17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T11/R2; nomor cetak 9 | 9 | Setiap titik keputusan menyediakan pilihan respons yang realistis dan cukup berbeda untuk mendorong mahasiswa mempertimbangkan isyarat, perspektif, emosi, dan kebutuhan pasien. | Kelayakan substantif kasus | Branching | Perbedaan alternatif | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T09: Alternatif respons pada setiap node memiliki perbedaan makna komunikasi yang dapat dijelaskan dari kasus. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T11/R3; nomor cetak 10 | 10 | Konsekuensi pilihan, perubahan respons pasien, dan umpan balik dalam percabangan berlangsung logis serta konsisten dengan kualitas komunikasi yang dipilih mahasiswa. | Kelayakan substantif kasus | Konsekuensi | Logika pasien; Batas prediksi | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T10: Konsekuensi pasien yang ditulis sesuai dengan respons komunikasi yang dipilih.; T19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T11/R4; nomor cetak 11 | 11 | Pertanyaan debriefing mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan isyarat pasien, alasan keputusan, dampak respons, alternatif komunikasi, dan transfer pembelajaran ke situasi klinis lain. | Kualitas desain model; Operasionalisasi model | Mekanisme debriefing; Debriefing | Rekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; Alternatif; Pertanyaan fasilitasi | S02; S05; S09 | PINDAHKAN | Mekanisme refleksi berada pada model dan petunjuk pelaksanaannya pada perangkat; ahli materi menilai kebenaran rujukan klinis debriefing melalui T11. | M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.; P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T12/R2; nomor cetak 12 | 12 | Kedalaman dan cakupan materi sesuai jenjang D3 serta secara keseluruhan memberi kesempatan yang memadai untuk melatih empati kognitif dan afektif. | Kelayakan substantif kasus | Cakupan | Kognitif dan afektif | S09; S10; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T12/R3; nomor cetak 13 | 13 | Skenario merepresentasikan keragaman pasien dan kondisi layanan kesehatan Indonesia secara etis, tidak stereotip, serta selaras dengan perkembangan praktik keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Budaya | Tanpa stereotip | S24; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T13/R2; nomor cetak 14 | 14 | Narasi, dialog, instruksi, umpan balik, dan pertanyaan debriefing mudah dipahami oleh mahasiswa D3 Keperawatan serta tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Keterpahaman | S20; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T13/R3; nomor cetak 15 | 15 | Istilah medis, keperawatan, komunikasi terapeutik, dan empati digunakan secara tepat dan konsisten pada seluruh materi dan skenario. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Istilah klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus. |
| Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T13/R4; nomor cetak 16 | 16 | Bahasa pasien dan tenaga keperawatan terdengar alami, komunikatif, empatik, peka budaya, dan tidak mengandung ungkapan yang merendahkan atau menstigma. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa dialog | Kewajaran dialog | S14; L02 | REVISI | Dialog opsi yang kurang tepat boleh menjadi bahan belajar; jangan mensyaratkan semua opsi sudah empatik atau semua bahasa pasien empatik. | T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T9/R2; nomor cetak 1 | 1 | Tata letak, hierarki visual, dan konsistensi antarlayar pada game GRACE memudahkan pengguna mengenali informasi utama dan tahapan aktivitas. | Kualitas fungsional media | Antarmuka | Konsistensi | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T9/R3; nomor cetak 2 | 2 | Tipografi, ukuran teks, jarak, kontras warna, ikon, ilustrasi, dan elemen visual terbaca jelas serta digunakan secara konsisten. | Kualitas fungsional media | Readability; Accessibility | Teks; Kontras | S21; S23 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T9/R4; nomor cetak 3 | 3 | Tampilan game menyesuaikan ukuran layar perangkat yang ditargetkan tanpa teks, pilihan respons, atau kontrol terpotong maupun saling menutupi. | Kualitas fungsional media | Responsiveness | Reflow | S23 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T10/R2; nomor cetak 4 | 4 | Menu, tombol, pilihan respons, serta fungsi kembali/lanjut mudah ditemukan, dikenali, dan digunakan melalui perangkat masukan yang ditargetkan. | Kualitas fungsional media | Navigasi | Kontrol | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T10/R3; nomor cetak 5 | 5 | Instruksi penggunaan, penanda kemajuan, status aktivitas, dan posisi pengguna dalam alur game ditampilkan secara jelas pada saat diperlukan. | Kualitas fungsional media | Progress | Posisi aktivitas | S07; S21 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T10/R4; nomor cetak 6 | 6 | Sistem membantu mencegah kesalahan, menampilkan pesan kesalahan yang dapat dipahami, dan memungkinkan pemulihan tanpa kehilangan kemajuan secara tidak wajar. | Kualitas fungsional media | Pemulihan | Error | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T11/R2; nomor cetak 7 | 7 | Tombol, dialog, audio/visual, pemuatan layar, dan komponen interaktif utama game berfungsi sesuai rancangan tanpa gangguan yang menghambat penyelesaian aktivitas. | Kualitas fungsional media | Teknis | Penyelesaian | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T11/R3; nomor cetak 8 | 8 | Setiap pilihan respons mengarahkan pengguna ke cabang, perubahan respons pasien, dan konsekuensi yang tepat tanpa jalan buntu atau pengulangan yang tidak direncanakan. | Kualitas fungsional media | Functionality | Rute | S22; L02 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W08: Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T11/R4; nomor cetak 9 | 9 | Umpan balik dan debriefing tampil pada waktu serta konteks yang tepat, dapat dibaca kembali, dan konsisten dengan pilihan pengguna. | Kualitas fungsional media | Feedback | Pilihan sesuai | S22; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T11/R5; nomor cetak 10 | 10 | Status sesi, kemajuan, dan data aktivitas game disimpan atau dipulihkan secara konsisten sesuai rancangan penggunaan. | Kualitas fungsional media | Integritas proses | Log | S22; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W10: Log menyimpan riwayat keputusan pengguna sesuai rancangan sesi. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T12/R2; nomor cetak 11 | 11 | Elemen gamifikasi seperti tantangan, progres, konsekuensi, dan penghargaan mendukung tujuan pembelajaran empati serta tidak sekadar menjadi hiasan. | Kualitas fungsional media | Game alignment | Implementasi elemen | S07; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T12/R3; nomor cetak 12 | 12 | Penyajian teks, ilustrasi, suara, animasi, dan tempo interaksi membantu pemrosesan materi tanpa menimbulkan beban kognitif yang tidak perlu. | Kualitas fungsional media | Tempo | Kontrol membaca | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T12/R4; nomor cetak 13 | 13 | Mekanisme keterlibatan dan penghargaan tidak mengalihkan perhatian, memanipulasi respons, atau memberikan insentif terhadap pilihan komunikasi yang tidak empatik. | Kualitas fungsional media | Netralitas | Insentif jawaban | S16; S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R2; nomor cetak 14 | 14 | Web menampilkan KCES-R secara setia sebagai 14 butir dalam dua bagian yang masing-masing terdiri atas tujuh butir paralel, menggunakan skala respons 1-7 serta urutan, redaksi, dan label respons versi yang disahkan. | Kualitas fungsional media | KCES web | Kesetiaan tampilan | S16; L04 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W14: Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R3; nomor cetak 15 | 15 | Setiap butir hanya menerima satu respons, kelengkapan isian diperiksa sebelum pengiriman, dan pilihan pengguna tidak berubah atau hilang ketika berpindah halaman. | Kualitas fungsional media | KCES web | Respons tersimpan | S22; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W15: Jawaban yang dipilih pada tiap butir KCES-R tetap tersimpan saat pengguna berpindah halaman. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R4; nomor cetak 16 | 16 | Skor total 14-98, respons mentah, kode peserta, dan tahap pengukuran pretest/posttest dihitung, disimpan, serta diekspor secara akurat tanpa pembalikan skor yang tidak direncanakan. | Kualitas fungsional media | KCES web; Data | Hitung skor; Ekspor | S16; L04; S22 | REVISI | Pisahkan perhitungan skor dari ekspor data. Aturan skor harus mengikuti protokol yang disahkan setelah konflik sumber diselesaikan. | W16: Hasil perhitungan KCES-R cocok dengan aturan penskoran yang disahkan pada protokol.; W17: Data yang diekspor cocok dengan respons mentah dan identitas sesi pada aplikasi. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R5; nomor cetak 17 | 17 | Pengumpulan dan penyimpanan data membatasi identitas pribadi pada kebutuhan penelitian, mencegah akses yang tidak berwenang, dan tidak menampilkan hasil individual kepada pihak yang tidak berkepentingan. | Kualitas fungsional media | Data | Akses | S22; S24 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W18: Data peserta hanya dapat diakses oleh pengguna yang berwenang sesuai rancangan penelitian. |
| Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R6; nomor cetak 18 | 18 | Halaman KCES-R dapat digunakan pada peramban dan perangkat yang ditargetkan, memiliki label dan fokus kontrol yang jelas, mendukung interaksi papan ketik/sentuh, serta tidak memberi isyarat yang menggiring jawaban. | Kualitas fungsional media | Responsiveness; Netralitas; Accessibility | Reflow; Insentif jawaban; Keyboard | S23; S16; S20 | REVISI | Pisahkan akses perangkat, interaksi keyboard, dan netralitas pengukuran; indikator tersebar W03/W19/W13 tanpa penilaian ulang. | W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.; W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.; W19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat. |
| Bahasa11 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T14/R2; nomor cetak 19 | 8 | Instruksi, menu, tombol, label, pesan kesalahan, dan notifikasi menggunakan bahasa yang ringkas, mudah dipahami, konsisten, dan tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kualitas fungsional media | Navigasi; Progress; Pemulihan | Kontrol; Posisi aktivitas; Error | S21; S22; S07 | REVISI | Bahasa kontrol antarmuka diintegrasikan dengan fungsi kontrol; kebenaran istilah keperawatan ditelaah ahli materi, konsistensi istilah model oleh ahli model. | W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.; W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas.; W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan. |
| Bahasa11 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T14/R3; nomor cetak 20 | 6 | Istilah game, keperawatan, empati, dan pengukuran KCES-R digunakan secara tepat serta konsisten, dengan ejaan dan pilihan kata yang sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan. | Kelayakan substantif kasus; Kualitas desain model | Bahasa materi; Konsistensi buku | Istilah klinis; Terminologi | S24; L03; S01; L01 | REVISI | Bahasa kontrol antarmuka diintegrasikan dengan fungsi kontrol; kebenaran istilah keperawatan ditelaah ahli materi, konsistensi istilah model oleh ahli model. | T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus.; M31: Istilah konstruk, KPIEN, sintaks, dan sumber bukti digunakan secara konsisten dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T9/R2; nomor cetak 1 | 1 | Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas, konsisten, dan tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kualitas desain model | Rasional | Batas komponen | S01; S04 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T9/R3; nomor cetak 2 | 2 | Hubungan logis antarkomponen model tergambar secara sistematis dan dapat ditelusuri dari tujuan, proses pembelajaran, pengalaman mahasiswa, hingga evaluasi. | Kualitas desain model | Rasional | Hubungan komponen | S01; S03 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T9/R4; nomor cetak 3 | 3 | Diagram atau bagan model mudah dipahami dan merepresentasikan alur pembelajaran GRACE secara akurat. | Kualitas desain model | Rasional | Akurasi diagram | S01; S04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T10/R2; nomor cetak 4 | 4 | Model GRACE berlandaskan teori model instruksional yang relevan dan mutakhir. | Kualitas desain model | Landasan | Dukungan teori | S01; S02; S03 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T10/R3; nomor cetak 5 | 5 | Elemen gamifikasi GRACE berupa role-play, narasi bercabang, konsekuensi pilihan, umpan balik, progres fase, serta safe-failure dan replay terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran. | Kualitas desain model | Gamifikasi | Tujuan elemen | S07; S08 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T10/R4; nomor cetak 6 | 6 | Sintesis konstruk empati kognitif dan empati afektif yang mendasari TCME tercermin secara jelas dan konsisten dalam struktur Model GRACE. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T10/R5; nomor cetak 7 | 7 | Pemetaan tahapan pembelajaran GRACE terhadap siklus experiential learning Kolb—concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation—disusun secara logis dan konsisten dengan kerangka konseptual. | Kualitas desain model | Sintaks | Siklus pengalaman | S02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T11/R2; nomor cetak 8 | 8 | Gamifikasi, branching, umpan balik, dan progress tracking mendukung proses pembelajaran tanpa menggantikan peran dosen atau fasilitator. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Media dan fasilitator | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T11/R3; nomor cetak 9 | 9 | KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka cue atau kebutuhan empati pasien yang dipetakan ke indikator perilaku, bukan sebagai domain empati baru. | Kualitas desain model | Landasan | Posisi KPIEN | S09; S10; L01 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T11/R4; nomor cetak 10 | 10 | Batas antara Model GRACE, media atau aplikasi GRACE, perangkat pembelajaran, log aplikasi, dan KCES-R sebagai instrumen outcome dijelaskan secara tegas dan konsisten. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T12/R2; nomor cetak 11 | 11 | Tujuan, aktivitas, dan mekanisme Model GRACE selaras untuk memfasilitasi pengembangan empati kognitif, khususnya perspective-taking, pada mahasiswa keperawatan. | Kualitas desain model | Tujuan | Kognitif | S09; S10 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T12/R3; nomor cetak 12 | 12 | Tujuan, aktivitas, dan mekanisme Model GRACE selaras untuk memfasilitasi pengembangan empati afektif sesuai definisi operasional TCME pada mahasiswa keperawatan. | Kualitas desain model | Tujuan | Afektif | S09; S10; S11 | REVISI | Indikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T12/R4; nomor cetak 13 | 13 | Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa, kompetensi, dan konteks pembelajaran Program Studi D3 Keperawatan. | Kualitas desain model | Konteks | Kesesuaian D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R2; nomor cetak 14 | 14 | Tahapan Prebriefing–Simulation–Debriefing–Evaluation dalam Model GRACE dirumuskan secara jelas, operasional, dan dapat dilaksanakan. | Kualitas desain model | Sintaks | Transisi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R3; nomor cetak 15 | 15 | Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar yang progresif, refleksi terarah, transfer pembelajaran, dan keamanan psikologis mahasiswa. | Kualitas desain model | Sintaks; Prinsip reaksi | Urutan belajar; Keamanan psikologis | S02; S05 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R4; nomor cetak 16 | 16 | Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan pelaksanaan Model GRACE realistis serta proporsional terhadap tujuan pembelajaran. | Operasionalisasi model | Waktu | 100 menit | S05; L01 | PINDAHKAN | Kelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R5; nomor cetak 17 | 17 | Peran, pola interaksi, dan pembagian tanggung jawab dosen, fasilitator, dan mahasiswa pada setiap fase pembelajaran terdefinisi dengan baik. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Peran | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R6; nomor cetak 18 | 18 | Prinsip reaksi menjelaskan bentuk respons, scaffolding, dan umpan balik yang diberikan dosen atau fasilitator pada setiap fase GRACE. | Kualitas desain model | Prinsip reaksi | Respons fasilitator | S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R7; nomor cetak 19 | 19 | Sistem pendukung berupa aplikasi, skenario, panduan, perangkat, fasilitas, dan jaringan dirumuskan secara memadai untuk melaksanakan Model GRACE. | Kualitas desain model | Sistem pendukung | Kebutuhan minimum | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R8; nomor cetak 20 | 20 | Dampak instruksional dan dampak pengiring, beserta mekanisme evaluasinya, dirumuskan secara jelas dan selaras dengan tujuan Model GRACE. | Kualitas desain model | Dampak | Instruksional; Pengiring | S01; S16; S20; S04 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T14/R2; nomor cetak 21 | 21 | Model GRACE menawarkan integrasi konseptual dan prosedural yang jelas serta dapat dibedakan dari model instruksional yang telah ada. | Kualitas desain model | Kontribusi | Pembanding novelty | S13; S14; S26 | REVISI | Bandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia. | M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan. |
| Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T14/R3; nomor cetak 22 | 22 | Model GRACE berpotensi memberikan kontribusi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan bagi pengembangan model instruksional dalam pendidikan vokasional kesehatan dan pembelajaran empati. | Kualitas desain model | Kontribusi | Kebutuhan dan kontribusi | S01; S25; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T9/R2; nomor cetak 1 | 1 | Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas, konsisten, dan tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kualitas desain model | Rasional | Batas komponen | S01; S04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T9/R3; nomor cetak 2 | 2 | Hubungan logis antarkomponen/lapisan model dapat ditelusuri dari tujuan, proses pembelajaran, pengalaman peserta didik, hingga evaluasi. | Kualitas desain model | Rasional | Hubungan komponen | S01; S03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T9/R4; nomor cetak 3 | 3 | Diagram/arsitektur model dan alur empat fase merepresentasikan Model GRACE secara akurat. | Kualitas desain model | Rasional | Akurasi diagram | S01; S04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T10/R2; nomor cetak 4 | 4 | Integrasi konstruktivisme dan experiential learning dalam Model GRACE dijelaskan secara koheren. | Kualitas desain model | Landasan | Dukungan teori | S01; S02; S03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T10/R3; nomor cetak 5 | 5 | Penerapan simulation-based learning serta fase Kolb—pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan transfer—selaras dengan sintaks GRACE. | Kualitas desain model | Sintaks | Siklus pengalaman | S02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T10/R4; nomor cetak 6 | 6 | Empati kognitif dan empati afektif dalam kerangka TCME ditempatkan secara jelas sebagai kompetensi sasaran. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T10/R5; nomor cetak 7 | 7 | KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka cue/kebutuhan pasien yang dipetakan ke indikator empati, bukan sebagai domain empati baru. | Kualitas desain model | Landasan | Posisi KPIEN | S09; S10; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T11/R2; nomor cetak 8 | 8 | Gamifikasi, branching, umpan balik, dan progress tracking mendukung proses belajar tanpa menggantikan peran dosen/fasilitator. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Media dan fasilitator | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T11/R3; nomor cetak 9 | 9 | Batas antara model, media GRACE V3, rubrik/perangkat, log aplikasi, dan KCES-R 14 butir dijelaskan dengan tegas; model tidak menyiratkan skor empati atau leaderboard sebagai outcome utama. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T12/R2; nomor cetak 10 | 10 | Tujuan Model GRACE selaras dengan kompetensi mahasiswa D3 Keperawatan, terutama komunikasi klinis dan respons empatik. | Kualitas desain model | Konteks | Kesesuaian D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T12/R3; nomor cetak 11 | 11 | Tingkat kompleksitas, urutan skenario, bahasa, dan contoh kasus sesuai dengan tahap perkembangan mahasiswa D3 serta konteks pendidikan keperawatan di Indonesia. | Kelayakan substantif kasus | Kompleksitas; Bahasa materi | Jenjang D3; Keterpahaman | S03; L03; S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.; T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T13/R2; nomor cetak 12 | 12 | Sintaks empat fase GRACE operasional dan dapat dilaksanakan oleh dosen/fasilitator sesuai panduan. | Kualitas desain model | Sintaks | Transisi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T13/R3; nomor cetak 13 | 13 | Urutan kegiatan mendukung perkembangan dari pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, menuju transfer/performa pada situasi klinis. | Kualitas desain model | Sintaks | Urutan belajar | S02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T13/R4; nomor cetak 14 | 14 | Peran dosen, fasilitator, dan mahasiswa, termasuk scaffolding serta aturan interaksi, didefinisikan secara memadai. | Kualitas desain model | Sistem sosial; Prinsip reaksi | Peran; Respons fasilitator | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model.; M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T13/R5; nomor cetak 15 | 15 | Alokasi waktu, keselamatan/psychological safety, etika dan data, fidelity, serta prosedur evaluasi dirumuskan secara realistis dan jelas. | Operasionalisasi model; Kualitas desain model | Waktu; Prinsip reaksi; Administrasi outcome | 100 menit; Keamanan psikologis; Waktu ukur | S05; L01; S16; S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran.; P12: Panduan menempatkan pretest sebelum orientasi/intervensi dan posttest setelah pertemuan keempat pada kedua kelompok. |
| Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T14/R2; nomor cetak 16 | 16 | Model GRACE memberikan kontribusi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan bagi pendidikan vokasi keperawatan dan pembelajaran empati. | Kualitas desain model | Kontribusi | Kebutuhan dan kontribusi | S01; S25; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Isi 14 butir tetap mencakup kemampuan memahami pengalaman/perasaan, menghargai perspektif, menunjukkan kepedulian, dan melihat perspektif kelompok pasien. | Kesetiaan format/adaptasi | Cakupan | Kesetiaan14 | S16; S17; L04 | GABUNGKAN | Kesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir. | KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan. | Kesetiaan format/adaptasi | Struktur | Global/personal | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan semantik | Item1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Istilah utama empati, perasaan, perspektif pasien, kepedulian, hubungan terapeutik, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesetaraan konseptual | Item1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R11; nomor cetak 6 | 6 | Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kesesuaian konteks/budaya | Item1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BU | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R13; nomor cetak 7 | 7 | Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kesetaraan adaptasi instrumen | Kejelasan | Item1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JE | S15; S16; S17; L04 | REVISI | Ganti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber. | K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R15; nomor cetak 8 | 8 | Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas. | Kesetiaan format/adaptasi | Petunjuk | Satu respons | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R16; nomor cetak 9 | 9 | Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis. | Kesetiaan format/adaptasi | Skala | Anchor | S16; S17; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris. |
| KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R17; nomor cetak 10 | 10 | Format 14 butir dalam dua bagian yang masing-masing terdiri atas tujuh butir, urutan, penskoran total 14-98, dan interpretasi skor diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor. | Kesetiaan format/adaptasi | Skor; Interpretasi; Konsistensi | Aturan; Batas inferensi; Kelompok pasien | S16; S17; L04 | REVISI | Pisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif. | KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T6/R2; nomor cetak 1 | 1 | Definisi empati kognitif sebagai kemampuan memahami dan mengambil perspektif psikologis pasien dirumuskan secara tepat. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T6/R3; nomor cetak 2 | 2 | Definisi empati afektif sebagai empathic concern yang other-oriented dirumuskan secara tepat dan tidak disamakan dengan penularan emosi. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T6/R4; nomor cetak 3 | 3 | Batas antara empati, simpati, caring, komunikasi empatik, dan personal distress dijelaskan secara jelas dan konsisten. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T6/R5; nomor cetak 4 | 4 | Penggunaan Perspective-Taking dan Empathic Concern sebagai dasar dua domain utama empati GRACE memiliki argumentasi teoretis yang memadai. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T8/R2; nomor cetak 5 | 5 | Konstruk empati yang dirumuskan relevan dengan capaian kompetensi mahasiswa D3 Keperawatan. | Kualitas desain model | Konteks | Kesesuaian D3 | S03; L03 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T8/R3; nomor cetak 6 | 6 | Indikator konstruk mencerminkan kebutuhan komunikasi terapeutik, patient-centered care, dan hubungan perawat-pasien. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi | Respons terapeutik | S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T8/R4; nomor cetak 7 | 7 | Indikator dapat diterapkan pada konteks klinis dan budaya pelayanan kesehatan di Indonesia. | Kelayakan substantif kasus | Budaya | Tanpa stereotip | S24; L02 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T8/R5; nomor cetak 8 | 8 | Tingkat kompleksitas indikator sesuai untuk mahasiswa D3 Keperawatan dan tidak terlalu sederhana seperti konteks SMK maupun terlalu lanjut seperti perawat spesialis. | Kelayakan substantif kasus | Kompleksitas | Jenjang D3 | S03; L03 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R2; nomor cetak 9 | 9 | A.1 Pengambilan Perspektif Pasien beserta subindikator mendengarkan aktif, reflective listening, dan identifikasi kekhawatiran tersembunyi mewakili empati kognitif. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R3; nomor cetak 10 | 10 | A.2 Pemahaman Pengalaman Pasien beserta subindikator kondisi holistik dan penghargaan terhadap sudut pandang pasien mewakili empati kognitif. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R4; nomor cetak 11 | 11 | A.3 Identifikasi Kebutuhan Pasien beserta subindikator hidden needs dan patient advocacy mewakili empati kognitif dalam praktik keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Pemetaan kasus | Cue dan target | S10; S14; L02 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R5; nomor cetak 12 | 12 | B.1 Ekspresi Kepedulian Empatik beserta komponen verbal dan nonverbal mewakili manifestasi empati afektif. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi | Respons terapeutik | S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R6; nomor cetak 13 | 13 | B.2 Kehadiran Empatik beserta co-presence dan respons terhadap sinyal distres mewakili manifestasi empati afektif. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi | Respons terapeutik | S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R7; nomor cetak 14 | 14 | B.3 Kepedulian Berbasis Caring beserta hubungan terapeutik dan self-regulation/metacognition mewakili empati afektif yang profesional. | Kelayakan substantif kasus; Kualitas desain model | Empati afektif; Tujuan | Kepedulian; Afektif | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R8; nomor cetak 15 | 15 | B.4 Komunikasi Empatik beserta penyampaian informasi klinis dan trust-building mewakili empati afektif dalam interaksi perawat-pasien. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi | Respons terapeutik | S11; S12; S24 | PINDAHKAN | Klasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R9; nomor cetak 16 | 16 | Secara keseluruhan, tujuh indikator memberikan cakupan konstruk yang memadai tanpa mengabaikan unsur penting empati keperawatan. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R2; nomor cetak 17 | 17 | Hubungan hierarkis antara domain, indikator, dan subindikator tersusun konsisten serta mudah ditelusuri. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R3; nomor cetak 18 | 18 | Pemetaan dari konstruk teoretis ke perilaku empatik yang dapat diobservasi memiliki hubungan logis. | Kualitas desain model | Mekanisme simulasi | Rantai keputusan | S10; S14; L02 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R4; nomor cetak 19 | 19 | Pemetaan indikator empati ke KPIEN sebagai cue verbal, nonverbal, dan kontekstual pasien memiliki hubungan yang tepat. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R5; nomor cetak 20 | 20 | Pemetaan indikator ke mekanik game, pilihan bercabang, konsekuensi, dan adaptive feedback mendukung aktivasi empati secara tepat. | Kualitas desain model | Mekanisme simulasi | Rantai keputusan | S10; S14; L02 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R6; nomor cetak 21 | 21 | Pemetaan indikator ke fase prebriefing, simulation experience, debriefing, dan evaluation dalam sintaks GRACE bersifat konsisten. | Kualitas desain model | Sintaks | Transisi | S05; L01 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R7; nomor cetak 22 | 22 | Pemetaan konstruk ke fungsi ukur KCES-R, rubrik observasi, dan data performa game membedakan dengan jelas self-report, perilaku teramati, dan log keputusan. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | GABUNGKAN | Batas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T14/R2; nomor cetak 23 | 23 | KPIEN diposisikan secara jelas sebagai indikator kebutuhan empati pasien dalam skenario, bukan sebagai domain empati baru. | Kualitas desain model | Landasan | Posisi KPIEN | S09; S10; L01 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T14/R3; nomor cetak 24 | 24 | Perbedaan fungsi KCES-R, rubrik observasi, dan log performa game dijelaskan sehingga tidak terjadi klaim pengukuran yang tumpang tindih. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | GABUNGKAN | Batas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T14/R4; nomor cetak 25 | 25 | Kontribusi GRACE dalam menerjemahkan konstruk empati menjadi cue pasien, branching decision, feedback, dan debriefing dapat ditelusuri secara logis. | Kualitas desain model | Mekanisme simulasi | Rantai keputusan | S10; S14; L02 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T14/R5; nomor cetak 26 | 26 | Tidak terdapat duplikasi atau tumpang tindih berlebihan antarindikator dan subindikator. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T16/R2; nomor cetak 27 | 27 | Setiap indikator dan subindikator dirumuskan secara jelas, spesifik, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T16/R3; nomor cetak 28 | 28 | Mapping konstruk dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun materi, skenario, dialog, dan mekanik game GRACE. | Kelayakan substantif kasus | Pemetaan kasus | Cue dan target | S10; S14; L02 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T16/R4; nomor cetak 29 | 29 | Mapping konstruk dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun rubrik observasi, feedback, dan pertanyaan debriefing. | Operasionalisasi model | Debriefing | Pertanyaan fasilitasi | S02; S05 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons. |
| Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T16/R5; nomor cetak 30 | 30 | Kerangka konstruk layak digunakan sebagai dasar validasi lanjutan dan pengujian empiris pada mahasiswa D3 Keperawatan. | Kualitas desain model | Kontribusi | Kebutuhan dan kontribusi | S01; S25; L03 | PINDAHKAN | Telaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket. | M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | PERTAHANKAN | Definisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | PERTAHANKAN | Definisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Perbedaan empati, simpati, belas kasihan, dan keterlibatan emosional berlebihan direpresentasikan secara tepat sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R7; nomor cetak 4 | 4 | Hubungan TCME, indikator kebutuhan empati pasien (KPIEN), komunikasi terapeutik, dan tujuan pembelajaran dijelaskan secara konsisten tanpa menjadikan KPIEN sebagai domain empati baru. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME; Posisi KPIEN | S09; S10; S11; L01 | PINDAHKAN | Hierarki TCME dan kedudukan KPIEN adalah konstruk model; materi memerlukan pemetaan cue pada kasus, bukan penilaian teori yang diulang. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Situasi pasien, masalah kesehatan, konteks pelayanan, dan peran tenaga keperawatan dalam setiap skenario mencerminkan kondisi yang masuk akal dalam praktik. | Kelayakan substantif kasus | Authenticity | Kewajaran kasus | S14; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 6 | 6 | Tingkat kompleksitas kasus, keputusan, dan komunikasi sesuai dengan kompetensi serta pengalaman belajar mahasiswa D3 Keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Kompleksitas | Jenjang D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 7 | 7 | Informasi, prosedur, tindakan, dan batas kewenangan keperawatan yang ditampilkan sesuai prinsip keselamatan pasien dan tidak mendorong tindakan klinis yang keliru. | Kelayakan substantif kasus | Keilmuan | Keselamatan klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R12; nomor cetak 8 | 8 | Dialog dan respons yang ditawarkan merepresentasikan komunikasi terapeutik yang etis, menghargai otonomi pasien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi; Etika pasien | Respons terapeutik; Otonomi | S11; S12; S24 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.; T17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 9 | 9 | Setiap titik keputusan menyediakan pilihan respons yang realistis dan cukup berbeda untuk mendorong mahasiswa mempertimbangkan isyarat, perspektif, emosi, dan kebutuhan pasien. | Kelayakan substantif kasus | Branching | Perbedaan alternatif | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T09: Alternatif respons pada setiap node memiliki perbedaan makna komunikasi yang dapat dijelaskan dari kasus. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 10 | 10 | Konsekuensi pilihan, perubahan respons pasien, dan umpan balik dalam percabangan berlangsung logis serta konsisten dengan kualitas komunikasi yang dipilih mahasiswa. | Kelayakan substantif kasus | Konsekuensi | Logika pasien; Batas prediksi | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T10: Konsekuensi pasien yang ditulis sesuai dengan respons komunikasi yang dipilih.; T19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R16; nomor cetak 11 | 11 | Pertanyaan debriefing mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan isyarat pasien, alasan keputusan, dampak respons, alternatif komunikasi, dan transfer pembelajaran ke situasi klinis lain. | Kualitas desain model; Operasionalisasi model | Mekanisme debriefing; Debriefing | Rekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; Alternatif; Pertanyaan fasilitasi | S02; S05; S09 | PINDAHKAN | Mekanisme refleksi berada pada model dan petunjuk pelaksanaannya pada perangkat; ahli materi menilai kebenaran rujukan klinis debriefing melalui T11. | M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.; P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 12 | 12 | Kedalaman dan cakupan materi sesuai jenjang D3 serta secara keseluruhan memberi kesempatan yang memadai untuk melatih empati kognitif dan afektif. | Kelayakan substantif kasus | Cakupan | Kognitif dan afektif | S09; S10; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 13 | 13 | Skenario merepresentasikan keragaman pasien dan kondisi layanan kesehatan Indonesia secara etis, tidak stereotip, serta selaras dengan perkembangan praktik keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Budaya | Tanpa stereotip | S24; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 14 | 14 | Narasi, dialog, instruksi, umpan balik, dan pertanyaan debriefing mudah dipahami oleh mahasiswa D3 Keperawatan serta tidak menimbulkan tafsir ganda. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Keterpahaman | S20; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 15 | 15 | Istilah medis, keperawatan, komunikasi terapeutik, dan empati digunakan secara tepat dan konsisten pada seluruh materi dan skenario. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Istilah klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus. |
| Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 16 | 16 | Bahasa pasien dan tenaga keperawatan terdengar alami, komunikatif, empatik, peka budaya, dan tidak mengandung ungkapan yang merendahkan atau menstigma. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa dialog | Kewajaran dialog | S14; L02 | REVISI | Dialog opsi yang kurang tepat boleh menjadi bahan belajar; jangan mensyaratkan semua opsi sudah empatik atau semua bahasa pasien empatik. | T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas. | Kualitas fungsional media | Antarmuka | Konsistensi | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Teks, ikon, dan ilustrasi ditampilkan secara jelas dan konsisten. | Kualitas fungsional media | Readability; Accessibility | Teks; Kontras | S21; S23 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi. | Kualitas fungsional media | Responsiveness | Reflow | S23 | PERTAHANKAN | Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan. | Kualitas fungsional media | Navigasi | Kontrol | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Petunjuk penggunaan dan penanda kemajuan membantu pengguna mengikuti alur game. | Kualitas fungsional media | Progress | Posisi aktivitas | S07; S21 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R10; nomor cetak 6 | 6 | Game membantu pengguna mencegah dan mengatasi kesalahan tanpa kehilangan kemajuan secara tidak wajar. | Kualitas fungsional media | Pemulihan | Error | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R12; nomor cetak 7 | 7 | Komponen interaktif game berfungsi sesuai rancangan dan mendukung kelancaran aktivitas. | Kualitas fungsional media | Teknis | Penyelesaian | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R13; nomor cetak 8 | 8 | Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario. | Kualitas fungsional media | Functionality | Rute | S22; L02 | PERTAHANKAN | Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W08: Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R14; nomor cetak 9 | 9 | Umpan balik dan debriefing sesuai dengan pilihan pengguna, ditampilkan pada waktu yang tepat, dan dapat dibaca kembali. | Kualitas fungsional media | Feedback | Pilihan sesuai | S22; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R15; nomor cetak 10 | 10 | Kemajuan dan data aktivitas game tersimpan serta dapat dipulihkan sesuai rancangan. | Kualitas fungsional media | Integritas proses | Log | S22; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W10: Log menyimpan riwayat keputusan pengguna sesuai rancangan sesi. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R17; nomor cetak 11 | 11 | Tantangan, progres, dan penghargaan dalam game mendukung tujuan pembelajaran empati. | Kualitas fungsional media | Game alignment | Implementasi elemen | S07; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R18; nomor cetak 12 | 12 | Penyajian materi dan tempo interaksi memudahkan pemahaman tanpa membebani pengguna secara berlebihan. | Kualitas fungsional media | Tempo | Kontrol membaca | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R19; nomor cetak 13 | 13 | Mekanisme gamifikasi mendorong keterlibatan tanpa menggiring respons atau memberi insentif pada komunikasi yang tidak empatik. | Kualitas fungsional media | Netralitas | Insentif jawaban | S16; S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R21; nomor cetak 14 | 14 | Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan. | Kualitas fungsional media | KCES web | Kesetiaan tampilan | S16; L04 | PERTAHANKAN | Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis. | W14: Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R22; nomor cetak 15 | 15 | Sistem memastikan satu respons per butir, memeriksa kelengkapan, dan mempertahankan jawaban saat pengguna berpindah halaman. | Kualitas fungsional media | KCES web | Respons tersimpan | S22; L04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W15: Jawaban yang dipilih pada tiap butir KCES-R tetap tersimpan saat pengguna berpindah halaman. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R23; nomor cetak 16 | 16 | Sistem menghitung skor serta menyimpan dan mengekspor data pengukuran secara akurat. | Kualitas fungsional media | KCES web; Data | Hitung skor; Ekspor | S16; L04; S22 | REVISI | Pisahkan perhitungan skor dari ekspor data. Aturan skor harus mengikuti protokol yang disahkan setelah konflik sumber diselesaikan. | W16: Hasil perhitungan KCES-R cocok dengan aturan penskoran yang disahkan pada protokol.; W17: Data yang diekspor cocok dengan respons mentah dan identitas sesi pada aplikasi. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R24; nomor cetak 17 | 17 | Sistem membatasi pengumpulan identitas pribadi dan melindungi data peserta dari akses yang tidak berwenang. | Kualitas fungsional media | Data | Akses | S22; S24 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W18: Data peserta hanya dapat diakses oleh pengguna yang berwenang sesuai rancangan penelitian. |
| Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R25; nomor cetak 18 | 18 | Halaman KCES-R mudah dioperasikan pada perangkat sasaran dan disajikan tanpa isyarat yang menggiring jawaban. | Kualitas fungsional media | Responsiveness; Netralitas; Accessibility | Reflow; Insentif jawaban; Keyboard | S23; S16; S20 | REVISI | Pisahkan akses perangkat, interaksi keyboard, dan netralitas pengukuran; indikator tersebar W03/W19/W13 tanpa penilaian ulang. | W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.; W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.; W19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan. | Operasionalisasi model | Tujuan | Tujuan panduan | S03 | PERTAHANKAN | Tujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa. | P01: Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Perangkat mencakup kebutuhan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dokumentasi, dan tindak lanjut pembelajaran. | Operasionalisasi model | Kelengkapan | Form wajib | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P02: Form yang diperlukan pada setiap tahap tercantum dalam paket perangkat. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R7; nomor cetak 3 | 3 | Isi perangkat selaras dengan tujuan, prinsip, dan tahapan pembelajaran dalam Model GRACE. | Operasionalisasi model | Alignment | Sintaks | S03; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P03: Urutan kegiatan perangkat mengikuti sintaks yang disahkan dalam Buku Model. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Urutan kegiatan, peran dosen atau fasilitator, aktivitas mahasiswa, dan keluaran setiap tahap dijelaskan secara operasional. | Operasionalisasi model | Dosen; Mahasiswa | Petunjuk tindakan | S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P04: Panduan dosen menjelaskan tindakan fasilitator yang harus dilakukan pada setiap fase.; P05: Panduan mahasiswa menjelaskan tugas peserta pada setiap fase. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R10; nomor cetak 6 | 5 | Rencana sesi, skenario, peta KPIEN, aktivitas permainan, dan tahapan GRACE saling terhubung secara konsisten. | Operasionalisasi model | Empat pertemuan | Versi kasus | S03; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P06: Rencana empat pertemuan menggunakan versi kasus yang sama dengan skenario yang divalidasi. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R11; nomor cetak | 6 | Debriefing dan refleksi mengarahkan mahasiswa untuk menghubungkan pengalaman simulasi dengan empati kognitif, empati afektif, dan praktik klinis. | Operasionalisasi model | Debriefing | Pertanyaan fasilitasi | S02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R13; nomor cetak 7 | 7 | Alokasi waktu, kebutuhan personel, fasilitas, media, dan beban kegiatan realistis untuk diterapkan dalam pembelajaran. | Operasionalisasi model | Waktu; Keterlaksanaan | 100 menit; Beban fasilitator | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.; P08: Pembagian tugas dapat dijalankan dengan jumlah fasilitator yang ditetapkan. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R14; nomor cetak 8 | 8 | Perangkat memuat ketentuan keselamatan psikologis, etika, kerahasiaan, bantuan teknis, dan penanganan masalah selama pelaksanaan. | Operasionalisasi model | Keselamatan; Dukungan; Etika refleksi | Prosedur interaksi; Fallback; Privasi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P09: Panduan menetapkan tindakan fasilitator ketika mahasiswa mengalami ketidaknyamanan selama sesi.; P10: Panduan menyediakan prosedur pengganti ketika media tidak dapat digunakan.; P16: Panduan menjelaskan bahwa pengungkapan pengalaman emosional pribadi tidak wajib dilakukan di depan kelas. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R16; nomor cetak 9 | 9 | Perangkat evaluasi dapat digunakan untuk mendokumentasikan proses, observasi, refleksi, hasil debriefing, dan tindak lanjut pelaksanaan GRACE. | Operasionalisasi model | Administrasi bukti | Dokumentasi | S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R17; nomor cetak 10 | 10 | Perangkat membedakan fungsi KCES-R, observasi, refleksi, dan log aktivitas permainan sesuai dengan jenis bukti yang dihasilkan. | Operasionalisasi model | Administrasi bukti | Dokumentasi | S20; L01 | GABUNGKAN | Gabungkan dokumentasi dan label fungsi bukti dengan P13; definisi konseptual tetap hanya dinilai M10. | P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R19; nomor cetak 11 | 11 | Bahasa, istilah, instruksi, label, dan format perangkat mudah dipahami serta digunakan secara konsisten. | Operasionalisasi model | Bahasa panduan | Keterpahaman | S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran. |
| Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R20; nomor cetak 12 | 12 | Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri. | Operasionalisasi model | Kendali dokumen | Versi | S01; L01 | PERTAHANKAN | Tujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa. | P15: Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 1 | 1 | Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. | Kualitas desain model | Rasional | Batas komponen | S01; S04 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 2 | 2 | Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. | Kualitas desain model | Rasional | Hubungan komponen | S01; S03 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 3 | 3 | Diagram Model GRACE merepresentasikan struktur dan alur pembelajaran secara tepat serta mudah dipahami. | Kualitas desain model | Rasional | Akurasi diagram | S01; S04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R8; nomor cetak 4 | 4 | Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. | Kualitas desain model | Landasan | Dukungan teori | S01; S02; S03 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 5 | 5 | Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. | Kualitas desain model | Gamifikasi | Tujuan elemen | S07; S08 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 6 | 6 | Konstruk empati kognitif dan afektif dalam TCME tercermin secara konsisten dalam rancangan Model GRACE. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 7 | 7 | Pemetaan fase GRACE terhadap siklus pembelajaran pengalaman Kolb dijelaskan secara tepat dan konsisten. | Kualitas desain model | Sintaks | Siklus pengalaman | S02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R13; nomor cetak 8 | 8 | Gamifikasi dan media GRACE mendukung kegiatan belajar serta peran fasilitator pada setiap fase pembelajaran. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Media dan fasilitator | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 9 | 9 | KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. | Kualitas desain model | Landasan | Posisi KPIEN | S09; S10; L01 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 10 | 10 | Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R17; nomor cetak 11 | 11 | Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. | Kualitas desain model | Tujuan | Kognitif | S09; S10 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 12 | 12 | Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. | Kualitas desain model | Tujuan | Afektif | S09; S10; S11 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 13 | 13 | Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa D3 Keperawatan dan tujuan pembelajaran komunikasi yang ditetapkan. | Kualitas desain model | Konteks | Kesesuaian D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 14 | 14 | Tahapan Prebriefing, Simulation Experience, Debriefing, dan Evaluation dirumuskan secara jelas dan operasional. | Kualitas desain model | Sintaks | Transisi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 15 | 15 | Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar, refleksi, dan transfer pembelajaran dengan menjaga keamanan psikologis mahasiswa. | Kualitas desain model | Sintaks; Prinsip reaksi | Urutan belajar; Keamanan psikologis | S02; S05 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 16 | 16 | Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan siklus GRACE realistis serta proporsional terhadap kegiatan pembelajaran. | Operasionalisasi model | Waktu | 100 menit | S05; L01 | PINDAHKAN | Kelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R24; nomor cetak 17 | 17 | Sistem sosial GRACE menjelaskan peran, pola interaksi, dan tanggung jawab dosen, fasilitator, serta mahasiswa. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Peran | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R25; nomor cetak 18 | 18 | Prinsip reaksi memberikan pedoman yang jelas bagi fasilitator dalam merespons kebutuhan dan tindakan mahasiswa pada setiap fase GRACE. | Kualitas desain model | Prinsip reaksi | Respons fasilitator | S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R26; nomor cetak 19 | 19 | Sistem pendukung yang ditetapkan memadai untuk melaksanakan seluruh fase Model GRACE. | Kualitas desain model | Sistem pendukung | Kebutuhan minimum | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R27; nomor cetak 20 | 20 | Dampak instruksional dan dampak pengiring GRACE dirumuskan secara jelas serta didukung mekanisme evaluasi yang sesuai. | Kualitas desain model | Dampak | Instruksional; Pengiring | S01; S16; S20; S04 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R29; nomor cetak 21 | 21 | Kebaruan konseptual dan prosedural GRACE dijelaskan melalui perbandingan dengan model pembelajaran yang relevan. | Kualitas desain model | Kontribusi | Pembanding novelty | S13; S14; S26 | REVISI | Bandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia. | M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan. |
| Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R30; nomor cetak 22 | 22 | Model GRACE memiliki potensi kontribusi yang jelas bagi pengembangan pembelajaran empati dalam pendidikan keperawatan vokasional. | Kualitas desain model | Kontribusi | Kebutuhan dan kontribusi | S01; S25; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan. |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T4/R1 | 1 | Apakah empati diajarkan secara eksplisit dalam mata pelajaran tertentu, ataukah hanya disisipkan secara implisit dalam pembelajaran? Bisakah Bapak/Ibu jelaskan lebih lanjut? | Kebutuhan pengembangan | Pembelajaran saat ini | Posisi pembelajaran empati | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Apakah empati diajarkan secara eksplisit dalam mata pelajaran tertentu, ataukah hanya disisipkan secara implisit dalam pembelajaran? Bisakah Bapak/Ibu jelaskan lebih lanjut? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T5/R1 | 2 | Metode atau pendekatan apa yang selama ini digunakan untuk mengembangkan empati siswa dalam konteks keperawatan? (Misalnya: ceramah, roleplay, studi kasus, kunjungan rumah sakit, dll.) | Kebutuhan pengembangan | Pembelajaran saat ini | Metode pembelajaran yang digunakan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Metode atau pendekatan apa yang selama ini digunakan untuk mengembangkan empati mahasiswa dalam konteks keperawatan? (Misalnya: ceramah, roleplay, studi kasus, kunjungan rumah sakit, dll.) |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T6/R1 | 3 | Menurut Bapak/Ibu, seberapa efektif metode yang digunakan tersebut dalam benar-benar mengembangkan empati siswa? Apa indikator atau buktinya? | Kebutuhan pengembangan | Pembelajaran saat ini | Bukti efektivitas yang dipersepsikan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Menurut Bapak/Ibu, seberapa efektif metode yang digunakan tersebut dalam benar-benar mengembangkan empati mahasiswa? Apa indikator atau buktinya? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T7/R1 | 4 | Apa hambatan atau tantangan terbesar yang Bapak/Ibu hadapi ketika mencoba mengajarkan atau mengembangkan empati pada siswa keperawatan? | Kebutuhan pengembangan | Pembelajaran saat ini | Hambatan pembelajaran | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Apa hambatan atau tantangan terbesar yang Bapak/Ibu hadapi ketika mencoba mengajarkan atau mengembangkan empati pada mahasiswa keperawatan? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T9/R1 | 5 | Bagaimana Bapak/Ibu menggambarkan karakteristik umum siswa SMK keperawatan di sini, terutama dalam hal sikap, kepedulian, dan kepekaan terhadap kondisi orang lain atau pasien? | Kebutuhan pengembangan | Profil peserta | Karakteristik peserta | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Bagaimana Bapak/Ibu menggambarkan karakteristik umum mahamahasiswa D3 Keperawatan di sini, terutama dalam hal sikap, kepedulian, dan kepekaan terhadap kondisi orang lain atau pasien? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T10/R1 | 6 | Apakah Bapak/Ibu mengamati perbedaan tingkat empati yang signifikan di antara siswa? Apa yang menurut Bapak/Ibu menjadi faktor penyebabnya? | Kebutuhan pengembangan | Profil peserta | Perbedaan peserta dan dugaan penyebab | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Apakah Bapak/Ibu mengamati perbedaan tingkat empati yang signifikan di antara mahasiswa? Apa yang menurut Bapak/Ibu menjadi faktor penyebabnya? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T11/R1 | 7 | Bagaimana tingkat keterlibatan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi sikap, seperti empati, komunikasi terapeutik, atau etika keperawatan? | Kebutuhan pengembangan | Profil peserta | Keterlibatan dalam pembelajaran | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Bagaimana tingkat keterlibatan dan antusiasme mahasiswa dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi sikap, seperti empati, komunikasi terapeutik, atau etika keperawatan? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T13/R1 | 8 | Fasilitas teknologi apa saja yang tersedia di sekolah dan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran? (Misalnya: laboratorium komputer, proyektor, akses internet, kebijakan penggunaan smartphone, dll.) | Kebutuhan pengembangan | Kesiapan media | Fasilitas teknologi | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Fasilitas teknologi apa saja yang tersedia di program studi dan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran? (Misalnya: laboratorium komputer, proyektor, akses internet, kebijakan penggunaan smartphone, dll.) |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T14/R1 | 9 | Apakah siswa diperbolehkan menggunakan perangkat digital pribadi (smartphone/tablet) selama kegiatan pembelajaran? Bagaimana kebijakannya di sekolah ini? | Kebutuhan pengembangan | Kesiapan media | Kebijakan perangkat pribadi | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Apakah mahasiswa diperbolehkan menggunakan perangkat digital pribadi (smartphone/tablet) selama kegiatan pembelajaran? Bagaimana kebijakannya di program studi ini? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T15/R1 | 10 | Pernahkah Bapak/Ibu menggunakan media digital, simulasi interaktif, atau game edukasi dalam pembelajaran? Bagaimana respons siswa dan pengalaman Bapak/Ibu? | Kebutuhan pengembangan | Kesiapan media | Pengalaman dosen dengan media digital | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Pernahkah Bapak/Ibu menggunakan media digital, simulasi interaktif, atau game edukasi dalam pembelajaran? Bagaimana respons mahasiswa dan pengalaman Bapak/Ibu? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T16/R1 | 11 | Seberapa terbuka Bapak/Ibu terhadap gagasan penggunaan game digital sebagai media pembelajaran empati? Adakah kekhawatiran yang perlu dipertimbangkan? | Kebutuhan pengembangan | Kesiapan media | Penerimaan dan kekhawatiran dosen | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Seberapa terbuka Bapak/Ibu terhadap gagasan penggunaan game digital sebagai media pembelajaran empati? Adakah kekhawatiran yang perlu dipertimbangkan? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T18/R1 | 12 | Dalam kurikulum SMK keperawatan yang berlaku saat ini, di mana posisi kompetensi empati? Apakah sudah tercantum secara eksplisit dalam capaian pembelajaran atau standar kompetensi? | Kebutuhan pengembangan | Kurikulum/kebutuhan pengembangan | Posisi empati dalam kurikulum | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Dalam kurikulum SMK keperawatan yang berlaku saat ini, di mana posisi kompetensi empati? Apakah sudah tercantum secara eksplisit dalam capaian pembelajaran atau standar kompetensi? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T19/R1 | 13 | Mata pelajaran apa yang menurut Bapak/Ibu paling relevan sebagai wadah implementasi desain instruksional berbasis gamifikasi untuk pengembangan empati? | Kebutuhan pengembangan | Kurikulum/kebutuhan pengembangan | Mata kuliah untuk implementasi | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Mata pelajaran apa yang menurut Bapak/Ibu paling relevan sebagai wadah implementasi desain instruksional berbasis gamifikasi untuk pengembangan empati? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T20/R1 | 14 | Berdasarkan pengalaman Bapak/Ibu atau masukan dari dunia kerja (rumah sakit, klinik, puskesmas), seberapa penting kompetensi empati bagi lulusan SMK keperawatan? | Kebutuhan pengembangan | Kurikulum/kebutuhan pengembangan | Kebutuhan empati lulusan dari layanan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Berdasarkan pengalaman Bapak/Ibu atau masukan dari dunia kerja (rumah sakit, klinik, puskesmas), seberapa penting kompetensi empati bagi lulusan SMK keperawatan? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T22/R1 | 15 | Menurut Bapak/Ibu, seperti apa idealnya sebuah media atau pendekatan pembelajaran yang dapat benar-benar mengembangkan empati siswa secara efektif, autentik, dan berkelanjutan? | Kebutuhan pengembangan | Kurikulum/kebutuhan pengembangan | Harapan desain pembelajaran | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Menurut Bapak/Ibu, seperti apa idealnya sebuah media atau pendekatan pembelajaran yang dapat benar-benar mengembangkan empati mahasiswa secara efektif, autentik, dan berkelanjutan? |
| KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T23/R1 | 16 | Adakah hal lain yang ingin Bapak/Ibu sampaikan terkait kebutuhan pengembangan pembelajaran empati di sekolah ini yang belum tercakup dalam pertanyaan-pertanyaan sebelumnya? | Kebutuhan pengembangan | Kurikulum/kebutuhan pengembangan | Kebutuhan lain yang belum tercakup | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Adakah hal lain yang ingin Bapak/Ibu sampaikan terkait kebutuhan pengembangan pembelajaran empati di program studi ini yang belum tercakup dalam pertanyaan-pertanyaan sebelumnya? |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R2 | 4 | Saya memahami apa yang dimaksud dengan empati dalam konteks keperawatan. | Kebutuhan pengembangan | Persepsi awal | Pemahaman konsep empati yang dilaporkan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya memahami apa yang dimaksud dengan empati dalam konteks keperawatan. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R3 | 5 | Saya mengetahui perbedaan antara empati dan simpati dalam pelayanan kesehatan. | Kebutuhan pengembangan | Persepsi awal | Pengetahuan perbedaan empati/simpati yang dilaporkan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya mengetahui perbedaan antara empati dan simpati dalam pelayanan kesehatan. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R4 | 6 | Saya memahami bahwa empati adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih, bukan sekadar bawaan kepribadian. | Kebutuhan pengembangan | Persepsi awal | Keyakinan empati dapat dilatih | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya memahami bahwa empati adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih, bukan sekadar bawaan kepribadian. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R5 | 7 | Saya menyadari pentingnya empati dalam membangun hubungan yang baik antara perawat dan pasien. | Kebutuhan pengembangan | Persepsi awal | Pentingnya empati dalam hubungan pasien | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya menyadari pentingnya empati dalam membangun hubungan yang baik antara perawat dan pasien. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R6 | 8 | Saya merasa sudah cukup mampu menempatkan diri pada posisi pasien saat memberikan pelayanan keperawatan. | Kebutuhan pengembangan | Persepsi awal | Kemampuan awal perspektif yang dipersepsikan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Catat persepsi awal/kebutuhan belajar atas pernyataan ini; jangan masukkan ke skor outcome empati. Saya merasa sudah cukup mampu menempatkan diri pada posisi pasien saat memberikan pelayanan keperawatan. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R7 | 9 | Saya merasa pembelajaran empati yang ada saat ini di sekolah sudah mencukupi kebutuhanku sebagai calon perawat. | Kebutuhan pengembangan | Persepsi awal | Kecukupan pembelajaran yang dirasakan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya merasa pembelajaran empati yang ada saat ini di program studi sudah mencukupi kebutuhanku sebagai calon perawat. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T28/R2 | 13 | Saya merasa nyaman belajar menggunakan media digital (video, aplikasi, e-learning, dll.). | Kebutuhan pengembangan | Pengalaman teknologi | Kenyamanan belajar digital | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya merasa nyaman belajar menggunakan media digital (video, aplikasi, e-learning, dll.). |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T28/R3 | 14 | Saya pernah merasa lebih mudah memahami sesuatu melalui game atau simulasi dibandingkan hanya membaca buku atau mendengarkan ceramah. | Kebutuhan pengembangan | Pengalaman teknologi | Pengalaman belajar melalui game/simulasi | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya pernah merasa lebih mudah memahami sesuatu melalui game atau simulasi dibandingkan hanya membaca buku atau mendengarkan ceramah. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T28/R4 | 15 | Saya tertarik jika ada game digital yang dapat membantu saya belajar keterampilan keperawatan. | Kebutuhan pengembangan | Pengalaman teknologi | Minat media digital keperawatan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya tertarik jika ada game digital yang dapat membantu saya belajar keterampilan keperawatan. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R2 | 16 | Saya merasa metode pembelajaran empati yang ada saat ini belum cukup membantu saya untuk benar-benar merasakan apa yang dirasakan pasien. | Kebutuhan pengembangan | Kebutuhan/harapan | Kebutuhan pembelajaran afektif yang dirasakan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Catat persepsi awal/kebutuhan belajar atas pernyataan ini; jangan masukkan ke skor outcome empati. Saya merasa metode pembelajaran empati yang ada saat ini belum cukup membantu saya untuk benar-benar merasakan apa yang dirasakan pasien. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R3 | 17 | Saya membutuhkan media pembelajaran yang memungkinkan saya berlatih berempati dalam situasi yang terasa nyata dan kontekstual. | Kebutuhan pengembangan | Kebutuhan/harapan | Kebutuhan latihan kasus autentik | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya membutuhkan media pembelajaran yang memungkinkan saya berlatih berempati dalam situasi yang terasa nyata dan kontekstual. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R4 | 18 | Saya tertarik untuk belajar empati melalui game digital yang menyimulasikan berbagai situasi dan skenario keperawatan. | Kebutuhan pengembangan | Kebutuhan/harapan | Minat simulasi empati | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya tertarik untuk belajar empati melalui game digital yang menyimulasikan berbagai situasi dan skenario keperawatan. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R5 | 19 | Saya merasa belajar melalui game akan membuat topik empati lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan. | Kebutuhan pengembangan | Kebutuhan/harapan | Harapan manfaat pembelajaran digital | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Catat persepsi awal/kebutuhan belajar atas pernyataan ini; jangan masukkan ke skor outcome empati. Saya merasa belajar melalui game akan membuat topik empati lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R6 | 20 | Saya yakin bahwa berlatih empati melalui game digital dapat membantu saya menjadi perawat yang lebih peka dan profesional. | Kebutuhan pengembangan | Kebutuhan/harapan | Harapan kesiapan profesional | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Catat persepsi awal/kebutuhan belajar atas pernyataan ini; jangan masukkan ke skor outcome empati. Saya yakin bahwa berlatih empati melalui game digital dapat membantu saya menjadi perawat yang lebih peka dan profesional. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R7 | 21 | Saya bersedia meluangkan waktu untuk belajar menggunakan game digital sebagai bagian dari pembelajaran empati di sekolah. | Kebutuhan pengembangan | Kebutuhan/harapan | Kesediaan mengikuti pembelajaran digital | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Saya bersedia meluangkan waktu untuk belajar menggunakan game digital sebagai bagian dari pembelajaran empati di program studi. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T35/R2 | 1 | Komponen-komponen model desain instruksional terdefinisi dengan jelas dan tidak ambigu. | Kualitas desain model | Rasional | Batas komponen | S01; S04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T35/R3 | 2 | Hubungan logis antar komponen model tergambar secara sistematis dan koheren. | Kualitas desain model | Rasional | Hubungan komponen | S01; S03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T35/R4 | 3 | Diagram/bagan model mudah dipahami dan merepresentasikan alur pembelajaran secara akurat. | Kualitas desain model | Rasional | Akurasi diagram | S01; S04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T36/R2 | 4 | Model berlandaskan teori desain instruksional yang relevan dan mutakhir. | Kualitas desain model | Landasan | Dukungan teori | S01; S02; S03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T36/R3 | 5 | Teori gamifikasi (elemen, mekanisme, dan dinamika) terintegrasi secara koheren dalam model. | Kualitas desain model | Gamifikasi | Tujuan elemen | S07; S08 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T36/R4 | 6 | Landasan teori empati dalam keperawatan tercermin dengan jelas dalam struktur model. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T37/R2 | 7 | Model dirancang secara tepat untuk mencapai peningkatan empati kognitif siswa keperawatan. | Kualitas desain model | Tujuan | Kognitif | S09; S10 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T37/R3 | 8 | Model dirancang secara tepat untuk mencapai peningkatan empati afektif siswa keperawatan. | Kualitas desain model | Tujuan | Afektif | S09; S10; S11 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T37/R4 | 9 | Model sesuai dengan karakteristik dan konteks pembelajaran SMK Keperawatan. | Kualitas desain model | Konteks | Kesesuaian D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T38/R2 | 10 | Tahapan/sintaks pembelajaran dalam model jelas, operasional, dan dapat dilaksanakan. | Kualitas desain model | Sintaks | Transisi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T38/R3 | 11 | Urutan aktivitas pembelajaran dalam model mendukung perkembangan empati siswa secara progresif. | Kualitas desain model | Sintaks | Urutan belajar | S02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T38/R4 | 12 | Alokasi waktu yang ditetapkan dalam desain instruksional realistis dan proporsional. | Operasionalisasi model | Waktu | 100 menit | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T38/R5 | 13 | Peran guru dan siswa dalam setiap tahap pembelajaran terdefinisi dengan baik. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Peran | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T39/R2 | 14 | Model memberikan pendekatan baru yang membedakannya dari model desain instruksional yang sudah ada. | Kualitas desain model | Kontribusi | Pembanding novelty | S13; S14; S26 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan. |
| Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T39/R3 | 15 | Model berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu desain instruksional, khususnya pada pendidikan vokasional kesehatan. | Kualitas desain model | Kontribusi | Kebutuhan dan kontribusi | S01; S25; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T45/R2 | 1 | Konsep empati kognitif (kemampuan mengambil perspektif pasien) disajikan dengan benar dan akurat dalam konten game. | Kelayakan substantif kasus | Empati kognitif | Akurasi konsep | S09; S10 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T45/R3 | 2 | Konsep empati afektif (kemampuan merasakan emosi pasien) disajikan dengan benar dan akurat dalam konten game. | Kelayakan substantif kasus | Empati afektif | Kepedulian | S09; S10; S11 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T45/R4 | 3 | Tidak terdapat miskonsepsi atau informasi yang menyesatkan tentang empati dalam keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | GABUNGKAN | Cegah miskonsepsi dan bedakan empati/simpati/distres pada T03; tidak perlu dua penilaian yang sama. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T45/R5 | 4 | Perbedaan antara empati dan simpati dalam konteks keperawatan direpresentasikan dengan tepat. | Kelayakan substantif kasus | Batas konsep | Empati vs distres | S09; S10 | GABUNGKAN | Cegah miskonsepsi dan bedakan empati/simpati/distres pada T03; tidak perlu dua penilaian yang sama. | T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T46/R2 | 5 | Skenario dalam game mencerminkan situasi nyata yang dihadapi perawat dalam praktik klinik. | Kelayakan substantif kasus | Authenticity | Kewajaran kasus | S14; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T46/R3 | 6 | Situasi dan kasus yang disajikan relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan siswa SMK Keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Kompleksitas | Jenjang D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T46/R4 | 7 | Prosedur dan tindakan keperawatan yang ditampilkan dalam game sesuai dengan standar praktik keperawatan yang berlaku. | Kelayakan substantif kasus | Keilmuan | Keselamatan klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T46/R5 | 8 | Dialog dan respons empatik dalam game merepresentasikan praktik komunikasi terapeutik yang baik. | Kelayakan substantif kasus | Komunikasi | Respons terapeutik | S11; S12; S24 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T47/R2 | 9 | Kedalaman materi empati sesuai dengan jenjang kompetensi siswa SMK Keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Kompleksitas | Jenjang D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T47/R3 | 10 | Konten mencakup keseimbangan yang memadai antara aspek empati kognitif dan afektif. | Kelayakan substantif kasus | Cakupan | Kognitif dan afektif | S09; S10; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T47/R4 | 11 | Cakupan skenario memadai untuk melatih berbagai dimensi empati klinis. | Kelayakan substantif kasus | Cakupan | Kognitif dan afektif | S09; S10; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T48/R2 | 12 | Skenario dan konteks yang digunakan relevan dengan budaya dan kondisi layanan kesehatan di Indonesia. | Kelayakan substantif kasus | Budaya | Tanpa stereotip | S24; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya. |
| Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T48/R3 | 13 | Konten mencerminkan perkembangan dan praktik keperawatan terkini. | Kelayakan substantif kasus | Keilmuan | Keselamatan klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T54/R2 | 1 | Penggunaan warna, tipografi, dan tata letak mendukung kenyamanan visual dan keterbacaan. | Kualitas fungsional media | Readability; Accessibility | Teks; Kontras | S21; S23 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T54/R3 | 2 | Kualitas grafis, ilustrasi, dan animasi mendukung pemahaman konten empati. | Kualitas fungsional media | Readability | Teks | S21; S23 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T54/R4 | 3 | Desain antarmuka (UI) konsisten dan profesional di seluruh bagian game. | Kualitas fungsional media | Antarmuka | Konsistensi | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T55/R2 | 4 | Elemen gamifikasi (poin, badge, level, leaderboard) dirancang secara tepat dan mendukung tujuan pembelajaran empati. | Kualitas fungsional media | Game alignment | Implementasi elemen | S07; L01 | REVISI | Poin/badge/leaderboard dan audio belum dibuktikan sebagai fitur wajib produk; nilai hanya elemen yang benar-benar diimplementasikan. Modality tidak tepat dinilai bila audio tidak tersedia. | W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T55/R3 | 5 | Mekanisme umpan balik (feedback) dalam game efektif, informatif, dan tepat waktu. | Kualitas fungsional media | Feedback | Pilihan sesuai | S22; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T55/R4 | 6 | Tingkat tantangan (challenge level) dalam game sesuai dengan kemampuan siswa SMK Keperawatan. | Kelayakan substantif kasus | Kompleksitas | Jenjang D3 | S03; L03 | PINDAHKAN | Kesulitan klinis ke materi T06; keterlibatan yang dirasakan ke respons mahasiswa R05. Ahli media tidak menilai kondisi afektif internal. | T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T55/R5 | 7 | Narasi dan alur cerita (storyline) game mampu membangun keterlibatan emosional siswa. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Penerimaan | Cerita | S21; S20; L01 | PINDAHKAN | Kesulitan klinis ke materi T06; keterlibatan yang dirasakan ke respons mahasiswa R05. Ahli media tidak menilai kondisi afektif internal. | R05: Alur kasus membuat saya ingin melanjutkan kegiatan. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T56/R2 | 8 | Antarmuka game mudah digunakan (user-friendly) tanpa membutuhkan panduan yang panjang. | Kualitas fungsional media | Navigasi | Kontrol | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T56/R3 | 9 | Navigasi dalam game konsisten, intuitif, dan tidak membingungkan pengguna. | Kualitas fungsional media | Navigasi | Kontrol | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T56/R4 | 10 | Instruksi dan petunjuk dalam game jelas dan mudah dipahami oleh siswa SMK. | Kualitas fungsional media | Progress | Posisi aktivitas | S07; S21 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T57/R2 | 11 | Penerapan prinsip contiguity: elemen teks dan gambar yang berkaitan ditempatkan berdekatan. | Kualitas fungsional media | Readability | Teks | S21; S23 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T57/R3 | 12 | Penerapan prinsip modality: kombinasi audio dan visual digunakan secara seimbang dan efektif. | Kualitas fungsional media | Tempo | Kontrol membaca | S21; S22 | REVISI | Poin/badge/leaderboard dan audio belum dibuktikan sebagai fitur wajib produk; nilai hanya elemen yang benar-benar diimplementasikan. Modality tidak tepat dinilai bila audio tidak tersedia. | W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T57/R4 | 13 | Tidak terdapat informasi yang berlebihan atau mengganggu (prinsip coherence). | Kualitas fungsional media | Tempo | Kontrol membaca | S21; S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T58/R2 | 14 | Aplikasi berjalan stabil tanpa error, crash, atau gangguan yang mengganggu pengalaman bermain. | Kualitas fungsional media | Teknis | Penyelesaian | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T58/R3 | 15 | Kecepatan loading aplikasi memadai dan tidak menghambat kelancaran pembelajaran. | Kualitas fungsional media | Teknis | Penyelesaian | S22 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran. |
| Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T58/R4 | 16 | Game dapat diakses dengan baik di berbagai jenis perangkat yang umum digunakan siswa. | Kualitas fungsional media | Responsiveness | Reflow | S23 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T64/R2 | 1 | Kalimat-kalimat dalam produk mudah dipahami oleh siswa SMK tanpa menimbulkan ambiguitas. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Keterpahaman | S20; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T64/R3 | 2 | Panjang kalimat proporsional dan tidak membebani pemahaman pembaca. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Keterpahaman | S20; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T64/R4 | 3 | Struktur paragraf dan penyajian teks terorganisasi dengan baik dan logis. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Keterpahaman | S20; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T65/R2 | 4 | Penggunaan ejaan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). | Operasionalisasi model | Bahasa panduan | Keterpahaman | S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T65/R3 | 5 | Tata bahasa (sintaksis dan morfologi) yang digunakan tepat dan baku. | Operasionalisasi model | Bahasa panduan | Keterpahaman | S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T65/R4 | 6 | Penggunaan istilah keperawatan dalam teks tepat dan sesuai dengan terminologi medis yang berlaku. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa materi | Istilah klinis | S24; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T66/R2 | 7 | Bahasa yang digunakan bersifat dialogis, hangat, dan memotivasi siswa untuk terlibat aktif. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa dialog | Kewajaran dialog | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T66/R3 | 8 | Instruksi dan panduan disampaikan secara jelas, langsung, dan tidak bertele-tele. | Operasionalisasi model | Dosen; Mahasiswa | Petunjuk tindakan | S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P04: Panduan dosen menjelaskan tindakan fasilitator yang harus dilakukan pada setiap fase.; P05: Panduan mahasiswa menjelaskan tugas peserta pada setiap fase. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T66/R4 | 9 | Bahasa dalam game mampu membangun suasana empatik yang mendukung tujuan pembelajaran. | Kelayakan substantif kasus | Bahasa dialog | Kewajaran dialog | S14; L02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T67/R2 | 10 | Penggunaan istilah dan terminologi konsisten di seluruh produk (game, buku panduan guru, buku panduan siswa). | Kualitas desain model; Operasionalisasi model | Konsistensi buku; Bahasa panduan | Terminologi; Keterpahaman | S01; L01; S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M31: Istilah konstruk, KPIEN, sintaks, dan sumber bukti digunakan secara konsisten dalam Buku Model.; P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran. |
| Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T67/R3 | 11 | Gaya bahasa dan tingkat formalitas konsisten di seluruh bagian produk. | Operasionalisasi model | Bahasa panduan | Keterpahaman | S20 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T73/R2 | 1 | Saya dapat mengoperasikan game ini dengan mudah tanpa harus meminta bantuan orang lain. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Usability | Operasi | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R01: Saya dapat menjalankan fungsi utama game dengan mudah. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T73/R3 | 2 | Petunjuk dan instruksi dalam game disampaikan dengan jelas dan mudah saya pahami. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Usability | Petunjuk | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R02: Petunjuk penggunaan game mudah saya pahami. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T73/R4 | 3 | Tampilan menu dan navigasi game memudahkan saya untuk berpindah antar bagian. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Usability | Navigasi | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R03: Menu game memudahkan saya berpindah antarbagian. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T74/R2 | 4 | Tampilan visual game (warna, karakter, animasi) menarik dan menyenangkan. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Penerimaan | Visual | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R04: Tampilan visual game menarik bagi saya. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T74/R3 | 5 | Alur cerita dan skenario dalam game membuat saya penasaran dan ingin terus bermain. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Penerimaan | Cerita | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R05: Alur kasus membuat saya ingin melanjutkan kegiatan. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T74/R4 | 6 | Elemen game seperti poin, badge, dan level membuat pembelajaran lebih menarik dan menantang. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Penerimaan | Kemajuan | S21; S20; L01 | REVISI | Sebut kemajuan aktivitas yang tersedia; poin/badge/level belum dibuktikan. | R06: Penanda kemajuan membantu saya mengikuti kegiatan belajar. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T74/R5 | 7 | Saya tidak merasa bosan selama menggunakan game ini. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Penerimaan | Keterlibatan | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R07: Saya dapat mempertahankan perhatian selama menggunakan game. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T75/R2 | 8 | Skenario dalam game membantu saya memahami apa artinya berempati kepada pasien. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Manfaat dirasakan | Makna empati | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R08: Kasus dalam game membantu saya memahami makna respons empatik kepada pasien. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T75/R3 | 9 | Melalui game ini, saya menjadi lebih mampu membayangkan apa yang dirasakan oleh pasien. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Manfaat dirasakan | Latihan perspektif | S21; S20; L01 | REVISI | Ganti klaim menjadi lebih empatik menjadi kesempatan belajar yang dirasakan; hindari membuat ukuran outcome empati baru. | R09: Game memberi saya kesempatan meninjau situasi dari sudut pandang pasien. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T75/R4 | 10 | Situasi dan kasus dalam game terasa nyata dan relevan dengan pekerjaan seorang perawat. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Authenticity dirasakan | Kasus | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R10: Situasi dalam game terasa masuk akal bagi saya sebagai mahasiswa keperawatan. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T75/R5 | 11 | Bahasa dan dialog dalam game mudah saya pahami. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Readability | Bahasa | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R11: Bahasa dalam kasus mudah saya pahami. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T76/R2 | 12 | Game ini membuat saya lebih peka terhadap perasaan dan kebutuhan pasien. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Manfaat dirasakan | Cue | S21; S20; L01 | REVISI | Ganti klaim menjadi lebih empatik menjadi kesempatan belajar yang dirasakan; hindari membuat ukuran outcome empati baru. | R12: Game memberi saya kesempatan memperhatikan isyarat kebutuhan pasien. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T76/R3 | 13 | Saya merasa game ini bermanfaat untuk mempersiapkan saya menjadi perawat yang lebih berempati. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Manfaat dirasakan | Persiapan | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R13: Kegiatan GRACE bermanfaat bagi persiapan komunikasi saya dengan pasien. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T76/R4 | 14 | Saya merasa terlibat secara emosional dalam skenario-skenario yang disajikan game. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Penerimaan | Keterhubungan kasus | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R14: Saya merasa terlibat dengan situasi pasien yang digambarkan dalam kasus. |
| Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T76/R5 | 15 | Saya akan merekomendasikan game ini kepada teman-teman saya untuk digunakan dalam pembelajaran. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Penerimaan | Rekomendasi | S21; S20; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | R15: Saya bersedia merekomendasikan kegiatan GRACE kepada teman untuk pembelajaran. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T82/R2 | 1 | Sintaks / tahapan pembelajaran dalam desain instruksional ini dapat dilaksanakan dengan baik di kelas. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Sintaks / tahapan pembelajaran dalam desain instruksional ini dapat dilaksanakan dengan baik di kelas. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Sintaks / tahapan pembelajaran dalam desain instruksional ini dapat dilaksanakan dengan baik di kelas. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T82/R3 | 2 | Alokasi waktu yang ditetapkan dalam desain instruksional realistis dan dapat dipenuhi. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Alokasi waktu yang ditetapkan dalam desain instruksional realistis dan dapat dipenuhi. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Alokasi waktu yang ditetapkan dalam desain instruksional realistis dan dapat dipenuhi. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T82/R4 | 3 | Peran guru dalam setiap tahap pembelajaran terdefinisi dengan jelas dalam buku panduan. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Peran guru dalam setiap tahap pembelajaran terdefinisi dengan jelas dalam buku panduan. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Peran dosen dalam setiap tahap pembelajaran terdefinisi dengan jelas dalam buku panduan. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T82/R5 | 4 | Transisi antar tahap pembelajaran berlangsung lancar tanpa kebingungan berarti. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Transisi antar tahap pembelajaran berlangsung lancar tanpa kebingungan berarti. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Transisi antar tahap pembelajaran berlangsung lancar tanpa kebingungan berarti. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T83/R2 | 5 | Buku Panduan Guru mudah dipahami dan cukup sebagai panduan implementasi. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Buku Panduan Guru mudah dipahami dan cukup sebagai panduan implementasi. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Buku Panduan Guru mudah dipahami dan cukup sebagai panduan implementasi. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T83/R3 | 6 | Game digital mudah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Game digital mudah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Game digital mudah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T83/R4 | 7 | Saya tidak membutuhkan pelatihan yang panjang untuk mengimplementasikan desain instruksional ini. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Saya tidak membutuhkan pelatihan yang panjang untuk mengimplementasikan desain instruksional ini. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Saya tidak membutuhkan pelatihan yang panjang untuk mengimplementasikan desain instruksional ini. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T84/R2 | 8 | Desain instruksional ini sesuai dengan kurikulum SMK Keperawatan yang berlaku. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Desain instruksional ini sesuai dengan kurikulum SMK Keperawatan yang berlaku. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Desain instruksional ini sesuai dengan kurikulum D3 Keperawatan yang berlaku. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T84/R3 | 9 | Kompetensi empati yang dikembangkan relevan dengan standar kompetensi keperawatan. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Kompetensi empati yang dikembangkan relevan dengan standar kompetensi keperawatan. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Kompetensi empati yang dikembangkan relevan dengan standar kompetensi keperawatan. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T85/R2 | 10 | Game ini membantu saya mengajarkan empati dengan cara yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Game ini membantu saya mengajarkan empati dengan cara yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Game ini membantu saya mengajarkan empati dengan cara yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T85/R3 | 11 | Siswa tampak lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran menggunakan game ini. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Siswa tampak lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran menggunakan game ini. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Siswa tampak lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran menggunakan game ini. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T85/R4 | 12 | Desain instruksional ini layak untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pembelajaran keperawatan. | Kepraktisan aktual | Persepsi dosen | Desain instruksional ini layak untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pembelajaran keperawatan. | S01;S21 | PINDAHKAN | Respons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi. | Catatan pilot dosen: Desain instruksional ini layak untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pembelajaran keperawatan. [tanpa klaim efektivitas kausal]. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T91/R2 | 1 | Guru menyampaikan tujuan pembelajaran empati secara jelas kepada siswa. | Fidelity proses pembelajaran | Prebriefing | Tujuan | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O01: Dosen menyampaikan tujuan belajar empati pada awal sesi. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T91/R3 | 2 | Guru mengaitkan materi dengan pengalaman atau pengetahuan awal siswa tentang empati. | Fidelity proses pembelajaran | Prebriefing | Priming | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O02: Dosen mengajak mahasiswa meninjau kasus dari sudut pandang pasien sebelum simulasi. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T91/R4 | 3 | Guru memberikan penjelasan singkat tentang cara menggunakan game digital. | Fidelity proses pembelajaran | Prebriefing | Kesiapan | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O03: Dosen memeriksa kesiapan peserta untuk mengakses aktivitas simulasi. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T91/R5 | 4 | Siswa mempersiapkan perangkat digital yang diperlukan dengan tertib. | Fidelity proses pembelajaran | Prebriefing | Kesiapan | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O03: Dosen memeriksa kesiapan peserta untuk mengakses aktivitas simulasi. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R2 | 5 | Siswa berhasil mengakses dan memulai game sesuai petunjuk yang diberikan. | Fidelity proses pembelajaran | Simulation | Akses | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O04: Peserta memulai skenario yang ditetapkan untuk pertemuan tersebut. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R3 | 6 | Siswa menyelesaikan skenario empati dalam game secara individual / kelompok. | Fidelity proses pembelajaran | Simulation | Peran | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O05: Peserta diberi tugas mengambil keputusan sebagai perawat pada kasus. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R4 | 7 | Elemen gamifikasi (poin, badge, level) berfungsi sebagaimana yang dirancang. | Fidelity proses pembelajaran | Simulation | Konsekuensi | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O08: Peserta memperoleh tampilan konsekuensi sesuai pilihannya. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R5 | 8 | Guru memantau dan membimbing siswa selama aktivitas berlangsung. | Fidelity proses pembelajaran | Simulation | Bantuan | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O10: Dosen mengikuti batas bantuan yang ditetapkan selama pengambilan keputusan. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R6 | 9 | Siswa menunjukkan keterlibatan aktif selama bermain game. | Instrumen/metatelaah | Kualitas penggunaan | CAT-K1 | S18;S19;S20;L01 | PINDAHKAN | Antusiasme mahasiswa adalah data keterlibatan, bukan fidelity kegiatan wajib fasilitator. | CAT-K1 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T93/R2 | 10 | Guru memfasilitasi sesi diskusi refleksi setelah aktivitas game selesai. | Fidelity proses pembelajaran | Debriefing | Rekonstruksi | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O11: Dosen meminta rekonstruksi satu pilihan peserta pada kasus. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T93/R3 | 11 | Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman empatik yang dirasakan dari game. | Fidelity proses pembelajaran | Debriefing | Perspektif | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O12: Dosen meminta penafsiran perspektif pasien dari bukti kasus. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T93/R4 | 12 | Guru mengaitkan pengalaman dalam game dengan kompetensi empati dalam praktik nyata keperawatan. | Fidelity proses pembelajaran | Debriefing | Prinsip | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O16: Dosen membantu merumuskan prinsip komunikasi dari pengalaman kasus. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T94/R2 | 13 | Guru memberikan kesimpulan pembelajaran yang mengacu pada tujuan empati yang ditetapkan. | Fidelity proses pembelajaran | Evaluation | Rencana | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O18: Peserta diminta menyusun rencana respons untuk kesempatan berikutnya. |
| Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T94/R3 | 14 | Guru memberikan umpan balik kepada siswa tentang capaian pembelajaran. | Fidelity proses pembelajaran | Evaluation | Feedback | L01; L02; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | O17: Dosen memberi umpan balik formatif berdasarkan bukti kegiatan. |
| Keterlibatan3 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T95/R2 | 1 | Tingkat partisipasi dan antusiasme siswa selama aktivitas game berlangsung. | Keterlibatan/performa | Catatan tambahan pilot | Tingkat partisipasi dan antusiasme siswa selama aktivitas game berlangsung. | L01;S20 | PINDAHKAN | Pisahkan catatan keterlibatan/performa dari skor keterlaksanaan; observer tidak mengukur empati internal dengan impresi umum. | Catatan terpisah dengan bukti perilaku; tidak dimasukkan ke persentase fidelity atau KCES-R. |
| Keterlibatan3 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T95/R3 | 2 | Kualitas respons empatik yang ditunjukkan siswa dalam sesi diskusi/refleksi. | Keterlibatan/performa | Catatan tambahan pilot | Kualitas respons empatik yang ditunjukkan siswa dalam sesi diskusi/refleksi. | L01;S20 | PINDAHKAN | Pisahkan catatan keterlibatan/performa dari skor keterlaksanaan; observer tidak mengukur empati internal dengan impresi umum. | Catatan terpisah dengan bukti perilaku; tidak dimasukkan ke persentase fidelity atau KCES-R. |
| Keterlibatan3 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T95/R4 | 3 | Kemampuan siswa menghubungkan pengalaman game dengan situasi keperawatan nyata. | Keterlibatan/performa | Catatan tambahan pilot | Kemampuan siswa menghubungkan pengalaman game dengan situasi keperawatan nyata. | L01;S20 | PINDAHKAN | Pisahkan catatan keterlibatan/performa dari skor keterlaksanaan; observer tidak mengukur empati internal dengan impresi umum. | Catatan terpisah dengan bukti perilaku; tidak dimasukkan ke persentase fidelity atau KCES-R. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R2 | 1 | Ketika seorang pasien menceritakan masalahnya, saya berusaha untuk melihat situasi tersebut dari sudut pandang mereka. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R3 | 2 | Saya mencoba membayangkan bagaimana perasaan pasien sebelum saya memberikan tindakan keperawatan. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R4 | 3 | Saya dapat memahami alasan di balik reaksi atau perilaku pasien, meskipun berbeda dengan cara saya bereaksi. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R5 | 4 | Ketika pasien merasa takut atau cemas, saya berusaha memahami apa yang menyebabkan perasaan tersebut. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R6 | 5 | Saya menganggap penting untuk memahami perspektif pasien sebelum mengambil keputusan tentang perawatan mereka. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R7 | 6 | Saya mampu memahami sudut pandang pasien yang berbeda latar belakang budaya atau pengalamannya dari saya. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R8 | 7 | Ketika pasien tidak mengungkapkan perasaannya secara langsung, saya berusaha membaca isyarat non-verbal mereka. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R2 | 8 | Saya merasakan kekhawatiran yang tulus ketika seorang pasien menyampaikan rasa sakitnya. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R3 | 9 | Ketika pasien menangis atau terlihat sedih, saya ikut merasakan kesedihan tersebut. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R4 | 10 | Saya merasa tersentuh secara emosional ketika melihat pasien dalam kondisi yang menderita. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R5 | 11 | Kebahagiaan pasien yang saya rawat turut membuat saya merasa senang. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R6 | 12 | Saya kesulitan untuk tidak terpengaruh secara emosional ketika pasien menceritakan pengalaman yang menyedihkan. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R7 | 13 | Ketika pasien merasa putus asa, saya merasakan dorongan kuat untuk membantu meringankan beban mereka. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R8 | 14 | Saya peduli dengan perasaan pasien tidak hanya sebatas tugas, tetapi karena saya benar-benar ingin membantu mereka. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R9 | 15 | Kondisi emosional pasien memengaruhi suasana hati dan semangat saya dalam memberikan pelayanan. | Outcome yang salah diatribusikan | Bukan KCES-R sumber14 | Identitas item sumber | S15;S16;L04 | HAPUS | Hapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru. | Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu. |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P66 | 1 | Apakah kamu pernah mendapatkan pembelajaran khusus tentang empati dalam keperawatan? | Kebutuhan pengembangan | Pengalaman belajar | Pengalaman belajar empati sebelumnya | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Apakah kamu pernah mendapatkan pembelajaran khusus tentang empati dalam keperawatan? |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P70 | 2 | Jika Ya, dalam bentuk apa pembelajaran tersebut? (Boleh pilih lebih dari satu) | Kebutuhan pengembangan | Pengalaman belajar | Bentuk kegiatan belajar sebelumnya | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Jika Ya, dalam bentuk apa pembelajaran tersebut? (Boleh pilih lebih dari satu) |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P79 | 3 | Seberapa sering topik empati dibahas dalam pembelajaran keperawatanmu? | Kebutuhan pengembangan | Pengalaman belajar | Frekuensi pembahasan empati | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Seberapa sering topik empati dibahas dalam pembelajaran keperawatanmu? |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P88 | 10 | Perangkat digital apa yang biasa kamu gunakan sehari-hari? (Boleh pilih lebih dari satu) | Kebutuhan pengembangan | Pengalaman teknologi | Kepemilikan/akses perangkat | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Perangkat digital apa yang biasa kamu gunakan sehari-hari? (Boleh pilih lebih dari satu) |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P94 | 11 | Seberapa sering kamu bermain game digital (di smartphone, komputer, atau tablet)? | Kebutuhan pengembangan | Pengalaman teknologi | Frekuensi bermain game | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Seberapa sering kamu bermain game digital (di smartphone, komputer, atau tablet)? |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P100 | 12 | Jenis game apa yang paling sering kamu mainkan? (Boleh pilih lebih dari satu) | Kebutuhan pengembangan | Pengalaman teknologi | Jenis game yang biasa digunakan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Jenis game apa yang paling sering kamu mainkan? (Boleh pilih lebih dari satu) |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P113 | 22 | Menurut kamu, situasi atau skenario keperawatan seperti apa yang paling penting untuk dipelajari agar kamu bisa berlatih berempati? (Contoh: menghadapi pasien yang menangis, menyampaikan berita buruk, merawat pasien kritis, dll.) | Kebutuhan pengembangan | Prioritas terbuka | Prioritas kasus yang dibutuhkan | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Menurut kamu, situasi atau skenario keperawatan seperti apa yang paling penting untuk dipelajari agar kamu bisa berlatih berempati? (Contoh: menghadapi pasien yang menangis, menyampaikan berita buruk, merawat pasien kritis, dll.) |
| KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P115 | 23 | Adakah harapan atau saran lainnya terkait pembelajaran empati di sekolahmu? | Kebutuhan pengembangan | Prioritas terbuka | Saran terbuka pembelajaran | S01;S20; sumber lokal088 | REVISI | Simpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome. | Adakah harapan atau saran lainnya terkait pembelajaran empati di program studimu? |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R2 | 1 | Comprehend [insert group here]’s experiences. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K01: Memahami pengalaman pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R3 | 2 | Express an understanding of [insert group here]’s feelings. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K02: Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R4 | 3 | Value [insert group here]’s point of view. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K03: Menghargai sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R5 | 4 | Consider [insert group here]’s feelings to provide patient-centered care. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K04: Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R6 | 5 | Be caring in order to build a strong relationship with [insert group here]. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K05: Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R7 | 6 | Identify with [insert group here]’s feelings. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K06: Turut merasakan perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R8 | 7 | View the world from [insert group here]’s perspective. | Adaptasi KCES-R | Global | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K07: Memandang dunia dari sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R2 | 8 | Comprehend [insert group here]’s experiences. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K08: Memahami pengalaman pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R3 | 9 | Express an understanding of [insert group here]’s feelings. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K09: Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R4 | 10 | Value [insert group here]’s point of view. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K10: Menghargai sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R5 | 11 | Consider [insert group here]’s feelings to provide patient-centered care. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K11: Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R6 | 12 | Be caring in order to build a strong relationship with [insert group here]. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K12: Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R7 | 13 | Identify with [insert group here]’s feelings. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K13: Turut merasakan perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R8 | 14 | View the world from [insert group here]’s perspective. | Adaptasi KCES-R | Personal | Kesetaraan stem sumber | S15;S16;S17;L04 | PERTAHANKAN | Stem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru. | K14: Memandang dunia dari sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib]. |
| PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R2 | 1 | Menyebutkan isyarat verbal, nonverbal, atau konteks yang teramati | Performa formatif | Perilaku teramati | Menyebutkan isyarat verbal, nonverbal, atau konteks yang teramati | L01;S20 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R. | Menyebutkan isyarat verbal, nonverbal, atau konteks yang teramati [tetap padaPE01; bukan skor fidelity]. |
| PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R3 | 2 | Mengucapkan bukti dan asumsi secara terpisah | Performa formatif | Perilaku teramati | Mengucapkan bukti dan asumsi secara terpisah | L01;S20 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R. | Mengucapkan bukti dan asumsi secara terpisah [tetap padaPE01; bukan skor fidelity]. |
| PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R4 | 3 | Mengungkapkan dugaan perspektif pihak lain beserta dasar | Performa formatif | Perilaku teramati | Mengungkapkan dugaan perspektif pihak lain beserta dasar | L01;S20 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R. | Mengungkapkan dugaan perspektif pihak lain beserta dasar [tetap padaPE01; bukan skor fidelity]. |
| PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R5 | 4 | Menyampaikan respons yang jelas dan menghargai | Performa formatif | Perilaku teramati | Menyampaikan respons yang jelas dan menghargai | L01;S20 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R. | Menyampaikan respons yang jelas dan menghargai [tetap padaPE01; bukan skor fidelity]. |
| PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R6 | 5 | Menggunakan perilaku nonverbal yang mendukung | Performa formatif | Perilaku teramati | Menggunakan perilaku nonverbal yang mendukung | L01;S20 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R. | Menggunakan perilaku nonverbal yang mendukung [tetap padaPE01; bukan skor fidelity]. |
| PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R7 | 6 | Menunjukkan perbaikan respons setelah umpan balik | Performa formatif | Perilaku teramati | Menunjukkan perbaikan respons setelah umpan balik | L01;S20 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R. | Menunjukkan perbaikan respons setelah umpan balik [tetap padaPE01; bukan skor fidelity]. |
| PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R8 | 7 | Menjaga keselamatan dan batas kewenangan | Performa formatif | Perilaku teramati | Menjaga keselamatan dan batas kewenangan | L01;S20 | PERTAHANKAN | Pertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R. | Menjaga keselamatan dan batas kewenangan [tetap padaPE01; bukan skor fidelity]. |
| Fidelity4 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T46/R2 | 1 | Pengarahan awal — Tujuan, KPIEN, peran, keselamatan psikologis, dan kesiapan teknis — [ ] | Instrumen/metatelaah | Kualitas penggunaan | O01–O03 | S18;S19;S20;L01 | REVISI | Empat baris sintaks terlalu gabungan; pecah menjadi aktivitas wajib O01–O20 dengan bukti dan aturan skor. | O01–O03 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC. |
| Fidelity4 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T46/R3 | 2 | Pengalaman simulasi — Skenario utuh, pilihan mandiri, konsekuensi, umpan balik, log keputusan, dan bantuan minimal — [ ] | Instrumen/metatelaah | Kualitas penggunaan | O04–O10 | S18;S19;S20;L01 | REVISI | Empat baris sintaks terlalu gabungan; pecah menjadi aktivitas wajib O01–O20 dengan bukti dan aturan skor. | O04–O10 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC. |
| Fidelity4 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T46/R4 | 3 | Diskusi reflektif — Rekonstruksi, bukti dan asumsi, perspektif, afeksi, alternatif, dan prinsip — [ ] | Instrumen/metatelaah | Kualitas penggunaan | O11–O16 | S18;S19;S20;L01 | REVISI | Empat baris sintaks terlalu gabungan; pecah menjadi aktivitas wajib O01–O20 dengan bukti dan aturan skor. | O11–O16 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC. |
| Fidelity4 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T46/R5 | 4 | Evaluasi dan penerapan — Umpan balik berbasis bukti, refleksi, rencana tindakan, dan penutupan aman — [ ] | Instrumen/metatelaah | Kualitas penggunaan | O17–O20 | S18;S19;S20;L01 | REVISI | Empat baris sintaks terlalu gabungan; pecah menjadi aktivitas wajib O01–O20 dengan bukti dan aturan skor. | O17–O20 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R2; meta-telaah | 1 | Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. | Kualitas desain model | Rasional | Batas komponen | S01; S04 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R3; meta-telaah | 2 | Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. | Kualitas desain model | Rasional | Hubungan komponen | S01; S03 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R4; meta-telaah | 3 | Diagram Model GRACE merepresentasikan struktur dan alur pembelajaran secara tepat serta mudah dipahami. | Kualitas desain model | Rasional | Akurasi diagram | S01; S04 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R5; meta-telaah | 4 | Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. | Kualitas desain model | Landasan | Dukungan teori | S01; S02; S03 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R6; meta-telaah | 5 | Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. | Kualitas desain model | Gamifikasi | Tujuan elemen | S07; S08 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R7; meta-telaah | 6 | Konstruk empati kognitif dan afektif dalam TCME tercermin secara konsisten dalam rancangan Model GRACE. | Kualitas desain model | Landasan | Status TCME | S09; S10; S11 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R2; meta-telaah | 7 | Pemetaan fase GRACE terhadap siklus pembelajaran pengalaman Kolb dijelaskan secara tepat dan konsisten. | Kualitas desain model | Sintaks | Siklus pengalaman | S02 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R3; meta-telaah | 8 | Gamifikasi dan media GRACE mendukung kegiatan belajar serta peran fasilitator pada setiap fase pembelajaran. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Media dan fasilitator | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R4; meta-telaah | 9 | KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. | Kualitas desain model | Landasan | Posisi KPIEN | S09; S10; L01 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R5; meta-telaah | 10 | Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. | Kualitas desain model | Evaluasi | Batas sumber bukti | S16; S20 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R6; meta-telaah | 11 | Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. | Kualitas desain model | Tujuan | Kognitif | S09; S10 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R7; meta-telaah | 12 | Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. | Kualitas desain model | Tujuan | Afektif | S09; S10; S11 | PERTAHANKAN | Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama. | M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R2; meta-telaah | 13 | Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa D3 Keperawatan dan tujuan pembelajaran komunikasi yang ditetapkan. | Kualitas desain model | Konteks | Kesesuaian D3 | S03; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R3; meta-telaah | 14 | Tahapan Prebriefing, Simulation Experience, Debriefing, dan Evaluation dirumuskan secara jelas dan operasional. | Kualitas desain model | Sintaks | Transisi | S05; L01 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R4; meta-telaah | 15 | Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar, refleksi, dan transfer pembelajaran dengan menjaga keamanan psikologis mahasiswa. | Kualitas desain model | Sintaks; Prinsip reaksi | Urutan belajar; Keamanan psikologis | S02; S05 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R5; meta-telaah | 16 | Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan siklus GRACE realistis serta proporsional terhadap kegiatan pembelajaran. | Operasionalisasi model | Waktu | 100 menit | S05; L01 | PINDAHKAN | Kelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat. | P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R6; meta-telaah | 17 | Sistem sosial GRACE menjelaskan peran, pola interaksi, dan tanggung jawab dosen, fasilitator, serta mahasiswa. | Kualitas desain model | Sistem sosial | Peran | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R2; meta-telaah | 18 | Prinsip reaksi memberikan pedoman yang jelas bagi fasilitator dalam merespons kebutuhan dan tindakan mahasiswa pada setiap fase GRACE. | Kualitas desain model | Prinsip reaksi | Respons fasilitator | S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R3; meta-telaah | 19 | Sistem pendukung yang ditetapkan memadai untuk melaksanakan seluruh fase Model GRACE. | Kualitas desain model | Sistem pendukung | Kebutuhan minimum | S04; S05 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R4; meta-telaah | 20 | Dampak instruksional dan dampak pengiring GRACE dirumuskan secara jelas serta didukung mekanisme evaluasi yang sesuai. | Kualitas desain model | Dampak | Instruksional; Pengiring | S01; S16; S20; S04 | REVISI | Butir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring. | M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R5; meta-telaah | 21 | Kebaruan konseptual dan prosedural GRACE dijelaskan melalui perbandingan dengan model pembelajaran yang relevan. | Kualitas desain model | Kontribusi | Pembanding novelty | S13; S14; S26 | REVISI | Bandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia. | M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan. |
| Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R6; meta-telaah | 22 | Model GRACE memiliki potensi kontribusi yang jelas bagi pengembangan pembelajaran empati dalam pendidikan keperawatan vokasional. | Kualitas desain model | Kontribusi | Kebutuhan dan kontribusi | S01; S25; L03 | REVISI | Substansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris. | M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan. |
| MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R2 | 1 | Tujuan dan penggunaan hasil jelas; penilaian rancangan dibedakan dari bukti kepraktisan dan efektivitas aktual. | Kualitas instrumen buatan peneliti | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | S18; S19; S20 | PERTAHANKAN | Kriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk. | V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan. |
| MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R3 | 2 | Definisi aspek dan indikator mempunyai dasar yang relevan; sumber yang belum terverifikasi dinyatakan secara jelas. | Kualitas instrumen buatan peneliti | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | S18; S19; S20 | PERTAHANKAN | Kriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk. | V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan. |
| MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R4 | 3 | Aspek penting kualitas rancangan telah terwakili, termasuk relevansi kebutuhan, konsistensi desain, dan kelayakan rencana pelaksanaan. | Kualitas instrumen buatan peneliti | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | S18; S19; S20 | PERTAHANKAN | Kriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk. | V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan. |
| MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R5 | 4 | Hubungan aspek, indikator, dan butir tepat; tidak ada tumpang tindih yang tidak diperlukan. | Kualitas instrumen buatan peneliti | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | S18; S19; S20 | PERTAHANKAN | Kriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk. | V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan. |
| MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R6 | 5 | Tugas validator jelas dan bukti yang perlu diperiksa dalam buku atau dokumen pendukung dapat diidentifikasi. | Kualitas instrumen buatan peneliti | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | S18; S19; S20 | PERTAHANKAN | Kriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk. | V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan. |
| MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R7 | 6 | Pilihan skor pada lembar validasi model dan penjelasan tingkat pemenuhan kriteria sesuai dengan tugas penilaian produk. | Kualitas instrumen buatan peneliti | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | S18; S19; S20 | PERTAHANKAN | Kriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk. | V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan. |
| MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R8 | 7 | Cara mengolah skor serta menetapkan keputusan dijelaskan dan mempunyai alasan; butir berbeda fungsi tidak otomatis dijumlahkan. | Kualitas instrumen buatan peneliti | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | S18; S19; S20 | PERTAHANKAN | Kriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk. | V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan. |
| MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R9 | 8 | Bahasa, susunan, ruang isian, dan jumlah butir memudahkan penilaian oleh ahli yang sesuai. | Kualitas instrumen buatan peneliti | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | Relevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensi | S18; S19; S20 | PERTAHANKAN | Kriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk. | V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan. |
| 1 Model/Buku | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kualitas desain model | Mekanisme prebriefing | Perspective priming | S09; S10; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen P83; jadikan bagian wajib model | M24: Prebriefing memuat pemantik yang mengarahkan perhatian mahasiswa pada sudut pandang pasien sebelum keputusan dibuat. |
| 1 Model/Buku | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kualitas desain model | Mekanisme simulasi | Role-taking | S09; S14 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Bukan otomatis mahasiswa memainkan peran pasien | M25: Peran mahasiswa sebagai perawat yang mempertimbangkan perspektif pasien dijelaskan sebelum simulasi. |
| 1 Model/Buku | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kualitas desain model | Mekanisme simulasi | Rantai keputusan | S10; S14; L02 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 choice→consequence→next; konvergensi lokal eksplisit | M26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario. |
| 1 Model/Buku | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kualitas desain model | Mekanisme debriefing | Rekonstruksi | S02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen P133; V4 D1 | M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi. |
| 1 Model/Buku | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kualitas desain model | Mekanisme debriefing | Perspektif | S09; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan P135; V4 D2; bukti vs asumsi | M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus. |
| 1 Model/Buku | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kualitas desain model | Mekanisme debriefing | Konsekuensi | S02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 D3; panduan refleksi konsekuensi | M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien. |
| 1 Model/Buku | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kualitas desain model | Mekanisme debriefing | Alternatif | S02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan P139; V4 D3; tidak menjamin transfer | M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas. |
| 2 Materi/Skenario | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kelayakan substantif kasus | Pemetaan kasus | Cue dan target | S10; S14; L02 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskan | T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih. |
| 2 Materi/Skenario | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kelayakan substantif kasus | Debriefing materi | Rujukan klinis | S24; L03 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskan | T11: Rujukan klinis pada catatan debriefing kasus mendukung alternatif respons yang direkomendasikan. |
| 2 Materi/Skenario | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kelayakan substantif kasus | Etika pasien | Otonomi | S24 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskan | T17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan. |
| 2 Materi/Skenario | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kelayakan substantif kasus | Cue pasien | Bukti dan ketidakpastian | S10; S12; L02 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskan | T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien. |
| 2 Materi/Skenario | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kelayakan substantif kasus | Konsekuensi | Batas prediksi | S14; L02 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskan | T19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata. |
| 2 Materi/Skenario | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kelayakan substantif kasus | Kurikulum | Kesesuaian sesi | S03; L03 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskan | T20: Setiap kasus ditautkan pada capaian dan jadwal dalam RPS D3 institusi sasaran. |
| 3 Media web/game | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kualitas fungsional media | Accessibility | Keyboard | S23 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. URL tersedia; perlu build/akun uji, perangkat, browser, dan log uji bertanggal; belum diuji langsung dalam audit ini | W19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat. |
| 3 Media web/game | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kualitas fungsional media | Accessibility | Kontras | S23 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. URL tersedia; perlu build/akun uji, perangkat, browser, dan log uji bertanggal; belum diuji langsung dalam audit ini | W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran. |
| 4 Perangkat pembelajaran | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Operasionalisasi model | Administrasi outcome | Waktu ukur | S16; S20; L01 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen v1.2, mahasiswa v1.2, BP v2.3; rencana kelas25–30, satu dosen | P12: Panduan menempatkan pretest sebelum orientasi/intervensi dan posttest setelah pertemuan keempat pada kedua kelompok. |
| 4 Perangkat pembelajaran | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Operasionalisasi model | Etika refleksi | Privasi | S05; L01 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen v1.2, mahasiswa v1.2, BP v2.3; rencana kelas25–30, satu dosen | P16: Panduan menjelaskan bahwa pengungkapan pengalaman emosional pribadi tidak wajib dilakukan di depan kelas. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Simulation | Cue | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 node cue; BP fokus pasien | O06: Informasi pasien tersedia bagi peserta sebelum pilihan dibuat. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Simulation | Keputusan | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen P91; BP ketentuan minimal bantuan | O07: Peserta membuat pilihan sendiri sebelum fasilitator menjelaskan alternatif. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Simulation | Feedback | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 umpan balik; BP fidelity | O09: Peserta memperoleh umpan balik kasus pada waktu yang ditetapkan. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Debriefing | Asumsi | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan P135 danBPPE01 | O13: Dosen meminta pembedaan bukti kasus dan asumsi peserta. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Debriefing | Konsekuensi | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4D3; BP fidelity | O14: Dosen membahas konsekuensi komunikasi bagi pasien. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Debriefing | Alternatif | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan P139/V4D3 | O15: Dosen meminta alternatif respons empatik untuk momen yang dibahas. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Evaluation | Dokumentasi | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP lampiranB; fallback log manual ditandai | O19: Data sesi dicatat menggunakan form atau log yang ditetapkan. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Lintas fase | Penutupan aman | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP fidelity evaluation/safeclose | O20: Dosen menutup sesi sesuai prosedur keamanan psikologis yang ditetapkan. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Prebriefing | Kesepakatan aman | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP fidelity prebrief dan panduan dosen | O21: Dosen menyampaikan kesepakatan interaksi yang aman sebelum simulasi. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Prebriefing | Orientasi cue | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP orientasi KPIEN; BM kerangka cue | O22: Dosen menjelaskan penggunaan cue pasien sebagai bahan penafsiran, bukan diagnosis otomatis. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Simulation | Kasus selesai | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP fidelity skenario utuh; catat peserta belum selesai | O23: Peserta diberi kesempatan menyelesaikan skenario utuh yang dijadwalkan. |
| 6A Lembar keterlaksanaan | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Fidelity proses pembelajaran | Evaluation | Refleksi pribadi | L01; L02; S05 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan evaluasi; isi emosional boleh tetap privat | O24: Peserta diberi kesempatan melakukan refleksi pribadi sesuai panduan. |
| 6B Angket respons mahasiswa | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Keamanan dirasakan | Diskusi aman | S21; S20; L01 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Baseline088 respons15; dua gap debriefing dan keamanan; diberikan sesudah posttest | R16: Saya merasa aman menyampaikan alasan pilihan saya selama debriefing. |
| 6B Angket respons mahasiswa | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Pengalaman dan kepraktisan dirasakan | Manfaat dirasakan | Alternatif | S21; S20; L01 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Baseline088 respons15; dua gap debriefing dan keamanan; diberikan sesudah posttest | R17: Debriefing membantu saya menyusun alternatif respons kepada pasien. |
| 5 Adaptasi KCES-R | — | Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini. | Kesetiaan format/adaptasi | Proses adaptasi | Dokumentasi | S16; S17; L04 | TAMBAHKAN | Gap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Sumber101 dan102; draf018; matriks keputusan adaptasi | KG08: Keputusan perubahan terjemahan dicatat bersama alasan dari panel bilingual. |