Lampiran A — Audit setiap butir baseline

Setiap baris memuat teks lama, konstruk, indikator, sumber, keputusan dan usulan. Nomor SRC/T/R mengacu inventaris/ekstrak; salinan identik memiliki alias. Nomor cetak yang salah tidak dianggap item baru. Status adalah keputusan refinement, bukan hasil penilaian ahli.

InstrumenNo. butir lamaButir lamaKonstrukDimensiIndikatorDasar/sumberStatusAlasanUsulan butir baru/revisi
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R4; nomor cetak 1; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx1Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas.Kualitas fungsional mediaAntarmukaKonsistensiS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R5; nomor cetak 2; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx2Teks, ikon, dan ilustrasi ditampilkan secara jelas dan konsisten.Kualitas fungsional mediaReadability; AccessibilityTeks; KontrasS21; S23REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R6; nomor cetak 3; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx3Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.Kualitas fungsional mediaResponsivenessReflowS23PERTAHANKANKesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R8; nomor cetak 4; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx4Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.Kualitas fungsional mediaNavigasiKontrolS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R9; nomor cetak 5; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx5Petunjuk penggunaan dan penanda kemajuan membantu pengguna mengikuti alur game.Kualitas fungsional mediaProgressPosisi aktivitasS07; S21REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R10; nomor cetak 6; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx6Game membantu pengguna mencegah dan mengatasi kesalahan tanpa kehilangan kemajuan secara tidak wajar.Kualitas fungsional mediaPemulihanErrorS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R12; nomor cetak 7; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx7Komponen interaktif game berfungsi sesuai rancangan dan mendukung kelancaran aktivitas.Kualitas fungsional mediaTeknisPenyelesaianS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R13; nomor cetak 8; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx8Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario.Kualitas fungsional mediaFunctionalityRuteS22; L02PERTAHANKANKesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W08: Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R14; nomor cetak 9; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx9Umpan balik dan debriefing sesuai dengan pilihan pengguna, ditampilkan pada waktu yang tepat, dan dapat dibaca kembali.Kualitas fungsional mediaFeedbackPilihan sesuaiS22; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R15; nomor cetak 10; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx10Kemajuan dan data aktivitas game tersimpan serta dapat dipulihkan sesuai rancangan.Kualitas fungsional mediaIntegritas prosesLogS22; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W10: Log menyimpan riwayat keputusan pengguna sesuai rancangan sesi.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R17; nomor cetak 11; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx11Tantangan, progres, dan penghargaan dalam game mendukung tujuan pembelajaran empati.Kualitas fungsional mediaGame alignmentImplementasi elemenS07; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R18; nomor cetak 12; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx12Penyajian materi dan tempo interaksi memudahkan pemahaman tanpa membebani pengguna secara berlebihan.Kualitas fungsional mediaTempoKontrol membacaS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R19; nomor cetak 13; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx13Mekanisme gamifikasi mendorong keterlibatan tanpa menggiring respons atau memberi insentif pada komunikasi yang tidak empatik.Kualitas fungsional mediaNetralitasInsentif jawabanS16; S20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R21; nomor cetak 14; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx14Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan.Kualitas fungsional mediaKCES webKesetiaan tampilanS16; L04PERTAHANKANKesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W14: Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R22; nomor cetak 15; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx15Sistem memastikan satu respons per butir, memeriksa kelengkapan, dan mempertahankan jawaban saat pengguna berpindah halaman.Kualitas fungsional mediaKCES webRespons tersimpanS22; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W15: Jawaban yang dipilih pada tiap butir KCES-R tetap tersimpan saat pengguna berpindah halaman.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R23; nomor cetak 16; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx16Sistem menghitung skor serta menyimpan dan mengekspor data pengukuran secara akurat.Kualitas fungsional mediaKCES web; DataHitung skor; EksporS16; L04; S22REVISIPisahkan perhitungan skor dari ekspor data. Aturan skor harus mengikuti protokol yang disahkan setelah konflik sumber diselesaikan.W16: Hasil perhitungan KCES-R cocok dengan aturan penskoran yang disahkan pada protokol.; W17: Data yang diekspor cocok dengan respons mentah dan identitas sesi pada aplikasi.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R24; nomor cetak 17; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx17Sistem membatasi pengumpulan identitas pribadi dan melindungi data peserta dari akses yang tidak berwenang.Kualitas fungsional mediaDataAksesS22; S24REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W18: Data peserta hanya dapat diakses oleh pengguna yang berwenang sesuai rancangan penelitian.
Media18 — SRC010 Dr. Ir. Drs. Priyanto, M.Kom..zip::Validasi Media/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R25; nomor cetak 18; salinan identik: SRC035: LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx18Halaman KCES-R mudah dioperasikan pada perangkat sasaran dan disajikan tanpa isyarat yang menggiring jawaban.Kualitas fungsional mediaResponsiveness; Netralitas; AccessibilityReflow; Insentif jawaban; KeyboardS23; S16; S20REVISIPisahkan akses perangkat, interaksi keyboard, dan netralitas pengukuran; indikator tersebar W03/W19/W13 tanpa penilaian ulang.W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.; W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.; W19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat.
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R2; nomor cetak 1; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx1Memahami pengalaman pasien.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K01: Memahami pengalaman pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R3; nomor cetak 2; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx2Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K02: Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R4; nomor cetak 3; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx3Menghargai sudut pandang pasien.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K03: Menghargai sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R5; nomor cetak 4; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx4Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K04: Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R6; nomor cetak 5; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx5Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K05: Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R7; nomor cetak 6; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx6Turut merasakan perasaan pasien.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04REVISI“Turut merasakan” perlu telaah bilingual terhadap “Identify with”; berpotensi menggeser identifikasi ke penularan emosi. Perubahan hanya sesudah komite adaptasi.K06: Turut merasakan perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T1/R8; nomor cetak 7; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx7Memandang dunia dari sudut pandang pasien.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K07: Memandang dunia dari sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R2; nomor cetak 8; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx8Memahami pengalaman pasien.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K08: Memahami pengalaman pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R3; nomor cetak 9; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx9Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K09: Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R4; nomor cetak 10; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx10Menghargai sudut pandang pasien.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K10: Menghargai sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R5; nomor cetak 11; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx11Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K11: Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R6; nomor cetak 12; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx12Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K12: Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R7; nomor cetak 13; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx13Turut merasakan perasaan pasien.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04REVISI“Turut merasakan” perlu telaah bilingual terhadap “Identify with”; berpotensi menggeser identifikasi ke penularan emosi. Perubahan hanya sesudah komite adaptasi.K13: Turut merasakan perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESdraft14 — SRC018 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx; T2/R8; nomor cetak 14; salinan identik: SRC041: Paket KCES-R untuk Validator\KCES-R Bahasa Indonesia - Draf untuk Validator.docx; SRC056: Validasi Materi\Kuesioner KCES-R Bahasa Indonesia.docx14Memandang dunia dari sudut pandang pasien.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANPertahankan sebagai draf adaptasi untuk ditelaah perbutir; status ini bukan pengesahan kesetaraan atau validitas.K14: Memandang dunia dari sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R4; nomor cetak 11Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R5; nomor cetak 22Isi 14 butir tetap mencakup pemahaman pengalaman dan perasaan pasien, penghargaan terhadap sudut pandang pasien, kepedulian, serta pengambilan perspektif pasien.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R6; nomor cetak 33Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan.Kesetiaan format/adaptasiStrukturGlobal/personalS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2.
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R8; nomor cetak 44Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan semantikItem1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik.
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R9; nomor cetak 55Istilah utama seperti empati, pengalaman pasien, perasaan pasien, sudut pandang pasien, kepedulian, hubungan dengan pasien, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan konseptualItem1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual.
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R11; nomor cetak 66Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan.Kesetaraan adaptasi instrumenKesesuaian konteks/budayaItem1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BUS15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R13; nomor cetak 77Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda.Kesetaraan adaptasi instrumenKejelasanItem1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan.
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R15; nomor cetak 88Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas.Kesetiaan format/adaptasiPetunjukSatu responsS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan.
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R16; nomor cetak 99Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis.Kesetiaan format/adaptasiSkalaAnchorS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris.
KCESreview10 — SRC019 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R17; nomor cetak 1010Format dua bagian paralel yang masing-masing berisi tujuh butir, urutan butir, dan penskoran terpisah 7–49 per bagian diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor. Tidak ada penggabungan 14 respons sebagai satu skor utama atau batas interpretasi yang belum divalidasi.Kesetiaan format/adaptasiSkor; Interpretasi; KonsistensiAturan; Batas inferensi; Kelompok pasienS16; S17; L04REVISIPisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif.KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 1; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx1Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PERTAHANKANDefinisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 2; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx2Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11PERTAHANKANDefinisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 3; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx3Perbedaan empati, simpati, belas kasihan, dan keterlibatan emosional berlebihan direpresentasikan secara tepat sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R7; nomor cetak 4; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx4Hubungan TCME, indikator kebutuhan empati pasien (KPIEN), komunikasi terapeutik, dan tujuan pembelajaran dijelaskan secara konsisten tanpa menjadikan KPIEN sebagai domain empati baru.Kualitas desain modelLandasanStatus TCME; Posisi KPIENS09; S10; S11; L01PINDAHKANHierarki TCME dan kedudukan KPIEN adalah konstruk model; materi memerlukan pemetaan cue pada kasus, bukan penilaian teori yang diulang.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 5; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx5Situasi pasien, masalah kesehatan, konteks pelayanan, dan peran tenaga keperawatan dalam setiap skenario mencerminkan kondisi yang masuk akal dalam praktik.Kelayakan substantif kasusAuthenticityKewajaran kasusS14; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 6; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx6Tingkat kompleksitas kasus, keputusan, dan komunikasi sesuai dengan kompetensi serta pengalaman belajar mahasiswa D3 Keperawatan.Kelayakan substantif kasusKompleksitasJenjang D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 7; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx7Informasi, prosedur, tindakan, dan batas kewenangan keperawatan yang ditampilkan sesuai prinsip keselamatan pasien dan tidak mendorong tindakan klinis yang keliru.Kelayakan substantif kasusKeilmuanKeselamatan klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R12; nomor cetak 8; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx8Dialog dan respons yang ditawarkan merepresentasikan komunikasi terapeutik yang etis, menghargai otonomi pasien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.Kelayakan substantif kasusKomunikasi; Etika pasienRespons terapeutik; OtonomiS11; S12; S24REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.; T17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 9; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx9Setiap titik keputusan menyediakan pilihan respons yang realistis dan cukup berbeda untuk mendorong mahasiswa mempertimbangkan isyarat, perspektif, emosi, dan kebutuhan pasien.Kelayakan substantif kasusBranchingPerbedaan alternatifS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T09: Alternatif respons pada setiap node memiliki perbedaan makna komunikasi yang dapat dijelaskan dari kasus.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 10; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx10Konsekuensi pilihan, perubahan respons pasien, dan umpan balik dalam percabangan berlangsung logis serta konsisten dengan kualitas komunikasi yang dipilih mahasiswa.Kelayakan substantif kasusKonsekuensiLogika pasien; Batas prediksiS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T10: Konsekuensi pasien yang ditulis sesuai dengan respons komunikasi yang dipilih.; T19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R16; nomor cetak 11; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx11Pertanyaan debriefing mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan isyarat pasien, alasan keputusan, dampak respons, alternatif komunikasi, dan transfer pembelajaran ke situasi klinis lain.Kualitas desain model; Operasionalisasi modelMekanisme debriefing; DebriefingRekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; Alternatif; Pertanyaan fasilitasiS02; S05; S09PINDAHKANMekanisme refleksi berada pada model dan petunjuk pelaksanaannya pada perangkat; ahli materi menilai kebenaran rujukan klinis debriefing melalui T11.M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.; P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 12; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx12Kedalaman dan cakupan materi sesuai jenjang D3 serta secara keseluruhan memberi kesempatan yang memadai untuk melatih empati kognitif dan afektif.Kelayakan substantif kasusCakupanKognitif dan afektifS09; S10; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 13; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx13Skenario merepresentasikan keragaman pasien dan kondisi layanan kesehatan Indonesia secara etis, tidak stereotip, serta selaras dengan perkembangan praktik keperawatan.Kelayakan substantif kasusBudayaTanpa stereotipS24; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 14; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx14Narasi, dialog, instruksi, umpan balik, dan pertanyaan debriefing mudah dipahami oleh mahasiswa D3 Keperawatan serta tidak menimbulkan tafsir ganda.Kelayakan substantif kasusBahasa materiKeterpahamanS20; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 15; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx15Istilah medis, keperawatan, komunikasi terapeutik, dan empati digunakan secara tepat dan konsisten pada seluruh materi dan skenario.Kelayakan substantif kasusBahasa materiIstilah klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus.
Materi16 — SRC020 Indriani, S.KM., M.Sc..zip::Validasi Materi/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 16; salinan identik: SRC033: LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx16Bahasa pasien dan tenaga keperawatan terdengar alami, komunikatif, empatik, peka budaya, dan tidak mengandung ungkapan yang merendahkan atau menstigma.Kelayakan substantif kasusBahasa dialogKewajaran dialogS14; L02REVISIDialog opsi yang kurang tepat boleh menjadi bahan belajar; jangan mensyaratkan semua opsi sudah empatik atau semua bahasa pasien empatik.T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R4; nomor cetak 11Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R5; nomor cetak 22Isi 14 butir tetap mencakup kemampuan memahami pengalaman/perasaan, menghargai perspektif, menunjukkan kepedulian, dan melihat perspektif kelompok pasien.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R6; nomor cetak 33Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan.Kesetiaan format/adaptasiStrukturGlobal/personalS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R8; nomor cetak 44Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan semantikItem1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R9; nomor cetak 55Istilah utama empati, perasaan, perspektif pasien, kepedulian, hubungan terapeutik, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan konseptualItem1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R11; nomor cetak 66Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan.Kesetaraan adaptasi instrumenKesesuaian konteks/budayaItem1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BUS15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R13; nomor cetak 77Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda.Kesetaraan adaptasi instrumenKejelasanItem1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R15; nomor cetak 88Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas.Kesetiaan format/adaptasiPetunjukSatu responsS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R16; nomor cetak 99Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis.Kesetiaan format/adaptasiSkalaAnchorS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris.
KCESreview10 — SRC029 LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R17; nomor cetak 1010Format 14 butir dalam dua bagian yang masing-masing terdiri atas tujuh butir, urutan, penskoran total 14-98, dan interpretasi skor diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor.Kesetiaan format/adaptasiSkor; Interpretasi; KonsistensiAturan; Batas inferensi; Kelompok pasienS16; S17; L04REVISIPisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif.KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R4; nomor cetak 11Pengambilan perspektif pasien Mendengarkan aktif; reflective listening; identifikasi kekhawatiran tersembunyi.Kualitas desain model; Kelayakan substantif kasusTujuan; Empati kognitifKognitif; Akurasi konsepS09; S10PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.; T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R5; nomor cetak 22Pemahaman pengalaman pasien Artikulasi kondisi holistik pasien; menghargai sudut pandang pasien.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R6; nomor cetak 33Identifikasi kebutuhan pasien Pengenalan kebutuhan tersembunyi; advokasi pasien.Kelayakan substantif kasusPemetaan kasus; Cue pasienCue dan target; Bukti dan ketidakpastianS10; S14; L02; S12PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih.; T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R8; nomor cetak 44Ekspresi kepedulian empatik Kepedulian verbal; komunikasi nonverbal empatik.Kelayakan substantif kasusEmpati afektif; KomunikasiKepedulian; Respons terapeutikS09; S10; S11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R9; nomor cetak 55Kehadiran empatik Kehadiran fisik dan emosional; respons terhadap sinyal distres pasien.Kelayakan substantif kasusEmpati afektif; KomunikasiKepedulian; Respons terapeutikS09; S10; S11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R10; nomor cetak 66Kepedulian berbasis caring Hubungan terapeutik; regulasi diri atau metakognisi.Kualitas desain model; Kelayakan substantif kasusTujuan; Empati afektif; DampakAfektif; Kepedulian; PengiringS09; S10; S11; S04; S20PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.; T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R12; nomor cetak 77Komunikasi empatik Penyampaian informasi klinis; pembangunan kepercayaan.Kelayakan substantif kasusKomunikasiRespons terapeutikS11; S12; S24PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R14; nomor cetak 88Kecemasan dan ketidakpastian.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R15; nomor cetak 99Nyeri dan ketidaknyamanan.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R16; nomor cetak 1010Kerentanan emosional dan kehilangan kontrol.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R17; nomor cetak 1111Ketergantungan, kondisi kritis, atau kondisi terminal.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC030 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE - 12 Butir.docx; T3/R18; nomor cetak 1212Penerimaan berita sulit atau prognosis buruk.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 11Definisi konseptual empati yang digunakan dalam GRACE memiliki dukungan sumber primer yang sesuai.Kualitas desain modelLandasanDukungan teoriS01; S02; S03PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 22Kedudukan TCME sebagai kerangka dua komponen dalam GRACE dijelaskan dengan membedakan teori sumber dan sintesis peneliti.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 33Alasan pemilihan komponen kognitif dan afektif untuk konteks mahasiswa D3 Keperawatan dapat dipertanggungjawabkan.Kualitas desain modelKonteksKesesuaian D3S03; L03PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R7; nomor cetak 44Batas pengertian empati terhadap simpati, belas kasihan, dan personal distress dijelaskan sesuai sumber yang digunakan.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R8; nomor cetak 55Hubungan komponen kognitif dan afektif dijelaskan tanpa memperlakukan keduanya sebagai konsep yang identik.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 66Definisi konstruk digunakan secara konsisten dalam master konstruk, buku model, dan kisi-kisi instrumen.Kualitas desain modelKonsistensi bukuTerminologiS01; L01PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M31: Istilah konstruk, KPIEN, sintaks, dan sumber bukti digunakan secara konsisten dalam Buku Model.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 77Definisi empati kognitif menjelaskan pemahaman perspektif pasien dari sudut pandang pasien.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R12; nomor cetak 88Indikator pengambilan perspektif pasien sesuai dengan definisi empati kognitif yang ditetapkan.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R13; nomor cetak 99Indikator pemahaman pengalaman pasien mempertimbangkan informasi dan konteks yang tersedia.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 1010Indikator identifikasi kebutuhan pasien mengharuskan penafsiran isyarat dengan alasan yang dapat ditelusuri.Kelayakan substantif kasusPemetaan kasusCue dan targetS10; S14; L02PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 1111Pengenalan emosi pasien dibedakan dari pengalaman emosional yang dirasakan mahasiswa sendiri.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R4; nomor cetak 1212Definisi empati afektif menjelaskan jenis respons emosional terhadap pengalaman pasien yang ditargetkan GRACE.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R5; nomor cetak 1313Kedudukan empathic concern dan resonansi emosional dijelaskan sesuai sumber, tanpa menganggap keduanya selalu identik.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R6; nomor cetak 1414Indikator kepedulian yang berorientasi pada pasien sesuai dengan definisi empati afektif yang ditetapkan.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R7; nomor cetak 1515Respons afektif mahasiswa dibedakan dari personal distress yang berpusat pada ketidaknyamanan diri.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R8; nomor cetak 1616Kedudukan regulasi emosi dan batas diri dengan pasien dijelaskan sebagai proses pendukung atau indikator sesuai dasar yang dipilih.Kualitas desain modelTujuanAfektifS09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R10; nomor cetak 1717Indikator ekspresi kepedulian empatik dirumuskan sebagai respons verbal atau nonverbal yang dapat diidentifikasi.Kelayakan substantif kasusKomunikasiRespons terapeutikS11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R11; nomor cetak 1818Indikator kehadiran empatik menjelaskan perilaku perhatian yang sesuai konteks interaksi dengan pasien.Kelayakan substantif kasusKomunikasiRespons terapeutikS11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R12; nomor cetak 1919Kedudukan caring terhadap empati dijelaskan agar tindakan perawatan umum tidak otomatis dinilai sebagai empati.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R13; nomor cetak 2020Komunikasi empatik diposisikan secara jelas sebagai manifestasi atau proses integratif sesuai landasan yang digunakan.Kelayakan substantif kasusKomunikasiRespons terapeutikS11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T4/R14; nomor cetak 2121Kedudukan mendengarkan aktif, advokasi pasien, hubungan terapeutik, dan pembangunan kepercayaan diperjelas sebagai indikator, proses, atau dampak.Kualitas desain modelLandasan; DampakStatus TCME; PengiringS09; S10; S11; S04; S20PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R4; nomor cetak 2222Definisi dan kepanjangan KPIEN digunakan secara konsisten sebagai kerangka isyarat kebutuhan empatik pasien.Kualitas desain modelLandasanPosisi KPIENS09; S10; L01PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R5; nomor cetak 2323Isyarat KPIEN pada pasien dibedakan dari konstruk dan kualitas respons empatik mahasiswa.Kualitas desain modelLandasanPosisi KPIENS09; S10; L01PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R6; nomor cetak 2424Kategori kecemasan dan ketidakpastian memiliki alasan pemilihan serta contoh isyarat yang sesuai.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R7; nomor cetak 2525Kategori nyeri dan ketidaknyamanan memiliki alasan pemilihan serta contoh isyarat yang sesuai.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R8; nomor cetak 2626Kategori kerentanan emosional dan kehilangan kontrol memiliki alasan pemilihan serta contoh isyarat yang sesuai.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R9; nomor cetak 2727Kategori ketergantungan, kondisi kritis, atau kondisi terminal memiliki alasan pengelompokan yang dapat dipertanggungjawabkan.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R10; nomor cetak 2828Kategori penerimaan berita sulit atau prognosis buruk memiliki alasan pemilihan serta contoh isyarat yang sesuai.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R11; nomor cetak 2929Aturan membedakan atau mengodekan kategori KPIEN yang beririsan dijelaskan secara operasional.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T5/R12; nomor cetak 3030Penafsiran isyarat verbal, nonverbal, dan kontekstual mempertimbangkan konteks pasien tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R4; nomor cetak 3131Setiap indikator dan subindikator empati dapat ditelusuri ke definisi konstruk serta sumber atau alasan operasionalisasinya.Kualitas desain modelLandasanDukungan teoriS01; S02; S03PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R5; nomor cetak 3232Pemetaan isyarat pasien, proses kognitif atau afektif, dan respons mahasiswa disajikan dengan hubungan yang jelas.Kualitas desain model; Kelayakan substantif kasusMekanisme simulasi; Pemetaan kasusRantai keputusan; Cue dan targetS10; S14; L02PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario.; T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R6; nomor cetak 3333Aktivitas simulasi dan pertanyaan debriefing sesuai dengan indikator empati yang ditargetkan.Kualitas desain modelMekanisme debriefingRekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; AlternatifS02; S05; S09PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R7; nomor cetak 3434Sumber bukti setiap indikator ditetapkan sesuai hal yang benar-benar dapat ditunjukkan oleh sumber tersebut.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20GABUNGKANBatas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R8; nomor cetak 3535Pilihan dalam game, perilaku teramati, refleksi, dan self-report dibedakan dalam interpretasi hasil.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20GABUNGKANBatas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Konstruk36 — SRC031 LEMBAR VALIDASI KONSTRUK EMPATI GRACE.docx; T6/R9; nomor cetak 3636Keadaan afektif internal tidak disimpulkan hanya dari perilaku nonverbal atau pilihan jawaban mahasiswa.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20GABUNGKANBatas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 1; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx1Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.Kualitas desain modelRasionalBatas komponenS01; S04PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 2; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx2Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.Kualitas desain modelRasionalHubungan komponenS01; S03PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 3; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx3Diagram Model GRACE merepresentasikan struktur dan alur pembelajaran secara tepat serta mudah dipahami.Kualitas desain modelRasionalAkurasi diagramS01; S04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R8; nomor cetak 4; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx4Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.Kualitas desain modelLandasanDukungan teoriS01; S02; S03PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 5; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx5Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.Kualitas desain modelGamifikasiTujuan elemenS07; S08PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 6; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx6Konstruk empati kognitif dan afektif dalam TCME tercermin secara konsisten dalam rancangan Model GRACE.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 7; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx7Pemetaan fase GRACE terhadap siklus pembelajaran pengalaman Kolb dijelaskan secara tepat dan konsisten.Kualitas desain modelSintaksSiklus pengalamanS02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R13; nomor cetak 8; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx8Gamifikasi dan media GRACE mendukung kegiatan belajar serta peran fasilitator pada setiap fase pembelajaran.Kualitas desain modelSistem sosialMedia dan fasilitatorS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 9; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx9KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.Kualitas desain modelLandasanPosisi KPIENS09; S10; L01PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 10; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx10Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R17; nomor cetak 11; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx11Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.Kualitas desain modelTujuanKognitifS09; S10PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 12; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx12Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.Kualitas desain modelTujuanAfektifS09; S10; S11PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 13; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx13Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa D3 Keperawatan dan tujuan pembelajaran komunikasi yang ditetapkan.Kualitas desain modelKonteksKesesuaian D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 14; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx14Tahapan Prebriefing, Simulation Experience, Debriefing, dan Evaluation dirumuskan secara jelas dan operasional.Kualitas desain modelSintaksTransisiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 15; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx15Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar, refleksi, dan transfer pembelajaran dengan menjaga keamanan psikologis mahasiswa.Kualitas desain modelSintaks; Prinsip reaksiUrutan belajar; Keamanan psikologisS02; S05REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 16; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx16Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan siklus GRACE realistis serta proporsional terhadap kegiatan pembelajaran.Operasionalisasi modelWaktu100 menitS05; L01PINDAHKANKelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R24; nomor cetak 17; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx17Sistem sosial GRACE menjelaskan peran, pola interaksi, dan tanggung jawab dosen, fasilitator, serta mahasiswa.Kualitas desain modelSistem sosialPeranS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R25; nomor cetak 18; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx18Prinsip reaksi memberikan pedoman yang jelas bagi fasilitator dalam merespons kebutuhan dan tindakan mahasiswa pada setiap fase GRACE.Kualitas desain modelPrinsip reaksiRespons fasilitatorS05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R26; nomor cetak 19; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx19Sistem pendukung yang ditetapkan memadai untuk melaksanakan seluruh fase Model GRACE.Kualitas desain modelSistem pendukungKebutuhan minimumS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R27; nomor cetak 20; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx20Dampak instruksional dan dampak pengiring GRACE dirumuskan secara jelas serta didukung mekanisme evaluasi yang sesuai.Kualitas desain modelDampakInstruksional; PengiringS01; S16; S20; S04REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R29; nomor cetak 21; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx21Kebaruan konseptual dan prosedural GRACE dijelaskan melalui perbandingan dengan model pembelajaran yang relevan.Kualitas desain modelKontribusiPembanding noveltyS13; S14; S26REVISIBandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia.M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan.
Model22 — SRC037 LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R30; nomor cetak 22; salinan identik: SRC048: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx22Model GRACE memiliki potensi kontribusi yang jelas bagi pengembangan pembelajaran empati dalam pendidikan keperawatan vokasional.Kualitas desain modelKontribusiKebutuhan dan kontribusiS01; S25; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R4; nomor cetak 1; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx1Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan.Operasionalisasi modelTujuanTujuan panduanS03PERTAHANKANTujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa.P01: Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R5; nomor cetak 2; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx2Perangkat mencakup kebutuhan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dokumentasi, dan tindak lanjut pembelajaran.Operasionalisasi modelKelengkapanForm wajibS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P02: Form yang diperlukan pada setiap tahap tercantum dalam paket perangkat.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R7; nomor cetak 3; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx3Isi perangkat selaras dengan tujuan, prinsip, dan tahapan pembelajaran dalam Model GRACE.Operasionalisasi modelAlignmentSintaksS03; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P03: Urutan kegiatan perangkat mengikuti sintaks yang disahkan dalam Buku Model.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R8; nomor cetak 4; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx4Urutan kegiatan, peran dosen atau fasilitator, aktivitas mahasiswa, dan keluaran setiap tahap dijelaskan secara operasional.Operasionalisasi modelDosen; MahasiswaPetunjuk tindakanS05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P04: Panduan dosen menjelaskan tindakan fasilitator yang harus dilakukan pada setiap fase.; P05: Panduan mahasiswa menjelaskan tugas peserta pada setiap fase.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R10; nomor cetak 5; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx5Rencana sesi, skenario, peta KPIEN, aktivitas permainan, dan tahapan GRACE saling terhubung secara konsisten.Operasionalisasi modelEmpat pertemuanVersi kasusS03; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P06: Rencana empat pertemuan menggunakan versi kasus yang sama dengan skenario yang divalidasi.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R11; nomor cetak 6; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx6Debriefing dan refleksi mengarahkan mahasiswa untuk menghubungkan pengalaman simulasi dengan empati kognitif, empati afektif, dan praktik klinis.Operasionalisasi modelDebriefingPertanyaan fasilitasiS02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R13; nomor cetak 7; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx7Alokasi waktu, kebutuhan personel, fasilitas, media, dan beban kegiatan realistis untuk diterapkan dalam pembelajaran.Operasionalisasi modelWaktu; Keterlaksanaan100 menit; Beban fasilitatorS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.; P08: Pembagian tugas dapat dijalankan dengan jumlah fasilitator yang ditetapkan.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R14; nomor cetak 8; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx8Perangkat memuat ketentuan keselamatan psikologis, etika, kerahasiaan, bantuan teknis, dan penanganan masalah selama pelaksanaan.Operasionalisasi modelKeselamatan; Dukungan; Etika refleksiProsedur interaksi; Fallback; PrivasiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P09: Panduan menetapkan tindakan fasilitator ketika mahasiswa mengalami ketidaknyamanan selama sesi.; P10: Panduan menyediakan prosedur pengganti ketika media tidak dapat digunakan.; P16: Panduan menjelaskan bahwa pengungkapan pengalaman emosional pribadi tidak wajib dilakukan di depan kelas.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R16; nomor cetak 9; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx9Perangkat evaluasi dapat digunakan untuk mendokumentasikan proses, observasi, refleksi, hasil debriefing, dan tindak lanjut pelaksanaan GRACE.Operasionalisasi modelAdministrasi buktiDokumentasiS20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R17; nomor cetak 10; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx10Perangkat membedakan fungsi KCES-R, observasi, refleksi, dan log aktivitas permainan sesuai dengan jenis bukti yang dihasilkan.Operasionalisasi modelAdministrasi buktiDokumentasiS20; L01GABUNGKANGabungkan dokumentasi dan label fungsi bukti dengan P13; definisi konseptual tetap hanya dinilai M10.P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R19; nomor cetak 11; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx11Bahasa, istilah, instruksi, label, dan format perangkat mudah dipahami serta digunakan secara konsisten.Operasionalisasi modelBahasa panduanKeterpahamanS20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran.
Perangkat12 — SRC039 LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R20; nomor cetak 12; salinan identik: SRC049: Prof. Dr. phil. Nurhening Yuniarti S.Pd., M.T..zip::Validasi Model/LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx12Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri.Operasionalisasi modelKendali dokumenVersiS01; L01PERTAHANKANTujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa.P15: Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R4; nomor cetak 11Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R5; nomor cetak 22Isi 14 butir tetap mencakup pemahaman pengalaman dan perasaan pasien, penghargaan terhadap sudut pandang pasien, kepedulian, serta pengambilan perspektif pasien.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R6; nomor cetak 33Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan.Kesetiaan format/adaptasiStrukturGlobal/personalS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R8; nomor cetak 44Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan semantikItem1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R9; nomor cetak 55Istilah utama seperti empati, pengalaman pasien, perasaan pasien, sudut pandang pasien, kepedulian, hubungan dengan pasien, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan konseptualItem1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R11; nomor cetak 66Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan.Kesetaraan adaptasi instrumenKesesuaian konteks/budayaItem1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BUS15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R13; nomor cetak 77Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda.Kesetaraan adaptasi instrumenKejelasanItem1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R15; nomor cetak 88Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas.Kesetiaan format/adaptasiPetunjukSatu responsS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R16; nomor cetak 99Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis.Kesetiaan format/adaptasiSkalaAnchorS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris.
KCESreview10 — SRC042 Paket KCES-R untuk Validator\Lembar Validasi KCES-R - Diselaraskan.docx; T3/R17; nomor cetak 1010Format dua bagian paralel yang masing-masing berisi tujuh butir, urutan butir, dan penskoran terpisah 7–49 per bagian diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor. Tidak ada penggabungan 14 respons sebagai satu skor utama atau batas interpretasi yang belum divalidasi.Kesetiaan format/adaptasiSkor; Interpretasi; KonsistensiAturan; Batas inferensi; Kelompok pasienS16; S17; L04REVISIPisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif.KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R4; nomor cetak 11Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R5; nomor cetak 22Isi 14 butir tetap mencakup pemahaman pengalaman dan perasaan pasien, penghargaan terhadap sudut pandang pasien, kepedulian, serta pengambilan perspektif pasien.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R6; nomor cetak 33Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan.Kesetiaan format/adaptasiStrukturGlobal/personalS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R8; nomor cetak 44Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan semantikItem1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R9; nomor cetak 55Istilah utama seperti empati, pengalaman pasien, perasaan pasien, sudut pandang pasien, kepedulian, hubungan dengan pasien, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan konseptualItem1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R11; nomor cetak 66Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan.Kesetaraan adaptasi instrumenKesesuaian konteks/budayaItem1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BUS15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R13; nomor cetak 77Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda.Kesetaraan adaptasi instrumenKejelasanItem1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R15; nomor cetak 88Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas.Kesetiaan format/adaptasiPetunjukSatu responsS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R16; nomor cetak 99Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis.Kesetiaan format/adaptasiSkalaAnchorS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris.
KCESreview10 — SRC057 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R17; nomor cetak 1010Format dua bagian paralel yang masing-masing berisi tujuh butir, urutan butir, dan penskoran terpisah 7–49 per bagian diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor. Tidak ada penggabungan 14 respons sebagai satu skor utama atau batas interpretasi yang belum divalidasi.Kesetiaan format/adaptasiSkor; Interpretasi; KonsistensiAturan; Batas inferensi; Kelompok pasienS16; S17; L04REVISIPisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif.KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R4; nomor cetak 11Pengambilan perspektif pasien Mendengarkan aktif Reflective listening Identifikasi kekhawatiran tersembunyiKualitas desain model; Kelayakan substantif kasusTujuan; Empati kognitifKognitif; Akurasi konsepS09; S10PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.; T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R5; nomor cetak 22Pemahaman pengalaman pasien Artikulasi kondisi holistik pasien Menghargai sudut pandang pasienKelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R6; nomor cetak 33Identifikasi kebutuhan pasien Pengenalan kebutuhan tersembunyi Advokasi pasienKelayakan substantif kasusPemetaan kasus; Cue pasienCue dan target; Bukti dan ketidakpastianS10; S14; L02; S12PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih.; T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R8; nomor cetak 54Ekspresi kepedulian empatik Kepedulian verbal Komunikasi nonverbal empatik.Kelayakan substantif kasusEmpati afektif; KomunikasiKepedulian; Respons terapeutikS09; S10; S11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R9; nomor cetak 65Kehadiran empatik Kehadiran fisik dan emosional Respons terhadap sinyal distres pasienKelayakan substantif kasusEmpati afektif; KomunikasiKepedulian; Respons terapeutikS09; S10; S11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R10; nomor cetak 76Kepedulian berbasis caring Hubungan terapeutik Regulasi diri atau metakognisiKualitas desain model; Kelayakan substantif kasusTujuan; Empati afektif; DampakAfektif; Kepedulian; PengiringS09; S10; S11; S04; S20PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.; T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R12; nomor cetak 98Kecemasan dan ketidakpastian.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R13; nomor cetak 109Nyeri dan ketidaknyamanan.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R14; nomor cetak 1110Kerentanan emosional dan kehilangan kontrol.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R15; nomor cetak 1211Ketergantungan, kondisi kritis, atau kondisi terminal.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Konstruk12 — SRC058 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI KONSTRUK.docx; T3/R16; nomor cetak 1312Penerimaan berita sulit atau prognosis buruk.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANKategori cue adalah kerangka operasional lokal, bukan faktor empati; gabungkan pemeriksaan contoh dan aturan pengodean pada T18. Tidak semua kategori wajib hadir dalam setiap sesi.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 11Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PERTAHANKANDefinisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 22Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11PERTAHANKANDefinisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 33Perbedaan empati, simpati, belas kasihan, dan keterlibatan emosional berlebihan direpresentasikan secara tepat sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R7; nomor cetak 44Hubungan TCME, indikator kebutuhan empati pasien (KPIEN), komunikasi terapeutik, dan tujuan pembelajaran dijelaskan secara konsisten tanpa menjadikan KPIEN sebagai domain empati baru.Kualitas desain modelLandasanStatus TCME; Posisi KPIENS09; S10; S11; L01PINDAHKANHierarki TCME dan kedudukan KPIEN adalah konstruk model; materi memerlukan pemetaan cue pada kasus, bukan penilaian teori yang diulang.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 55Situasi pasien, masalah kesehatan, konteks pelayanan, dan peran tenaga keperawatan dalam setiap skenario mencerminkan kondisi yang masuk akal dalam praktik.Kelayakan substantif kasusAuthenticityKewajaran kasusS14; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 66Tingkat kompleksitas kasus, keputusan, dan komunikasi sesuai dengan kompetensi serta pengalaman belajar mahasiswa D3 Keperawatan.Kelayakan substantif kasusKompleksitasJenjang D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 77Informasi, prosedur, tindakan, dan batas kewenangan keperawatan yang ditampilkan sesuai prinsip keselamatan pasien dan tidak mendorong tindakan klinis yang keliru.Kelayakan substantif kasusKeilmuanKeselamatan klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R12; nomor cetak 88Dialog dan respons yang ditawarkan merepresentasikan komunikasi terapeutik yang etis, menghargai otonomi pasien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.Kelayakan substantif kasusKomunikasi; Etika pasienRespons terapeutik; OtonomiS11; S12; S24REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.; T17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 99Setiap titik keputusan menyediakan pilihan respons yang realistis dan cukup berbeda untuk mendorong mahasiswa mempertimbangkan isyarat, perspektif, emosi, dan kebutuhan pasien.Kelayakan substantif kasusBranchingPerbedaan alternatifS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T09: Alternatif respons pada setiap node memiliki perbedaan makna komunikasi yang dapat dijelaskan dari kasus.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 1010Konsekuensi pilihan, perubahan respons pasien, dan umpan balik dalam percabangan berlangsung logis serta konsisten dengan kualitas komunikasi yang dipilih mahasiswa.Kelayakan substantif kasusKonsekuensiLogika pasien; Batas prediksiS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T10: Konsekuensi pasien yang ditulis sesuai dengan respons komunikasi yang dipilih.; T19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R16; nomor cetak 1111Pertanyaan debriefing mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan isyarat pasien, alasan keputusan, dampak respons, alternatif komunikasi, dan transfer pembelajaran ke situasi klinis lain.Kualitas desain model; Operasionalisasi modelMekanisme debriefing; DebriefingRekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; Alternatif; Pertanyaan fasilitasiS02; S05; S09PINDAHKANMekanisme refleksi berada pada model dan petunjuk pelaksanaannya pada perangkat; ahli materi menilai kebenaran rujukan klinis debriefing melalui T11.M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.; P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 1212Kedalaman dan cakupan materi sesuai jenjang D3 serta secara keseluruhan memberi kesempatan yang memadai untuk melatih empati kognitif dan afektif.Kelayakan substantif kasusCakupanKognitif dan afektifS09; S10; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 1313Skenario merepresentasikan keragaman pasien dan kondisi layanan kesehatan Indonesia secara etis, tidak stereotip, serta selaras dengan perkembangan praktik keperawatan.Kelayakan substantif kasusBudayaTanpa stereotipS24; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 1414Narasi, dialog, instruksi, umpan balik, dan pertanyaan debriefing mudah dipahami oleh mahasiswa D3 Keperawatan serta tidak menimbulkan tafsir ganda.Kelayakan substantif kasusBahasa materiKeterpahamanS20; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 1515Istilah medis, keperawatan, komunikasi terapeutik, dan empati digunakan secara tepat dan konsisten pada seluruh materi dan skenario.Kelayakan substantif kasusBahasa materiIstilah klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus.
Materi16 — SRC059 Validasi Materi\LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 1616Bahasa pasien dan tenaga keperawatan terdengar alami, komunikatif, empatik, peka budaya, dan tidak mengandung ungkapan yang merendahkan atau menstigma.Kelayakan substantif kasusBahasa dialogKewajaran dialogS14; L02REVISIDialog opsi yang kurang tepat boleh menjadi bahan belajar; jangan mensyaratkan semua opsi sudah empatik atau semua bahasa pasien empatik.T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R4; nomor cetak 11Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas.Kualitas fungsional mediaAntarmukaKonsistensiS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R5; nomor cetak 22Teks, ikon, dan ilustrasi ditampilkan secara jelas dan konsisten.Kualitas fungsional mediaReadability; AccessibilityTeks; KontrasS21; S23REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R6; nomor cetak 33Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.Kualitas fungsional mediaResponsivenessReflowS23PERTAHANKANKesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R8; nomor cetak 44Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.Kualitas fungsional mediaNavigasiKontrolS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R9; nomor cetak 55Petunjuk penggunaan dan penanda kemajuan membantu pengguna mengikuti alur game.Kualitas fungsional mediaProgressPosisi aktivitasS07; S21REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R10; nomor cetak 66Game membantu pengguna mencegah dan mengatasi kesalahan tanpa kehilangan kemajuan secara tidak wajar.Kualitas fungsional mediaPemulihanErrorS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R12; nomor cetak 77Komponen interaktif game berfungsi sesuai rancangan dan mendukung kelancaran aktivitas.Kualitas fungsional mediaTeknisPenyelesaianS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R13; nomor cetak 88Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario.Kualitas fungsional mediaFunctionalityRuteS22; L02PERTAHANKANKesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W08: Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R14; nomor cetak 99Umpan balik dan debriefing sesuai dengan pilihan pengguna, ditampilkan pada waktu yang tepat, dan dapat dibaca kembali.Kualitas fungsional mediaFeedbackPilihan sesuaiS22; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R15; nomor cetak 1010Kemajuan dan data aktivitas game tersimpan serta dapat dipulihkan sesuai rancangan.Kualitas fungsional mediaIntegritas prosesLogS22; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W10: Log menyimpan riwayat keputusan pengguna sesuai rancangan sesi.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R17; nomor cetak 1111Tantangan, progres, dan penghargaan dalam game mendukung tujuan pembelajaran empati.Kualitas fungsional mediaGame alignmentImplementasi elemenS07; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R18; nomor cetak 1212Penyajian materi dan tempo interaksi memudahkan pemahaman tanpa membebani pengguna secara berlebihan.Kualitas fungsional mediaTempoKontrol membacaS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R19; nomor cetak 1313Mekanisme gamifikasi mendorong keterlibatan tanpa menggiring respons atau memberi insentif pada komunikasi yang tidak empatik.Kualitas fungsional mediaNetralitasInsentif jawabanS16; S20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R21; nomor cetak 1414Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan.Kualitas fungsional mediaKCES webKesetiaan tampilanS16; L04PERTAHANKANKesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W14: Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R22; nomor cetak 1515Sistem memastikan satu respons per butir, memeriksa kelengkapan, dan mempertahankan jawaban saat pengguna berpindah halaman.Kualitas fungsional mediaKCES webRespons tersimpanS22; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W15: Jawaban yang dipilih pada tiap butir KCES-R tetap tersimpan saat pengguna berpindah halaman.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R23; nomor cetak 1616Sistem menghitung skor serta menyimpan dan mengekspor data pengukuran secara akurat.Kualitas fungsional mediaKCES web; DataHitung skor; EksporS16; L04; S22REVISIPisahkan perhitungan skor dari ekspor data. Aturan skor harus mengikuti protokol yang disahkan setelah konflik sumber diselesaikan.W16: Hasil perhitungan KCES-R cocok dengan aturan penskoran yang disahkan pada protokol.; W17: Data yang diekspor cocok dengan respons mentah dan identitas sesi pada aplikasi.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R24; nomor cetak 1717Sistem membatasi pengumpulan identitas pribadi dan melindungi data peserta dari akses yang tidak berwenang.Kualitas fungsional mediaDataAksesS22; S24REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W18: Data peserta hanya dapat diakses oleh pengguna yang berwenang sesuai rancangan penelitian.
Media18 — SRC060 Validasi Media\LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R25; nomor cetak 1818Halaman KCES-R mudah dioperasikan pada perangkat sasaran dan disajikan tanpa isyarat yang menggiring jawaban.Kualitas fungsional mediaResponsiveness; Netralitas; AccessibilityReflow; Insentif jawaban; KeyboardS23; S16; S20REVISIPisahkan akses perangkat, interaksi keyboard, dan netralitas pengukuran; indikator tersebar W03/W19/W13 tanpa penilaian ulang.W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.; W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.; W19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 11Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.Kualitas desain modelRasionalBatas komponenS01; S04PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 22Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.Kualitas desain modelRasionalHubungan komponenS01; S03PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 33Diagram Model GRACE merepresentasikan struktur dan alur pembelajaran secara tepat serta mudah dipahami.Kualitas desain modelRasionalAkurasi diagramS01; S04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R8; nomor cetak 44Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.Kualitas desain modelLandasanDukungan teoriS01; S02; S03PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 55Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.Kualitas desain modelGamifikasiTujuan elemenS07; S08PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 66Konstruk empati kognitif dan afektif dalam TCME tercermin secara konsisten dalam rancangan Model GRACE.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 77Pemetaan fase GRACE terhadap siklus pembelajaran pengalaman Kolb dijelaskan secara tepat dan konsisten.Kualitas desain modelSintaksSiklus pengalamanS02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R13; nomor cetak 88Gamifikasi dan media GRACE mendukung kegiatan belajar serta peran fasilitator pada setiap fase pembelajaran.Kualitas desain modelSistem sosialMedia dan fasilitatorS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 99KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.Kualitas desain modelLandasanPosisi KPIENS09; S10; L01PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 1010Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R17; nomor cetak 1111Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.Kualitas desain modelTujuanKognitifS09; S10PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 1212Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.Kualitas desain modelTujuanAfektifS09; S10; S11PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 1313Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa D3 Keperawatan dan tujuan pembelajaran komunikasi yang ditetapkan.Kualitas desain modelKonteksKesesuaian D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 1414Tahapan Prebriefing, Simulation Experience, Debriefing, dan Evaluation dirumuskan secara jelas dan operasional.Kualitas desain modelSintaksTransisiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 1515Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar, refleksi, dan transfer pembelajaran dengan menjaga keamanan psikologis mahasiswa.Kualitas desain modelSintaks; Prinsip reaksiUrutan belajar; Keamanan psikologisS02; S05REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 1616Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan siklus GRACE realistis serta proporsional terhadap kegiatan pembelajaran.Operasionalisasi modelWaktu100 menitS05; L01PINDAHKANKelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R24; nomor cetak 1717Sistem sosial GRACE menjelaskan peran, pola interaksi, dan tanggung jawab dosen, fasilitator, serta mahasiswa.Kualitas desain modelSistem sosialPeranS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R25; nomor cetak 1818Prinsip reaksi memberikan pedoman yang jelas bagi fasilitator dalam merespons kebutuhan dan tindakan mahasiswa pada setiap fase GRACE.Kualitas desain modelPrinsip reaksiRespons fasilitatorS05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R26; nomor cetak 1919Sistem pendukung yang ditetapkan memadai untuk melaksanakan seluruh fase Model GRACE.Kualitas desain modelSistem pendukungKebutuhan minimumS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R27; nomor cetak 2020Dampak instruksional dan dampak pengiring GRACE dirumuskan secara jelas serta didukung mekanisme evaluasi yang sesuai.Kualitas desain modelDampakInstruksional; PengiringS01; S16; S20; S04REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R29; nomor cetak 2121Kebaruan konseptual dan prosedural GRACE dijelaskan melalui perbandingan dengan model pembelajaran yang relevan.Kualitas desain modelKontribusiPembanding noveltyS13; S14; S26REVISIBandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia.M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan.
Model22 — SRC066 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R30; nomor cetak 2222Model GRACE memiliki potensi kontribusi yang jelas bagi pengembangan pembelajaran empati dalam pendidikan keperawatan vokasional.Kualitas desain modelKontribusiKebutuhan dan kontribusiS01; S25; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R4; nomor cetak 11Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan.Operasionalisasi modelTujuanTujuan panduanS03PERTAHANKANTujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa.P01: Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R5; nomor cetak 22Perangkat mencakup kebutuhan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dokumentasi, dan tindak lanjut pembelajaran.Operasionalisasi modelKelengkapanForm wajibS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P02: Form yang diperlukan pada setiap tahap tercantum dalam paket perangkat.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R7; nomor cetak 33Isi perangkat selaras dengan tujuan, prinsip, dan tahapan pembelajaran dalam Model GRACE.Operasionalisasi modelAlignmentSintaksS03; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P03: Urutan kegiatan perangkat mengikuti sintaks yang disahkan dalam Buku Model.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R8; nomor cetak 44Urutan kegiatan, peran dosen atau fasilitator, aktivitas mahasiswa, dan keluaran setiap tahap dijelaskan secara operasional.Operasionalisasi modelDosen; MahasiswaPetunjuk tindakanS05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P04: Panduan dosen menjelaskan tindakan fasilitator yang harus dilakukan pada setiap fase.; P05: Panduan mahasiswa menjelaskan tugas peserta pada setiap fase.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R10; nomor cetak 55Rencana sesi, skenario, peta KPIEN, aktivitas permainan, dan tahapan GRACE saling terhubung secara konsisten.Operasionalisasi modelEmpat pertemuanVersi kasusS03; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P06: Rencana empat pertemuan menggunakan versi kasus yang sama dengan skenario yang divalidasi.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R11; nomor cetak 66Debriefing dan refleksi mengarahkan mahasiswa untuk menghubungkan pengalaman simulasi dengan empati kognitif, empati afektif, dan praktik klinis.Operasionalisasi modelDebriefingPertanyaan fasilitasiS02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R13; nomor cetak 77Alokasi waktu, kebutuhan personel, fasilitas, media, dan beban kegiatan realistis untuk diterapkan dalam pembelajaran.Operasionalisasi modelWaktu; Keterlaksanaan100 menit; Beban fasilitatorS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.; P08: Pembagian tugas dapat dijalankan dengan jumlah fasilitator yang ditetapkan.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R14; nomor cetak 88Perangkat memuat ketentuan keselamatan psikologis, etika, kerahasiaan, bantuan teknis, dan penanganan masalah selama pelaksanaan.Operasionalisasi modelKeselamatan; Dukungan; Etika refleksiProsedur interaksi; Fallback; PrivasiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P09: Panduan menetapkan tindakan fasilitator ketika mahasiswa mengalami ketidaknyamanan selama sesi.; P10: Panduan menyediakan prosedur pengganti ketika media tidak dapat digunakan.; P16: Panduan menjelaskan bahwa pengungkapan pengalaman emosional pribadi tidak wajib dilakukan di depan kelas.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R16; nomor cetak 99Perangkat evaluasi dapat digunakan untuk mendokumentasikan proses, observasi, refleksi, hasil debriefing, dan tindak lanjut pelaksanaan GRACE.Operasionalisasi modelAdministrasi buktiDokumentasiS20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R17; nomor cetak 1010Perangkat membedakan fungsi KCES-R, observasi, refleksi, dan log aktivitas permainan sesuai dengan jenis bukti yang dihasilkan.Operasionalisasi modelAdministrasi buktiDokumentasiS20; L01GABUNGKANGabungkan dokumentasi dan label fungsi bukti dengan P13; definisi konseptual tetap hanya dinilai M10.P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R19; nomor cetak 1111Bahasa, istilah, instruksi, label, dan format perangkat mudah dipahami serta digunakan secara konsisten.Operasionalisasi modelBahasa panduanKeterpahamanS20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran.
Perangkat12 — SRC067 Validasi Model\LEMBAR VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R20; nomor cetak 1212Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri.Operasionalisasi modelKendali dokumenVersiS01; L01PERTAHANKANTujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa.P15: Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T9/R2; nomor cetak 11Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PERTAHANKANDefinisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T9/R3; nomor cetak 22Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11PERTAHANKANDefinisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T9/R4; nomor cetak 33Perbedaan empati, simpati, belas kasihan, dan keterlibatan emosional berlebihan direpresentasikan secara tepat sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T9/R5; nomor cetak 44Hubungan TCME, indikator kebutuhan empati pasien (KPIEN), komunikasi terapeutik, dan tujuan pembelajaran dijelaskan secara konsisten tanpa menjadikan KPIEN sebagai domain empati baru.Kualitas desain modelLandasanStatus TCME; Posisi KPIENS09; S10; S11; L01PINDAHKANHierarki TCME dan kedudukan KPIEN adalah konstruk model; materi memerlukan pemetaan cue pada kasus, bukan penilaian teori yang diulang.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T10/R2; nomor cetak 55Situasi pasien, masalah kesehatan, konteks pelayanan, dan peran tenaga keperawatan dalam setiap skenario mencerminkan kondisi yang masuk akal dalam praktik.Kelayakan substantif kasusAuthenticityKewajaran kasusS14; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T10/R3; nomor cetak 66Tingkat kompleksitas kasus, keputusan, dan komunikasi sesuai dengan kompetensi serta pengalaman belajar mahasiswa D3 Keperawatan.Kelayakan substantif kasusKompleksitasJenjang D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T10/R4; nomor cetak 77Informasi, prosedur, tindakan, dan batas kewenangan keperawatan yang ditampilkan sesuai prinsip keselamatan pasien dan tidak mendorong tindakan klinis yang keliru.Kelayakan substantif kasusKeilmuanKeselamatan klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T10/R5; nomor cetak 88Dialog dan respons yang ditawarkan merepresentasikan komunikasi terapeutik yang etis, menghargai otonomi pasien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.Kelayakan substantif kasusKomunikasi; Etika pasienRespons terapeutik; OtonomiS11; S12; S24REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.; T17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T11/R2; nomor cetak 99Setiap titik keputusan menyediakan pilihan respons yang realistis dan cukup berbeda untuk mendorong mahasiswa mempertimbangkan isyarat, perspektif, emosi, dan kebutuhan pasien.Kelayakan substantif kasusBranchingPerbedaan alternatifS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T09: Alternatif respons pada setiap node memiliki perbedaan makna komunikasi yang dapat dijelaskan dari kasus.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T11/R3; nomor cetak 1010Konsekuensi pilihan, perubahan respons pasien, dan umpan balik dalam percabangan berlangsung logis serta konsisten dengan kualitas komunikasi yang dipilih mahasiswa.Kelayakan substantif kasusKonsekuensiLogika pasien; Batas prediksiS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T10: Konsekuensi pasien yang ditulis sesuai dengan respons komunikasi yang dipilih.; T19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T11/R4; nomor cetak 1111Pertanyaan debriefing mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan isyarat pasien, alasan keputusan, dampak respons, alternatif komunikasi, dan transfer pembelajaran ke situasi klinis lain.Kualitas desain model; Operasionalisasi modelMekanisme debriefing; DebriefingRekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; Alternatif; Pertanyaan fasilitasiS02; S05; S09PINDAHKANMekanisme refleksi berada pada model dan petunjuk pelaksanaannya pada perangkat; ahli materi menilai kebenaran rujukan klinis debriefing melalui T11.M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.; P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T12/R2; nomor cetak 1212Kedalaman dan cakupan materi sesuai jenjang D3 serta secara keseluruhan memberi kesempatan yang memadai untuk melatih empati kognitif dan afektif.Kelayakan substantif kasusCakupanKognitif dan afektifS09; S10; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T12/R3; nomor cetak 1313Skenario merepresentasikan keragaman pasien dan kondisi layanan kesehatan Indonesia secara etis, tidak stereotip, serta selaras dengan perkembangan praktik keperawatan.Kelayakan substantif kasusBudayaTanpa stereotipS24; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T13/R2; nomor cetak 1414Narasi, dialog, instruksi, umpan balik, dan pertanyaan debriefing mudah dipahami oleh mahasiswa D3 Keperawatan serta tidak menimbulkan tafsir ganda.Kelayakan substantif kasusBahasa materiKeterpahamanS20; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T13/R3; nomor cetak 1515Istilah medis, keperawatan, komunikasi terapeutik, dan empati digunakan secara tepat dan konsisten pada seluruh materi dan skenario.Kelayakan substantif kasusBahasa materiIstilah klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus.
Materi16 — SRC106 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Materi dan Skenario GRACE.docx; T13/R4; nomor cetak 1616Bahasa pasien dan tenaga keperawatan terdengar alami, komunikatif, empatik, peka budaya, dan tidak mengandung ungkapan yang merendahkan atau menstigma.Kelayakan substantif kasusBahasa dialogKewajaran dialogS14; L02REVISIDialog opsi yang kurang tepat boleh menjadi bahan belajar; jangan mensyaratkan semua opsi sudah empatik atau semua bahasa pasien empatik.T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T9/R2; nomor cetak 11Tata letak, hierarki visual, dan konsistensi antarlayar pada game GRACE memudahkan pengguna mengenali informasi utama dan tahapan aktivitas.Kualitas fungsional mediaAntarmukaKonsistensiS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T9/R3; nomor cetak 22Tipografi, ukuran teks, jarak, kontras warna, ikon, ilustrasi, dan elemen visual terbaca jelas serta digunakan secara konsisten.Kualitas fungsional mediaReadability; AccessibilityTeks; KontrasS21; S23REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T9/R4; nomor cetak 33Tampilan game menyesuaikan ukuran layar perangkat yang ditargetkan tanpa teks, pilihan respons, atau kontrol terpotong maupun saling menutupi.Kualitas fungsional mediaResponsivenessReflowS23REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T10/R2; nomor cetak 44Menu, tombol, pilihan respons, serta fungsi kembali/lanjut mudah ditemukan, dikenali, dan digunakan melalui perangkat masukan yang ditargetkan.Kualitas fungsional mediaNavigasiKontrolS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T10/R3; nomor cetak 55Instruksi penggunaan, penanda kemajuan, status aktivitas, dan posisi pengguna dalam alur game ditampilkan secara jelas pada saat diperlukan.Kualitas fungsional mediaProgressPosisi aktivitasS07; S21REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T10/R4; nomor cetak 66Sistem membantu mencegah kesalahan, menampilkan pesan kesalahan yang dapat dipahami, dan memungkinkan pemulihan tanpa kehilangan kemajuan secara tidak wajar.Kualitas fungsional mediaPemulihanErrorS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T11/R2; nomor cetak 77Tombol, dialog, audio/visual, pemuatan layar, dan komponen interaktif utama game berfungsi sesuai rancangan tanpa gangguan yang menghambat penyelesaian aktivitas.Kualitas fungsional mediaTeknisPenyelesaianS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T11/R3; nomor cetak 88Setiap pilihan respons mengarahkan pengguna ke cabang, perubahan respons pasien, dan konsekuensi yang tepat tanpa jalan buntu atau pengulangan yang tidak direncanakan.Kualitas fungsional mediaFunctionalityRuteS22; L02REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W08: Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T11/R4; nomor cetak 99Umpan balik dan debriefing tampil pada waktu serta konteks yang tepat, dapat dibaca kembali, dan konsisten dengan pilihan pengguna.Kualitas fungsional mediaFeedbackPilihan sesuaiS22; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T11/R5; nomor cetak 1010Status sesi, kemajuan, dan data aktivitas game disimpan atau dipulihkan secara konsisten sesuai rancangan penggunaan.Kualitas fungsional mediaIntegritas prosesLogS22; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W10: Log menyimpan riwayat keputusan pengguna sesuai rancangan sesi.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T12/R2; nomor cetak 1111Elemen gamifikasi seperti tantangan, progres, konsekuensi, dan penghargaan mendukung tujuan pembelajaran empati serta tidak sekadar menjadi hiasan.Kualitas fungsional mediaGame alignmentImplementasi elemenS07; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T12/R3; nomor cetak 1212Penyajian teks, ilustrasi, suara, animasi, dan tempo interaksi membantu pemrosesan materi tanpa menimbulkan beban kognitif yang tidak perlu.Kualitas fungsional mediaTempoKontrol membacaS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T12/R4; nomor cetak 1313Mekanisme keterlibatan dan penghargaan tidak mengalihkan perhatian, memanipulasi respons, atau memberikan insentif terhadap pilihan komunikasi yang tidak empatik.Kualitas fungsional mediaNetralitasInsentif jawabanS16; S20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R2; nomor cetak 1414Web menampilkan KCES-R secara setia sebagai 14 butir dalam dua bagian yang masing-masing terdiri atas tujuh butir paralel, menggunakan skala respons 1-7 serta urutan, redaksi, dan label respons versi yang disahkan.Kualitas fungsional mediaKCES webKesetiaan tampilanS16; L04REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Kesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W14: Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R3; nomor cetak 1515Setiap butir hanya menerima satu respons, kelengkapan isian diperiksa sebelum pengiriman, dan pilihan pengguna tidak berubah atau hilang ketika berpindah halaman.Kualitas fungsional mediaKCES webRespons tersimpanS22; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W15: Jawaban yang dipilih pada tiap butir KCES-R tetap tersimpan saat pengguna berpindah halaman.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R4; nomor cetak 1616Skor total 14-98, respons mentah, kode peserta, dan tahap pengukuran pretest/posttest dihitung, disimpan, serta diekspor secara akurat tanpa pembalikan skor yang tidak direncanakan.Kualitas fungsional mediaKCES web; DataHitung skor; EksporS16; L04; S22REVISIPisahkan perhitungan skor dari ekspor data. Aturan skor harus mengikuti protokol yang disahkan setelah konflik sumber diselesaikan.W16: Hasil perhitungan KCES-R cocok dengan aturan penskoran yang disahkan pada protokol.; W17: Data yang diekspor cocok dengan respons mentah dan identitas sesi pada aplikasi.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R5; nomor cetak 1717Pengumpulan dan penyimpanan data membatasi identitas pribadi pada kebutuhan penelitian, mencegah akses yang tidak berwenang, dan tidak menampilkan hasil individual kepada pihak yang tidak berkepentingan.Kualitas fungsional mediaDataAksesS22; S24REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W18: Data peserta hanya dapat diakses oleh pengguna yang berwenang sesuai rancangan penelitian.
Media18 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T13/R6; nomor cetak 1818Halaman KCES-R dapat digunakan pada peramban dan perangkat yang ditargetkan, memiliki label dan fokus kontrol yang jelas, mendukung interaksi papan ketik/sentuh, serta tidak memberi isyarat yang menggiring jawaban.Kualitas fungsional mediaResponsiveness; Netralitas; AccessibilityReflow; Insentif jawaban; KeyboardS23; S16; S20REVISIPisahkan akses perangkat, interaksi keyboard, dan netralitas pengukuran; indikator tersebar W03/W19/W13 tanpa penilaian ulang.W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.; W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.; W19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat.
Bahasa11 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T14/R2; nomor cetak 198Instruksi, menu, tombol, label, pesan kesalahan, dan notifikasi menggunakan bahasa yang ringkas, mudah dipahami, konsisten, dan tidak menimbulkan tafsir ganda.Kualitas fungsional mediaNavigasi; Progress; PemulihanKontrol; Posisi aktivitas; ErrorS21; S22; S07REVISIBahasa kontrol antarmuka diintegrasikan dengan fungsi kontrol; kebenaran istilah keperawatan ditelaah ahli materi, konsistensi istilah model oleh ahli model.W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.; W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas.; W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan.
Bahasa11 — SRC107 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Media Game GRACE dan Web KCES-R.docx; T14/R3; nomor cetak 206Istilah game, keperawatan, empati, dan pengukuran KCES-R digunakan secara tepat serta konsisten, dengan ejaan dan pilihan kata yang sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan.Kelayakan substantif kasus; Kualitas desain modelBahasa materi; Konsistensi bukuIstilah klinis; TerminologiS24; L03; S01; L01REVISIBahasa kontrol antarmuka diintegrasikan dengan fungsi kontrol; kebenaran istilah keperawatan ditelaah ahli materi, konsistensi istilah model oleh ahli model.T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus.; M31: Istilah konstruk, KPIEN, sintaks, dan sumber bukti digunakan secara konsisten dalam Buku Model.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T9/R2; nomor cetak 11Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas, konsisten, dan tidak menimbulkan tafsir ganda.Kualitas desain modelRasionalBatas komponenS01; S04REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T9/R3; nomor cetak 22Hubungan logis antarkomponen model tergambar secara sistematis dan dapat ditelusuri dari tujuan, proses pembelajaran, pengalaman mahasiswa, hingga evaluasi.Kualitas desain modelRasionalHubungan komponenS01; S03REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T9/R4; nomor cetak 33Diagram atau bagan model mudah dipahami dan merepresentasikan alur pembelajaran GRACE secara akurat.Kualitas desain modelRasionalAkurasi diagramS01; S04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T10/R2; nomor cetak 44Model GRACE berlandaskan teori model instruksional yang relevan dan mutakhir.Kualitas desain modelLandasanDukungan teoriS01; S02; S03REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T10/R3; nomor cetak 55Elemen gamifikasi GRACE berupa role-play, narasi bercabang, konsekuensi pilihan, umpan balik, progres fase, serta safe-failure dan replay terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran.Kualitas desain modelGamifikasiTujuan elemenS07; S08REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T10/R4; nomor cetak 66Sintesis konstruk empati kognitif dan empati afektif yang mendasari TCME tercermin secara jelas dan konsisten dalam struktur Model GRACE.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T10/R5; nomor cetak 77Pemetaan tahapan pembelajaran GRACE terhadap siklus experiential learning Kolb—concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation—disusun secara logis dan konsisten dengan kerangka konseptual.Kualitas desain modelSintaksSiklus pengalamanS02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T11/R2; nomor cetak 88Gamifikasi, branching, umpan balik, dan progress tracking mendukung proses pembelajaran tanpa menggantikan peran dosen atau fasilitator.Kualitas desain modelSistem sosialMedia dan fasilitatorS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T11/R3; nomor cetak 99KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka cue atau kebutuhan empati pasien yang dipetakan ke indikator perilaku, bukan sebagai domain empati baru.Kualitas desain modelLandasanPosisi KPIENS09; S10; L01REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T11/R4; nomor cetak 1010Batas antara Model GRACE, media atau aplikasi GRACE, perangkat pembelajaran, log aplikasi, dan KCES-R sebagai instrumen outcome dijelaskan secara tegas dan konsisten.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T12/R2; nomor cetak 1111Tujuan, aktivitas, dan mekanisme Model GRACE selaras untuk memfasilitasi pengembangan empati kognitif, khususnya perspective-taking, pada mahasiswa keperawatan.Kualitas desain modelTujuanKognitifS09; S10REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T12/R3; nomor cetak 1212Tujuan, aktivitas, dan mekanisme Model GRACE selaras untuk memfasilitasi pengembangan empati afektif sesuai definisi operasional TCME pada mahasiswa keperawatan.Kualitas desain modelTujuanAfektifS09; S10; S11REVISIIndikator dipertahankan; varian ini diselaraskan dengan baseline utama dan dipersempit menjadi satu gagasan. Indikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T12/R4; nomor cetak 1313Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa, kompetensi, dan konteks pembelajaran Program Studi D3 Keperawatan.Kualitas desain modelKonteksKesesuaian D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R2; nomor cetak 1414Tahapan Prebriefing–Simulation–Debriefing–Evaluation dalam Model GRACE dirumuskan secara jelas, operasional, dan dapat dilaksanakan.Kualitas desain modelSintaksTransisiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R3; nomor cetak 1515Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar yang progresif, refleksi terarah, transfer pembelajaran, dan keamanan psikologis mahasiswa.Kualitas desain modelSintaks; Prinsip reaksiUrutan belajar; Keamanan psikologisS02; S05REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R4; nomor cetak 1616Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan pelaksanaan Model GRACE realistis serta proporsional terhadap tujuan pembelajaran.Operasionalisasi modelWaktu100 menitS05; L01PINDAHKANKelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R5; nomor cetak 1717Peran, pola interaksi, dan pembagian tanggung jawab dosen, fasilitator, dan mahasiswa pada setiap fase pembelajaran terdefinisi dengan baik.Kualitas desain modelSistem sosialPeranS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R6; nomor cetak 1818Prinsip reaksi menjelaskan bentuk respons, scaffolding, dan umpan balik yang diberikan dosen atau fasilitator pada setiap fase GRACE.Kualitas desain modelPrinsip reaksiRespons fasilitatorS05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R7; nomor cetak 1919Sistem pendukung berupa aplikasi, skenario, panduan, perangkat, fasilitas, dan jaringan dirumuskan secara memadai untuk melaksanakan Model GRACE.Kualitas desain modelSistem pendukungKebutuhan minimumS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T13/R8; nomor cetak 2020Dampak instruksional dan dampak pengiring, beserta mekanisme evaluasinya, dirumuskan secara jelas dan selaras dengan tujuan Model GRACE.Kualitas desain modelDampakInstruksional; PengiringS01; S16; S20; S04REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T14/R2; nomor cetak 2121Model GRACE menawarkan integrasi konseptual dan prosedural yang jelas serta dapat dibedakan dari model instruksional yang telah ada.Kualitas desain modelKontribusiPembanding noveltyS13; S14; S26REVISIBandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia.M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan.
Model22 — SRC108 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE - Revisi 22 Butir.docx; T14/R3; nomor cetak 2222Model GRACE berpotensi memberikan kontribusi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan bagi pengembangan model instruksional dalam pendidikan vokasional kesehatan dan pembelajaran empati.Kualitas desain modelKontribusiKebutuhan dan kontribusiS01; S25; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T9/R2; nomor cetak 11Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas, konsisten, dan tidak menimbulkan tafsir ganda.Kualitas desain modelRasionalBatas komponenS01; S04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T9/R3; nomor cetak 22Hubungan logis antarkomponen/lapisan model dapat ditelusuri dari tujuan, proses pembelajaran, pengalaman peserta didik, hingga evaluasi.Kualitas desain modelRasionalHubungan komponenS01; S03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T9/R4; nomor cetak 33Diagram/arsitektur model dan alur empat fase merepresentasikan Model GRACE secara akurat.Kualitas desain modelRasionalAkurasi diagramS01; S04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T10/R2; nomor cetak 44Integrasi konstruktivisme dan experiential learning dalam Model GRACE dijelaskan secara koheren.Kualitas desain modelLandasanDukungan teoriS01; S02; S03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T10/R3; nomor cetak 55Penerapan simulation-based learning serta fase Kolb—pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan transfer—selaras dengan sintaks GRACE.Kualitas desain modelSintaksSiklus pengalamanS02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T10/R4; nomor cetak 66Empati kognitif dan empati afektif dalam kerangka TCME ditempatkan secara jelas sebagai kompetensi sasaran.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T10/R5; nomor cetak 77KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka cue/kebutuhan pasien yang dipetakan ke indikator empati, bukan sebagai domain empati baru.Kualitas desain modelLandasanPosisi KPIENS09; S10; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T11/R2; nomor cetak 88Gamifikasi, branching, umpan balik, dan progress tracking mendukung proses belajar tanpa menggantikan peran dosen/fasilitator.Kualitas desain modelSistem sosialMedia dan fasilitatorS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T11/R3; nomor cetak 99Batas antara model, media GRACE V3, rubrik/perangkat, log aplikasi, dan KCES-R 14 butir dijelaskan dengan tegas; model tidak menyiratkan skor empati atau leaderboard sebagai outcome utama.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T12/R2; nomor cetak 1010Tujuan Model GRACE selaras dengan kompetensi mahasiswa D3 Keperawatan, terutama komunikasi klinis dan respons empatik.Kualitas desain modelKonteksKesesuaian D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T12/R3; nomor cetak 1111Tingkat kompleksitas, urutan skenario, bahasa, dan contoh kasus sesuai dengan tahap perkembangan mahasiswa D3 serta konteks pendidikan keperawatan di Indonesia.Kelayakan substantif kasusKompleksitas; Bahasa materiJenjang D3; KeterpahamanS03; L03; S20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.; T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T13/R2; nomor cetak 1212Sintaks empat fase GRACE operasional dan dapat dilaksanakan oleh dosen/fasilitator sesuai panduan.Kualitas desain modelSintaksTransisiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T13/R3; nomor cetak 1313Urutan kegiatan mendukung perkembangan dari pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, menuju transfer/performa pada situasi klinis.Kualitas desain modelSintaksUrutan belajarS02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T13/R4; nomor cetak 1414Peran dosen, fasilitator, dan mahasiswa, termasuk scaffolding serta aturan interaksi, didefinisikan secara memadai.Kualitas desain modelSistem sosial; Prinsip reaksiPeran; Respons fasilitatorS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model.; M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T13/R5; nomor cetak 1515Alokasi waktu, keselamatan/psychological safety, etika dan data, fidelity, serta prosedur evaluasi dirumuskan secara realistis dan jelas.Operasionalisasi model; Kualitas desain modelWaktu; Prinsip reaksi; Administrasi outcome100 menit; Keamanan psikologis; Waktu ukurS05; L01; S16; S20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran.; P12: Panduan menempatkan pretest sebelum orientasi/intervensi dan posttest setelah pertemuan keempat pada kedua kelompok.
Model16 — SRC109 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Ahli Model GRACE.docx; T14/R2; nomor cetak 1616Model GRACE memberikan kontribusi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan bagi pendidikan vokasi keperawatan dan pembelajaran empati.Kualitas desain modelKontribusiKebutuhan dan kontribusiS01; S25; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R4; nomor cetak 11Makna konstruk empati yang diukur tetap sama dengan versi sumber pada seluruh 14 butir KCES-R.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R5; nomor cetak 22Isi 14 butir tetap mencakup kemampuan memahami pengalaman/perasaan, menghargai perspektif, menunjukkan kepedulian, dan melihat perspektif kelompok pasien.Kesetiaan format/adaptasiCakupanKesetiaan14S16; S17; L04GABUNGKANKesetiaan cakupan diperiksa per14butir dan KG01; penilaian keseluruhan tidak menggantikan telaah perbutir.KG01: Adaptasi mempertahankan seluruh14stem KCES-R sumber tanpa penambahan item empati.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R6; nomor cetak 33Perbedaan fungsi Bagian 1 tentang pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dan Bagian 2 tentang kemampuan diri tetap dipertahankan.Kesetiaan format/adaptasiStrukturGlobal/personalS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG02: Prompt membedakan pentingnya kemampuan profesional pada Bagian1 dan kemampuan diri pada Bagian2.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R8; nomor cetak 44Terjemahan setiap butir setara secara makna dan tidak menambah, mengurangi, atau mengubah maksud versi sumber.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan semantikItem1: SE; Item2: SE; Item3: SE; Item4: SE; Item5: SE; Item6: SE; Item7: SE; Item8: SE; Item9: SE; Item10: SE; Item11: SE; Item12: SE; Item13: SE; Item14: SES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-SE: Item 1 dinilai pada kesetaraan semantik.; K02-SE: Item 2 dinilai pada kesetaraan semantik.; K03-SE: Item 3 dinilai pada kesetaraan semantik.; K04-SE: Item 4 dinilai pada kesetaraan semantik.; K05-SE: Item 5 dinilai pada kesetaraan semantik.; K06-SE: Item 6 dinilai pada kesetaraan semantik.; K07-SE: Item 7 dinilai pada kesetaraan semantik.; K08-SE: Item 8 dinilai pada kesetaraan semantik.; K09-SE: Item 9 dinilai pada kesetaraan semantik.; K10-SE: Item 10 dinilai pada kesetaraan semantik.; K11-SE: Item 11 dinilai pada kesetaraan semantik.; K12-SE: Item 12 dinilai pada kesetaraan semantik.; K13-SE: Item 13 dinilai pada kesetaraan semantik.; K14-SE: Item 14 dinilai pada kesetaraan semantik.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R9; nomor cetak 55Istilah utama empati, perasaan, perspektif pasien, kepedulian, hubungan terapeutik, dan pelayanan berpusat pada pasien digunakan secara tepat dan konsisten.Kesetaraan adaptasi instrumenKesetaraan konseptualItem1: KE; Item2: KE; Item3: KE; Item4: KE; Item5: KE; Item6: KE; Item7: KE; Item8: KE; Item9: KE; Item10: KE; Item11: KE; Item12: KE; Item13: KE; Item14: KES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-KE: Item 1 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K02-KE: Item 2 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K03-KE: Item 3 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K04-KE: Item 4 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K05-KE: Item 5 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K06-KE: Item 6 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K07-KE: Item 7 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K08-KE: Item 8 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K09-KE: Item 9 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K10-KE: Item 10 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K11-KE: Item 11 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K12-KE: Item 12 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K13-KE: Item 13 dinilai pada kesetaraan konseptual.; K14-KE: Item 14 dinilai pada kesetaraan konseptual.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R11; nomor cetak 66Pernyataan sesuai dengan konteks budaya Indonesia serta pengalaman pendidikan dan praktik mahasiswa D3 Keperawatan.Kesetaraan adaptasi instrumenKesesuaian konteks/budayaItem1: BU; Item2: BU; Item3: BU; Item4: BU; Item5: BU; Item6: BU; Item7: BU; Item8: BU; Item9: BU; Item10: BU; Item11: BU; Item12: BU; Item13: BU; Item14: BUS15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-BU: Item 1 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K02-BU: Item 2 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K03-BU: Item 3 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K04-BU: Item 4 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K05-BU: Item 5 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K06-BU: Item 6 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K07-BU: Item 7 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K08-BU: Item 8 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K09-BU: Item 9 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K10-BU: Item 10 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K11-BU: Item 11 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K12-BU: Item 12 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K13-BU: Item 13 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.; K14-BU: Item 14 dinilai pada kesesuaian konteks/budaya.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R13; nomor cetak 77Kalimat mudah dipahami, ringkas, menggunakan ejaan dan tata bahasa yang tepat, serta tidak menimbulkan tafsir ganda.Kesetaraan adaptasi instrumenKejelasanItem1: JE; Item2: JE; Item3: JE; Item4: JE; Item5: JE; Item6: JE; Item7: JE; Item8: JE; Item9: JE; Item10: JE; Item11: JE; Item12: JE; Item13: JE; Item14: JES15; S16; S17; L04REVISIGanti penilaian agregat menjadi penilaian setiap item pada dimensi yang sesuai; pertahankan makna item sumber.K01-JE: Item 1 dinilai pada kejelasan.; K02-JE: Item 2 dinilai pada kejelasan.; K03-JE: Item 3 dinilai pada kejelasan.; K04-JE: Item 4 dinilai pada kejelasan.; K05-JE: Item 5 dinilai pada kejelasan.; K06-JE: Item 6 dinilai pada kejelasan.; K07-JE: Item 7 dinilai pada kejelasan.; K08-JE: Item 8 dinilai pada kejelasan.; K09-JE: Item 9 dinilai pada kejelasan.; K10-JE: Item 10 dinilai pada kejelasan.; K11-JE: Item 11 dinilai pada kejelasan.; K12-JE: Item 12 dinilai pada kejelasan.; K13-JE: Item 13 dinilai pada kejelasan.; K14-JE: Item 14 dinilai pada kejelasan.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R15; nomor cetak 88Petunjuk pengisian dan cara memilih satu respons pada setiap butir disampaikan secara jelas.Kesetiaan format/adaptasiPetunjukSatu responsS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG03: Petunjuk menjelaskan pemilihan satu respons untuk setiap pernyataan.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R16; nomor cetak 99Skala 1-7 dan label respons pada Bagian 1 serta Bagian 2 setara dengan versi sumber dan menunjukkan urutan intensitas yang logis.Kesetiaan format/adaptasiSkalaAnchorS16; S17; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.KG04: Label anchor respons tiap bagian setara dengan sumber Bahasa Inggris.
KCESreview10 — SRC110 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI KCES R.docx; T3/R17; nomor cetak 1010Format 14 butir dalam dua bagian yang masing-masing terdiri atas tujuh butir, urutan, penskoran total 14-98, dan interpretasi skor diterapkan secara tepat tanpa pembalikan skor.Kesetiaan format/adaptasiSkor; Interpretasi; KonsistensiAturan; Batas inferensi; Kelompok pasienS16; S17; L04REVISIPisahkan struktur, penskoran, dan interpretasi; pedoman lokal total14–98 bertentangan dengan versi terpisah7–49. Struktur dua domain bukan kognitif/afektif.KG05: Aturan penskoran ditelusuri ke pedoman sumber yang telah dikonfirmasi provenance-nya.; KG06: Penafsiran skor membedakan persepsi pentingnya empati dan kemampuan empati diri.; KG07: Rujukan kelompok pasien sama pada kedua bagian dan pada pretest/posttest.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T6/R2; nomor cetak 11Definisi empati kognitif sebagai kemampuan memahami dan mengambil perspektif psikologis pasien dirumuskan secara tepat.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T6/R3; nomor cetak 22Definisi empati afektif sebagai empathic concern yang other-oriented dirumuskan secara tepat dan tidak disamakan dengan penularan emosi.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T6/R4; nomor cetak 33Batas antara empati, simpati, caring, komunikasi empatik, dan personal distress dijelaskan secara jelas dan konsisten.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T6/R5; nomor cetak 44Penggunaan Perspective-Taking dan Empathic Concern sebagai dasar dua domain utama empati GRACE memiliki argumentasi teoretis yang memadai.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T8/R2; nomor cetak 55Konstruk empati yang dirumuskan relevan dengan capaian kompetensi mahasiswa D3 Keperawatan.Kualitas desain modelKonteksKesesuaian D3S03; L03PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T8/R3; nomor cetak 66Indikator konstruk mencerminkan kebutuhan komunikasi terapeutik, patient-centered care, dan hubungan perawat-pasien.Kelayakan substantif kasusKomunikasiRespons terapeutikS11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T8/R4; nomor cetak 77Indikator dapat diterapkan pada konteks klinis dan budaya pelayanan kesehatan di Indonesia.Kelayakan substantif kasusBudayaTanpa stereotipS24; L02PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T8/R5; nomor cetak 88Tingkat kompleksitas indikator sesuai untuk mahasiswa D3 Keperawatan dan tidak terlalu sederhana seperti konteks SMK maupun terlalu lanjut seperti perawat spesialis.Kelayakan substantif kasusKompleksitasJenjang D3S03; L03PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R2; nomor cetak 99A.1 Pengambilan Perspektif Pasien beserta subindikator mendengarkan aktif, reflective listening, dan identifikasi kekhawatiran tersembunyi mewakili empati kognitif.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R3; nomor cetak 1010A.2 Pemahaman Pengalaman Pasien beserta subindikator kondisi holistik dan penghargaan terhadap sudut pandang pasien mewakili empati kognitif.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R4; nomor cetak 1111A.3 Identifikasi Kebutuhan Pasien beserta subindikator hidden needs dan patient advocacy mewakili empati kognitif dalam praktik keperawatan.Kelayakan substantif kasusPemetaan kasusCue dan targetS10; S14; L02PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R5; nomor cetak 1212B.1 Ekspresi Kepedulian Empatik beserta komponen verbal dan nonverbal mewakili manifestasi empati afektif.Kelayakan substantif kasusKomunikasiRespons terapeutikS11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R6; nomor cetak 1313B.2 Kehadiran Empatik beserta co-presence dan respons terhadap sinyal distres mewakili manifestasi empati afektif.Kelayakan substantif kasusKomunikasiRespons terapeutikS11; S12; S24PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R7; nomor cetak 1414B.3 Kepedulian Berbasis Caring beserta hubungan terapeutik dan self-regulation/metacognition mewakili empati afektif yang profesional.Kelayakan substantif kasus; Kualitas desain modelEmpati afektif; TujuanKepedulian; AfektifS09; S10; S11PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.; M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R8; nomor cetak 1515B.4 Komunikasi Empatik beserta penyampaian informasi klinis dan trust-building mewakili empati afektif dalam interaksi perawat-pasien.Kelayakan substantif kasusKomunikasiRespons terapeutikS11; S12; S24PINDAHKANKlasifikasi semula mencampur kemampuan internal, perilaku, regulasi, dan dampak. Pindahkan setelah koreksi klasifikasi; komunikasi bersifat integratif, advokasi perilaku, kepercayaan dampak.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T10/R9; nomor cetak 1616Secara keseluruhan, tujuh indikator memberikan cakupan konstruk yang memadai tanpa mengabaikan unsur penting empati keperawatan.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R2; nomor cetak 1717Hubungan hierarkis antara domain, indikator, dan subindikator tersusun konsisten serta mudah ditelusuri.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R3; nomor cetak 1818Pemetaan dari konstruk teoretis ke perilaku empatik yang dapat diobservasi memiliki hubungan logis.Kualitas desain modelMekanisme simulasiRantai keputusanS10; S14; L02PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R4; nomor cetak 1919Pemetaan indikator empati ke KPIEN sebagai cue verbal, nonverbal, dan kontekstual pasien memiliki hubungan yang tepat.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R5; nomor cetak 2020Pemetaan indikator ke mekanik game, pilihan bercabang, konsekuensi, dan adaptive feedback mendukung aktivasi empati secara tepat.Kualitas desain modelMekanisme simulasiRantai keputusanS10; S14; L02PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R6; nomor cetak 2121Pemetaan indikator ke fase prebriefing, simulation experience, debriefing, dan evaluation dalam sintaks GRACE bersifat konsisten.Kualitas desain modelSintaksTransisiS05; L01PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T12/R7; nomor cetak 2222Pemetaan konstruk ke fungsi ukur KCES-R, rubrik observasi, dan data performa game membedakan dengan jelas self-report, perilaku teramati, dan log keputusan.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20GABUNGKANBatas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T14/R2; nomor cetak 2323KPIEN diposisikan secara jelas sebagai indikator kebutuhan empati pasien dalam skenario, bukan sebagai domain empati baru.Kualitas desain modelLandasanPosisi KPIENS09; S10; L01PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T14/R3; nomor cetak 2424Perbedaan fungsi KCES-R, rubrik observasi, dan log performa game dijelaskan sehingga tidak terjadi klaim pengukuran yang tumpang tindih.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20GABUNGKANBatas interpretasi sumber bukti diwakili M10; log, perilaku, dan self-report tidak saling menggantikan.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T14/R4; nomor cetak 2525Kontribusi GRACE dalam menerjemahkan konstruk empati menjadi cue pasien, branching decision, feedback, dan debriefing dapat ditelusuri secara logis.Kualitas desain modelMekanisme simulasiRantai keputusanS10; S14; L02PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T14/R5; nomor cetak 2626Tidak terdapat duplikasi atau tumpang tindih berlebihan antarindikator dan subindikator.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T16/R2; nomor cetak 2727Setiap indikator dan subindikator dirumuskan secara jelas, spesifik, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T16/R3; nomor cetak 2828Mapping konstruk dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun materi, skenario, dialog, dan mekanik game GRACE.Kelayakan substantif kasusPemetaan kasusCue dan targetS10; S14; L02PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.T04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T16/R4; nomor cetak 2929Mapping konstruk dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun rubrik observasi, feedback, dan pertanyaan debriefing.Operasionalisasi modelDebriefingPertanyaan fasilitasiS02; S05PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons.
Mapping30 — SRC111 ../Dokumen Validasi GRACE/Lembar Validasi Konstruk Mapping Empati GRACE.docx; T16/R5; nomor cetak 3030Kerangka konstruk layak digunakan sebagai dasar validasi lanjutan dan pengujian empiris pada mahasiswa D3 Keperawatan.Kualitas desain modelKontribusiKebutuhan dan kontribusiS01; S25; L03PINDAHKANTelaah konstruk ini relevan sebagai baseline, tetapi didistribusikan ke penilaian model atau materi agar tidak menjadi instrumen ketujuh yang mengulang enam paket.M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 11Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10PERTAHANKANDefinisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 22Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11PERTAHANKANDefinisi materi kognitif dan kepedulian berorientasi pasien sudah spesifik.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 33Perbedaan empati, simpati, belas kasihan, dan keterlibatan emosional berlebihan direpresentasikan secara tepat sehingga tidak menimbulkan miskonsepsi.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R7; nomor cetak 44Hubungan TCME, indikator kebutuhan empati pasien (KPIEN), komunikasi terapeutik, dan tujuan pembelajaran dijelaskan secara konsisten tanpa menjadikan KPIEN sebagai domain empati baru.Kualitas desain modelLandasanStatus TCME; Posisi KPIENS09; S10; S11; L01PINDAHKANHierarki TCME dan kedudukan KPIEN adalah konstruk model; materi memerlukan pemetaan cue pada kasus, bukan penilaian teori yang diulang.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.; M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 55Situasi pasien, masalah kesehatan, konteks pelayanan, dan peran tenaga keperawatan dalam setiap skenario mencerminkan kondisi yang masuk akal dalam praktik.Kelayakan substantif kasusAuthenticityKewajaran kasusS14; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 66Tingkat kompleksitas kasus, keputusan, dan komunikasi sesuai dengan kompetensi serta pengalaman belajar mahasiswa D3 Keperawatan.Kelayakan substantif kasusKompleksitasJenjang D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 77Informasi, prosedur, tindakan, dan batas kewenangan keperawatan yang ditampilkan sesuai prinsip keselamatan pasien dan tidak mendorong tindakan klinis yang keliru.Kelayakan substantif kasusKeilmuanKeselamatan klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R12; nomor cetak 88Dialog dan respons yang ditawarkan merepresentasikan komunikasi terapeutik yang etis, menghargai otonomi pasien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.Kelayakan substantif kasusKomunikasi; Etika pasienRespons terapeutik; OtonomiS11; S12; S24REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.; T17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 99Setiap titik keputusan menyediakan pilihan respons yang realistis dan cukup berbeda untuk mendorong mahasiswa mempertimbangkan isyarat, perspektif, emosi, dan kebutuhan pasien.Kelayakan substantif kasusBranchingPerbedaan alternatifS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T09: Alternatif respons pada setiap node memiliki perbedaan makna komunikasi yang dapat dijelaskan dari kasus.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 1010Konsekuensi pilihan, perubahan respons pasien, dan umpan balik dalam percabangan berlangsung logis serta konsisten dengan kualitas komunikasi yang dipilih mahasiswa.Kelayakan substantif kasusKonsekuensiLogika pasien; Batas prediksiS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T10: Konsekuensi pasien yang ditulis sesuai dengan respons komunikasi yang dipilih.; T19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R16; nomor cetak 1111Pertanyaan debriefing mengarahkan mahasiswa untuk merefleksikan isyarat pasien, alasan keputusan, dampak respons, alternatif komunikasi, dan transfer pembelajaran ke situasi klinis lain.Kualitas desain model; Operasionalisasi modelMekanisme debriefing; DebriefingRekonstruksi; Perspektif; Konsekuensi; Alternatif; Pertanyaan fasilitasiS02; S05; S09PINDAHKANMekanisme refleksi berada pada model dan petunjuk pelaksanaannya pada perangkat; ahli materi menilai kebenaran rujukan klinis debriefing melalui T11.M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.; M28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.; M29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.; M30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.; P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 1212Kedalaman dan cakupan materi sesuai jenjang D3 serta secara keseluruhan memberi kesempatan yang memadai untuk melatih empati kognitif dan afektif.Kelayakan substantif kasusCakupanKognitif dan afektifS09; S10; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 1313Skenario merepresentasikan keragaman pasien dan kondisi layanan kesehatan Indonesia secara etis, tidak stereotip, serta selaras dengan perkembangan praktik keperawatan.Kelayakan substantif kasusBudayaTanpa stereotipS24; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 1414Narasi, dialog, instruksi, umpan balik, dan pertanyaan debriefing mudah dipahami oleh mahasiswa D3 Keperawatan serta tidak menimbulkan tafsir ganda.Kelayakan substantif kasusBahasa materiKeterpahamanS20; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 1515Istilah medis, keperawatan, komunikasi terapeutik, dan empati digunakan secara tepat dan konsisten pada seluruh materi dan skenario.Kelayakan substantif kasusBahasa materiIstilah klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus.
Materi16 — SRC112 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MATERI GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 1616Bahasa pasien dan tenaga keperawatan terdengar alami, komunikatif, empatik, peka budaya, dan tidak mengandung ungkapan yang merendahkan atau menstigma.Kelayakan substantif kasusBahasa dialogKewajaran dialogS14; L02REVISIDialog opsi yang kurang tepat boleh menjadi bahan belajar; jangan mensyaratkan semua opsi sudah empatik atau semua bahasa pasien empatik.T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R4; nomor cetak 11Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas.Kualitas fungsional mediaAntarmukaKonsistensiS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R5; nomor cetak 22Teks, ikon, dan ilustrasi ditampilkan secara jelas dan konsisten.Kualitas fungsional mediaReadability; AccessibilityTeks; KontrasS21; S23REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R6; nomor cetak 33Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.Kualitas fungsional mediaResponsivenessReflowS23PERTAHANKANKesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R8; nomor cetak 44Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.Kualitas fungsional mediaNavigasiKontrolS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R9; nomor cetak 55Petunjuk penggunaan dan penanda kemajuan membantu pengguna mengikuti alur game.Kualitas fungsional mediaProgressPosisi aktivitasS07; S21REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R10; nomor cetak 66Game membantu pengguna mencegah dan mengatasi kesalahan tanpa kehilangan kemajuan secara tidak wajar.Kualitas fungsional mediaPemulihanErrorS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W06: Pengguna dapat memulihkan aktivitas setelah kesalahan teknis sesuai prosedur yang ditampilkan.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R12; nomor cetak 77Komponen interaktif game berfungsi sesuai rancangan dan mendukung kelancaran aktivitas.Kualitas fungsional mediaTeknisPenyelesaianS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R13; nomor cetak 88Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario.Kualitas fungsional mediaFunctionalityRuteS22; L02PERTAHANKANKesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W08: Pilihan pengguna menghasilkan percabangan dan konsekuensi yang sesuai dengan rancangan skenario.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R14; nomor cetak 99Umpan balik dan debriefing sesuai dengan pilihan pengguna, ditampilkan pada waktu yang tepat, dan dapat dibaca kembali.Kualitas fungsional mediaFeedbackPilihan sesuaiS22; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R15; nomor cetak 1010Kemajuan dan data aktivitas game tersimpan serta dapat dipulihkan sesuai rancangan.Kualitas fungsional mediaIntegritas prosesLogS22; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W10: Log menyimpan riwayat keputusan pengguna sesuai rancangan sesi.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R17; nomor cetak 1111Tantangan, progres, dan penghargaan dalam game mendukung tujuan pembelajaran empati.Kualitas fungsional mediaGame alignmentImplementasi elemenS07; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R18; nomor cetak 1212Penyajian materi dan tempo interaksi memudahkan pemahaman tanpa membebani pengguna secara berlebihan.Kualitas fungsional mediaTempoKontrol membacaS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R19; nomor cetak 1313Mekanisme gamifikasi mendorong keterlibatan tanpa menggiring respons atau memberi insentif pada komunikasi yang tidak empatik.Kualitas fungsional mediaNetralitasInsentif jawabanS16; S20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R21; nomor cetak 1414Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan.Kualitas fungsional mediaKCES webKesetiaan tampilanS16; L04PERTAHANKANKesesuaian tampilan, rute dengan rancangan, dan versi KCES yang disahkan dapat diuji langsung; media tidak menilai ketepatan klinis.W14: Penyajian butir dan skala respons KCES-R sesuai dengan versi yang disahkan.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R22; nomor cetak 1515Sistem memastikan satu respons per butir, memeriksa kelengkapan, dan mempertahankan jawaban saat pengguna berpindah halaman.Kualitas fungsional mediaKCES webRespons tersimpanS22; L04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W15: Jawaban yang dipilih pada tiap butir KCES-R tetap tersimpan saat pengguna berpindah halaman.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R23; nomor cetak 1616Sistem menghitung skor serta menyimpan dan mengekspor data pengukuran secara akurat.Kualitas fungsional mediaKCES web; DataHitung skor; EksporS16; L04; S22REVISIPisahkan perhitungan skor dari ekspor data. Aturan skor harus mengikuti protokol yang disahkan setelah konflik sumber diselesaikan.W16: Hasil perhitungan KCES-R cocok dengan aturan penskoran yang disahkan pada protokol.; W17: Data yang diekspor cocok dengan respons mentah dan identitas sesi pada aplikasi.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R24; nomor cetak 1717Sistem membatasi pengumpulan identitas pribadi dan melindungi data peserta dari akses yang tidak berwenang.Kualitas fungsional mediaDataAksesS22; S24REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W18: Data peserta hanya dapat diakses oleh pengguna yang berwenang sesuai rancangan penelitian.
Media18 — SRC113 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA GAME DAN WEB AHLI MEDIA.docx; T3/R25; nomor cetak 1818Halaman KCES-R mudah dioperasikan pada perangkat sasaran dan disajikan tanpa isyarat yang menggiring jawaban.Kualitas fungsional mediaResponsiveness; Netralitas; AccessibilityReflow; Insentif jawaban; KeyboardS23; S16; S20REVISIPisahkan akses perangkat, interaksi keyboard, dan netralitas pengukuran; indikator tersebar W03/W19/W13 tanpa penilaian ulang.W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.; W13: Antarmuka tidak memberi insentif skor atau petunjuk yang menggiring jawaban KCES-R.; W19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R4; nomor cetak 11Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan.Operasionalisasi modelTujuanTujuan panduanS03PERTAHANKANTujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa.P01: Tujuan penggunaan perangkat GRACE dirumuskan dengan jelas dan sesuai bagi mahasiswa D3 Keperawatan.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R5; nomor cetak 22Perangkat mencakup kebutuhan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dokumentasi, dan tindak lanjut pembelajaran.Operasionalisasi modelKelengkapanForm wajibS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P02: Form yang diperlukan pada setiap tahap tercantum dalam paket perangkat.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R7; nomor cetak 33Isi perangkat selaras dengan tujuan, prinsip, dan tahapan pembelajaran dalam Model GRACE.Operasionalisasi modelAlignmentSintaksS03; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P03: Urutan kegiatan perangkat mengikuti sintaks yang disahkan dalam Buku Model.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R8; nomor cetak 44Urutan kegiatan, peran dosen atau fasilitator, aktivitas mahasiswa, dan keluaran setiap tahap dijelaskan secara operasional.Operasionalisasi modelDosen; MahasiswaPetunjuk tindakanS05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P04: Panduan dosen menjelaskan tindakan fasilitator yang harus dilakukan pada setiap fase.; P05: Panduan mahasiswa menjelaskan tugas peserta pada setiap fase.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R10; nomor cetak 65Rencana sesi, skenario, peta KPIEN, aktivitas permainan, dan tahapan GRACE saling terhubung secara konsisten.Operasionalisasi modelEmpat pertemuanVersi kasusS03; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P06: Rencana empat pertemuan menggunakan versi kasus yang sama dengan skenario yang divalidasi.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R11; nomor cetak6Debriefing dan refleksi mengarahkan mahasiswa untuk menghubungkan pengalaman simulasi dengan empati kognitif, empati afektif, dan praktik klinis.Operasionalisasi modelDebriefingPertanyaan fasilitasiS02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P11: Panduan debriefing menyediakan pertanyaan untuk rekonstruksi, perspektif pasien, konsekuensi, dan alternatif respons.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R13; nomor cetak 77Alokasi waktu, kebutuhan personel, fasilitas, media, dan beban kegiatan realistis untuk diterapkan dalam pembelajaran.Operasionalisasi modelWaktu; Keterlaksanaan100 menit; Beban fasilitatorS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.; P08: Pembagian tugas dapat dijalankan dengan jumlah fasilitator yang ditetapkan.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R14; nomor cetak 88Perangkat memuat ketentuan keselamatan psikologis, etika, kerahasiaan, bantuan teknis, dan penanganan masalah selama pelaksanaan.Operasionalisasi modelKeselamatan; Dukungan; Etika refleksiProsedur interaksi; Fallback; PrivasiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P09: Panduan menetapkan tindakan fasilitator ketika mahasiswa mengalami ketidaknyamanan selama sesi.; P10: Panduan menyediakan prosedur pengganti ketika media tidak dapat digunakan.; P16: Panduan menjelaskan bahwa pengungkapan pengalaman emosional pribadi tidak wajib dilakukan di depan kelas.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R16; nomor cetak 99Perangkat evaluasi dapat digunakan untuk mendokumentasikan proses, observasi, refleksi, hasil debriefing, dan tindak lanjut pelaksanaan GRACE.Operasionalisasi modelAdministrasi buktiDokumentasiS20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R17; nomor cetak 1010Perangkat membedakan fungsi KCES-R, observasi, refleksi, dan log aktivitas permainan sesuai dengan jenis bukti yang dihasilkan.Operasionalisasi modelAdministrasi buktiDokumentasiS20; L01GABUNGKANGabungkan dokumentasi dan label fungsi bukti dengan P13; definisi konseptual tetap hanya dinilai M10.P13: Form dokumentasi membedakan data outcome, keterlaksanaan, performa formatif, dan log proses melalui label penggunaannya.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R19; nomor cetak 1111Bahasa, istilah, instruksi, label, dan format perangkat mudah dipahami serta digunakan secara konsisten.Operasionalisasi modelBahasa panduanKeterpahamanS20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran.
Perangkat12 — SRC114 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MEDIA PERANGKAT PEMBELAJARAN.docx; T3/R20; nomor cetak 1212Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri.Operasionalisasi modelKendali dokumenVersiS01; L01PERTAHANKANTujuan perangkat dan kendali versi sudah tepat dan dapat diperiksa.P15: Setiap perangkat mencantumkan identitas, versi, status, dan catatan perubahan sehingga penggunaannya dapat ditelusuri.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R4; nomor cetak 11Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.Kualitas desain modelRasionalBatas komponenS01; S04PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R5; nomor cetak 22Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.Kualitas desain modelRasionalHubungan komponenS01; S03PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R6; nomor cetak 33Diagram Model GRACE merepresentasikan struktur dan alur pembelajaran secara tepat serta mudah dipahami.Kualitas desain modelRasionalAkurasi diagramS01; S04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R8; nomor cetak 44Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.Kualitas desain modelLandasanDukungan teoriS01; S02; S03PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R9; nomor cetak 55Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.Kualitas desain modelGamifikasiTujuan elemenS07; S08PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R10; nomor cetak 66Konstruk empati kognitif dan afektif dalam TCME tercermin secara konsisten dalam rancangan Model GRACE.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R11; nomor cetak 77Pemetaan fase GRACE terhadap siklus pembelajaran pengalaman Kolb dijelaskan secara tepat dan konsisten.Kualitas desain modelSintaksSiklus pengalamanS02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R13; nomor cetak 88Gamifikasi dan media GRACE mendukung kegiatan belajar serta peran fasilitator pada setiap fase pembelajaran.Kualitas desain modelSistem sosialMedia dan fasilitatorS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R14; nomor cetak 99KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.Kualitas desain modelLandasanPosisi KPIENS09; S10; L01PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R15; nomor cetak 1010Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R17; nomor cetak 1111Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.Kualitas desain modelTujuanKognitifS09; S10PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R18; nomor cetak 1212Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.Kualitas desain modelTujuanAfektifS09; S10; S11PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R19; nomor cetak 1313Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa D3 Keperawatan dan tujuan pembelajaran komunikasi yang ditetapkan.Kualitas desain modelKonteksKesesuaian D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R21; nomor cetak 1414Tahapan Prebriefing, Simulation Experience, Debriefing, dan Evaluation dirumuskan secara jelas dan operasional.Kualitas desain modelSintaksTransisiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R22; nomor cetak 1515Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar, refleksi, dan transfer pembelajaran dengan menjaga keamanan psikologis mahasiswa.Kualitas desain modelSintaks; Prinsip reaksiUrutan belajar; Keamanan psikologisS02; S05REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R23; nomor cetak 1616Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan siklus GRACE realistis serta proporsional terhadap kegiatan pembelajaran.Operasionalisasi modelWaktu100 menitS05; L01PINDAHKANKelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R24; nomor cetak 1717Sistem sosial GRACE menjelaskan peran, pola interaksi, dan tanggung jawab dosen, fasilitator, serta mahasiswa.Kualitas desain modelSistem sosialPeranS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R25; nomor cetak 1818Prinsip reaksi memberikan pedoman yang jelas bagi fasilitator dalam merespons kebutuhan dan tindakan mahasiswa pada setiap fase GRACE.Kualitas desain modelPrinsip reaksiRespons fasilitatorS05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R26; nomor cetak 1919Sistem pendukung yang ditetapkan memadai untuk melaksanakan seluruh fase Model GRACE.Kualitas desain modelSistem pendukungKebutuhan minimumS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R27; nomor cetak 2020Dampak instruksional dan dampak pengiring GRACE dirumuskan secara jelas serta didukung mekanisme evaluasi yang sesuai.Kualitas desain modelDampakInstruksional; PengiringS01; S16; S20; S04REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R29; nomor cetak 2121Kebaruan konseptual dan prosedural GRACE dijelaskan melalui perbandingan dengan model pembelajaran yang relevan.Kualitas desain modelKontribusiPembanding noveltyS13; S14; S26REVISIBandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia.M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan.
Model22 — SRC115 ../Dokumen Validasi GRACE/LEMBAR VALIDASI MODEL GRACE.docx; T3/R30; nomor cetak 2222Model GRACE memiliki potensi kontribusi yang jelas bagi pengembangan pembelajaran empati dalam pendidikan keperawatan vokasional.Kualitas desain modelKontribusiKebutuhan dan kontribusiS01; S25; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan.
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T4/R11Apakah empati diajarkan secara eksplisit dalam mata pelajaran tertentu, ataukah hanya disisipkan secara implisit dalam pembelajaran? Bisakah Bapak/Ibu jelaskan lebih lanjut?Kebutuhan pengembanganPembelajaran saat iniPosisi pembelajaran empatiS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Apakah empati diajarkan secara eksplisit dalam mata pelajaran tertentu, ataukah hanya disisipkan secara implisit dalam pembelajaran? Bisakah Bapak/Ibu jelaskan lebih lanjut?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T5/R12Metode atau pendekatan apa yang selama ini digunakan untuk mengembangkan empati siswa dalam konteks keperawatan? (Misalnya: ceramah, roleplay, studi kasus, kunjungan rumah sakit, dll.)Kebutuhan pengembanganPembelajaran saat iniMetode pembelajaran yang digunakanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Metode atau pendekatan apa yang selama ini digunakan untuk mengembangkan empati mahasiswa dalam konteks keperawatan? (Misalnya: ceramah, roleplay, studi kasus, kunjungan rumah sakit, dll.)
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T6/R13Menurut Bapak/Ibu, seberapa efektif metode yang digunakan tersebut dalam benar-benar mengembangkan empati siswa? Apa indikator atau buktinya?Kebutuhan pengembanganPembelajaran saat iniBukti efektivitas yang dipersepsikanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Menurut Bapak/Ibu, seberapa efektif metode yang digunakan tersebut dalam benar-benar mengembangkan empati mahasiswa? Apa indikator atau buktinya?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T7/R14Apa hambatan atau tantangan terbesar yang Bapak/Ibu hadapi ketika mencoba mengajarkan atau mengembangkan empati pada siswa keperawatan?Kebutuhan pengembanganPembelajaran saat iniHambatan pembelajaranS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Apa hambatan atau tantangan terbesar yang Bapak/Ibu hadapi ketika mencoba mengajarkan atau mengembangkan empati pada mahasiswa keperawatan?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T9/R15Bagaimana Bapak/Ibu menggambarkan karakteristik umum siswa SMK keperawatan di sini, terutama dalam hal sikap, kepedulian, dan kepekaan terhadap kondisi orang lain atau pasien?Kebutuhan pengembanganProfil pesertaKarakteristik pesertaS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Bagaimana Bapak/Ibu menggambarkan karakteristik umum mahamahasiswa D3 Keperawatan di sini, terutama dalam hal sikap, kepedulian, dan kepekaan terhadap kondisi orang lain atau pasien?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T10/R16Apakah Bapak/Ibu mengamati perbedaan tingkat empati yang signifikan di antara siswa? Apa yang menurut Bapak/Ibu menjadi faktor penyebabnya?Kebutuhan pengembanganProfil pesertaPerbedaan peserta dan dugaan penyebabS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Apakah Bapak/Ibu mengamati perbedaan tingkat empati yang signifikan di antara mahasiswa? Apa yang menurut Bapak/Ibu menjadi faktor penyebabnya?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T11/R17Bagaimana tingkat keterlibatan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi sikap, seperti empati, komunikasi terapeutik, atau etika keperawatan?Kebutuhan pengembanganProfil pesertaKeterlibatan dalam pembelajaranS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Bagaimana tingkat keterlibatan dan antusiasme mahasiswa dalam pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi sikap, seperti empati, komunikasi terapeutik, atau etika keperawatan?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T13/R18Fasilitas teknologi apa saja yang tersedia di sekolah dan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran? (Misalnya: laboratorium komputer, proyektor, akses internet, kebijakan penggunaan smartphone, dll.)Kebutuhan pengembanganKesiapan mediaFasilitas teknologiS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Fasilitas teknologi apa saja yang tersedia di program studi dan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran? (Misalnya: laboratorium komputer, proyektor, akses internet, kebijakan penggunaan smartphone, dll.)
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T14/R19Apakah siswa diperbolehkan menggunakan perangkat digital pribadi (smartphone/tablet) selama kegiatan pembelajaran? Bagaimana kebijakannya di sekolah ini?Kebutuhan pengembanganKesiapan mediaKebijakan perangkat pribadiS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Apakah mahasiswa diperbolehkan menggunakan perangkat digital pribadi (smartphone/tablet) selama kegiatan pembelajaran? Bagaimana kebijakannya di program studi ini?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T15/R110Pernahkah Bapak/Ibu menggunakan media digital, simulasi interaktif, atau game edukasi dalam pembelajaran? Bagaimana respons siswa dan pengalaman Bapak/Ibu?Kebutuhan pengembanganKesiapan mediaPengalaman dosen dengan media digitalS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Pernahkah Bapak/Ibu menggunakan media digital, simulasi interaktif, atau game edukasi dalam pembelajaran? Bagaimana respons mahasiswa dan pengalaman Bapak/Ibu?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T16/R111Seberapa terbuka Bapak/Ibu terhadap gagasan penggunaan game digital sebagai media pembelajaran empati? Adakah kekhawatiran yang perlu dipertimbangkan?Kebutuhan pengembanganKesiapan mediaPenerimaan dan kekhawatiran dosenS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Seberapa terbuka Bapak/Ibu terhadap gagasan penggunaan game digital sebagai media pembelajaran empati? Adakah kekhawatiran yang perlu dipertimbangkan?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T18/R112Dalam kurikulum SMK keperawatan yang berlaku saat ini, di mana posisi kompetensi empati? Apakah sudah tercantum secara eksplisit dalam capaian pembelajaran atau standar kompetensi?Kebutuhan pengembanganKurikulum/kebutuhan pengembanganPosisi empati dalam kurikulumS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Dalam kurikulum SMK keperawatan yang berlaku saat ini, di mana posisi kompetensi empati? Apakah sudah tercantum secara eksplisit dalam capaian pembelajaran atau standar kompetensi?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T19/R113Mata pelajaran apa yang menurut Bapak/Ibu paling relevan sebagai wadah implementasi desain instruksional berbasis gamifikasi untuk pengembangan empati?Kebutuhan pengembanganKurikulum/kebutuhan pengembanganMata kuliah untuk implementasiS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Mata pelajaran apa yang menurut Bapak/Ibu paling relevan sebagai wadah implementasi desain instruksional berbasis gamifikasi untuk pengembangan empati?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T20/R114Berdasarkan pengalaman Bapak/Ibu atau masukan dari dunia kerja (rumah sakit, klinik, puskesmas), seberapa penting kompetensi empati bagi lulusan SMK keperawatan?Kebutuhan pengembanganKurikulum/kebutuhan pengembanganKebutuhan empati lulusan dari layananS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Berdasarkan pengalaman Bapak/Ibu atau masukan dari dunia kerja (rumah sakit, klinik, puskesmas), seberapa penting kompetensi empati bagi lulusan SMK keperawatan?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T22/R115Menurut Bapak/Ibu, seperti apa idealnya sebuah media atau pendekatan pembelajaran yang dapat benar-benar mengembangkan empati siswa secara efektif, autentik, dan berkelanjutan?Kebutuhan pengembanganKurikulum/kebutuhan pengembanganHarapan desain pembelajaranS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Menurut Bapak/Ibu, seperti apa idealnya sebuah media atau pendekatan pembelajaran yang dapat benar-benar mengembangkan empati mahasiswa secara efektif, autentik, dan berkelanjutan?
KebutuhanWawancara16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T23/R116Adakah hal lain yang ingin Bapak/Ibu sampaikan terkait kebutuhan pengembangan pembelajaran empati di sekolah ini yang belum tercakup dalam pertanyaan-pertanyaan sebelumnya?Kebutuhan pengembanganKurikulum/kebutuhan pengembanganKebutuhan lain yang belum tercakupS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Adakah hal lain yang ingin Bapak/Ibu sampaikan terkait kebutuhan pengembangan pembelajaran empati di program studi ini yang belum tercakup dalam pertanyaan-pertanyaan sebelumnya?
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R24Saya memahami apa yang dimaksud dengan empati dalam konteks keperawatan.Kebutuhan pengembanganPersepsi awalPemahaman konsep empati yang dilaporkanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya memahami apa yang dimaksud dengan empati dalam konteks keperawatan.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R35Saya mengetahui perbedaan antara empati dan simpati dalam pelayanan kesehatan.Kebutuhan pengembanganPersepsi awalPengetahuan perbedaan empati/simpati yang dilaporkanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya mengetahui perbedaan antara empati dan simpati dalam pelayanan kesehatan.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R46Saya memahami bahwa empati adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih, bukan sekadar bawaan kepribadian.Kebutuhan pengembanganPersepsi awalKeyakinan empati dapat dilatihS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya memahami bahwa empati adalah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih, bukan sekadar bawaan kepribadian.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R57Saya menyadari pentingnya empati dalam membangun hubungan yang baik antara perawat dan pasien.Kebutuhan pengembanganPersepsi awalPentingnya empati dalam hubungan pasienS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya menyadari pentingnya empati dalam membangun hubungan yang baik antara perawat dan pasien.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R68Saya merasa sudah cukup mampu menempatkan diri pada posisi pasien saat memberikan pelayanan keperawatan.Kebutuhan pengembanganPersepsi awalKemampuan awal perspektif yang dipersepsikanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Catat persepsi awal/kebutuhan belajar atas pernyataan ini; jangan masukkan ke skor outcome empati. Saya merasa sudah cukup mampu menempatkan diri pada posisi pasien saat memberikan pelayanan keperawatan.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T27/R79Saya merasa pembelajaran empati yang ada saat ini di sekolah sudah mencukupi kebutuhanku sebagai calon perawat.Kebutuhan pengembanganPersepsi awalKecukupan pembelajaran yang dirasakanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya merasa pembelajaran empati yang ada saat ini di program studi sudah mencukupi kebutuhanku sebagai calon perawat.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T28/R213Saya merasa nyaman belajar menggunakan media digital (video, aplikasi, e-learning, dll.).Kebutuhan pengembanganPengalaman teknologiKenyamanan belajar digitalS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya merasa nyaman belajar menggunakan media digital (video, aplikasi, e-learning, dll.).
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T28/R314Saya pernah merasa lebih mudah memahami sesuatu melalui game atau simulasi dibandingkan hanya membaca buku atau mendengarkan ceramah.Kebutuhan pengembanganPengalaman teknologiPengalaman belajar melalui game/simulasiS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya pernah merasa lebih mudah memahami sesuatu melalui game atau simulasi dibandingkan hanya membaca buku atau mendengarkan ceramah.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T28/R415Saya tertarik jika ada game digital yang dapat membantu saya belajar keterampilan keperawatan.Kebutuhan pengembanganPengalaman teknologiMinat media digital keperawatanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya tertarik jika ada game digital yang dapat membantu saya belajar keterampilan keperawatan.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R216Saya merasa metode pembelajaran empati yang ada saat ini belum cukup membantu saya untuk benar-benar merasakan apa yang dirasakan pasien.Kebutuhan pengembanganKebutuhan/harapanKebutuhan pembelajaran afektif yang dirasakanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Catat persepsi awal/kebutuhan belajar atas pernyataan ini; jangan masukkan ke skor outcome empati. Saya merasa metode pembelajaran empati yang ada saat ini belum cukup membantu saya untuk benar-benar merasakan apa yang dirasakan pasien.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R317Saya membutuhkan media pembelajaran yang memungkinkan saya berlatih berempati dalam situasi yang terasa nyata dan kontekstual.Kebutuhan pengembanganKebutuhan/harapanKebutuhan latihan kasus autentikS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya membutuhkan media pembelajaran yang memungkinkan saya berlatih berempati dalam situasi yang terasa nyata dan kontekstual.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R418Saya tertarik untuk belajar empati melalui game digital yang menyimulasikan berbagai situasi dan skenario keperawatan.Kebutuhan pengembanganKebutuhan/harapanMinat simulasi empatiS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya tertarik untuk belajar empati melalui game digital yang menyimulasikan berbagai situasi dan skenario keperawatan.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R519Saya merasa belajar melalui game akan membuat topik empati lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan.Kebutuhan pengembanganKebutuhan/harapanHarapan manfaat pembelajaran digitalS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Catat persepsi awal/kebutuhan belajar atas pernyataan ini; jangan masukkan ke skor outcome empati. Saya merasa belajar melalui game akan membuat topik empati lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R620Saya yakin bahwa berlatih empati melalui game digital dapat membantu saya menjadi perawat yang lebih peka dan profesional.Kebutuhan pengembanganKebutuhan/harapanHarapan kesiapan profesionalS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Catat persepsi awal/kebutuhan belajar atas pernyataan ini; jangan masukkan ke skor outcome empati. Saya yakin bahwa berlatih empati melalui game digital dapat membantu saya menjadi perawat yang lebih peka dan profesional.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T29/R721Saya bersedia meluangkan waktu untuk belajar menggunakan game digital sebagai bagian dari pembelajaran empati di sekolah.Kebutuhan pengembanganKebutuhan/harapanKesediaan mengikuti pembelajaran digitalS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Saya bersedia meluangkan waktu untuk belajar menggunakan game digital sebagai bagian dari pembelajaran empati di program studi.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T35/R21Komponen-komponen model desain instruksional terdefinisi dengan jelas dan tidak ambigu.Kualitas desain modelRasionalBatas komponenS01; S04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T35/R32Hubungan logis antar komponen model tergambar secara sistematis dan koheren.Kualitas desain modelRasionalHubungan komponenS01; S03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T35/R43Diagram/bagan model mudah dipahami dan merepresentasikan alur pembelajaran secara akurat.Kualitas desain modelRasionalAkurasi diagramS01; S04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T36/R24Model berlandaskan teori desain instruksional yang relevan dan mutakhir.Kualitas desain modelLandasanDukungan teoriS01; S02; S03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T36/R35Teori gamifikasi (elemen, mekanisme, dan dinamika) terintegrasi secara koheren dalam model.Kualitas desain modelGamifikasiTujuan elemenS07; S08REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T36/R46Landasan teori empati dalam keperawatan tercermin dengan jelas dalam struktur model.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T37/R27Model dirancang secara tepat untuk mencapai peningkatan empati kognitif siswa keperawatan.Kualitas desain modelTujuanKognitifS09; S10REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T37/R38Model dirancang secara tepat untuk mencapai peningkatan empati afektif siswa keperawatan.Kualitas desain modelTujuanAfektifS09; S10; S11REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T37/R49Model sesuai dengan karakteristik dan konteks pembelajaran SMK Keperawatan.Kualitas desain modelKonteksKesesuaian D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T38/R210Tahapan/sintaks pembelajaran dalam model jelas, operasional, dan dapat dilaksanakan.Kualitas desain modelSintaksTransisiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T38/R311Urutan aktivitas pembelajaran dalam model mendukung perkembangan empati siswa secara progresif.Kualitas desain modelSintaksUrutan belajarS02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T38/R412Alokasi waktu yang ditetapkan dalam desain instruksional realistis dan proporsional.Operasionalisasi modelWaktu100 menitS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T38/R513Peran guru dan siswa dalam setiap tahap pembelajaran terdefinisi dengan baik.Kualitas desain modelSistem sosialPeranS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T39/R214Model memberikan pendekatan baru yang membedakannya dari model desain instruksional yang sudah ada.Kualitas desain modelKontribusiPembanding noveltyS13; S14; S26REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan.
Model15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T39/R315Model berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu desain instruksional, khususnya pada pendidikan vokasional kesehatan.Kualitas desain modelKontribusiKebutuhan dan kontribusiS01; S25; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T45/R21Konsep empati kognitif (kemampuan mengambil perspektif pasien) disajikan dengan benar dan akurat dalam konten game.Kelayakan substantif kasusEmpati kognitifAkurasi konsepS09; S10REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T01: Konsep empati kognitif, terutama pemahaman pengalaman dan perspective-taking pasien, disajikan secara benar dan konsisten dalam materi serta skenario GRACE.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T45/R32Konsep empati afektif (kemampuan merasakan emosi pasien) disajikan dengan benar dan akurat dalam konten game.Kelayakan substantif kasusEmpati afektifKepedulianS09; S10; S11REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T02: Konsep empati afektif, terutama empathic concern dan respons kepedulian yang berorientasi pada pasien, disajikan secara benar dan proporsional.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T45/R43Tidak terdapat miskonsepsi atau informasi yang menyesatkan tentang empati dalam keperawatan.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10GABUNGKANCegah miskonsepsi dan bedakan empati/simpati/distres pada T03; tidak perlu dua penilaian yang sama.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T45/R54Perbedaan antara empati dan simpati dalam konteks keperawatan direpresentasikan dengan tepat.Kelayakan substantif kasusBatas konsepEmpati vs distresS09; S10GABUNGKANCegah miskonsepsi dan bedakan empati/simpati/distres pada T03; tidak perlu dua penilaian yang sama.T03: Materi membedakan respons empatik yang berorientasi pada pasien dari personal distress mahasiswa.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T46/R25Skenario dalam game mencerminkan situasi nyata yang dihadapi perawat dalam praktik klinik.Kelayakan substantif kasusAuthenticityKewajaran kasusS14; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T05: Situasi pasien pada setiap skenario masuk akal dalam konteks pelayanan yang digambarkan.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T46/R36Situasi dan kasus yang disajikan relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan siswa SMK Keperawatan.Kelayakan substantif kasusKompleksitasJenjang D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T46/R47Prosedur dan tindakan keperawatan yang ditampilkan dalam game sesuai dengan standar praktik keperawatan yang berlaku.Kelayakan substantif kasusKeilmuanKeselamatan klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T46/R58Dialog dan respons empatik dalam game merepresentasikan praktik komunikasi terapeutik yang baik.Kelayakan substantif kasusKomunikasiRespons terapeutikS11; S12; S24REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T08: Respons yang direkomendasikan menunjukkan komunikasi terapeutik yang menanggapi kebutuhan pasien.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T47/R29Kedalaman materi empati sesuai dengan jenjang kompetensi siswa SMK Keperawatan.Kelayakan substantif kasusKompleksitasJenjang D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T47/R310Konten mencakup keseimbangan yang memadai antara aspek empati kognitif dan afektif.Kelayakan substantif kasusCakupanKognitif dan afektifS09; S10; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T47/R411Cakupan skenario memadai untuk melatih berbagai dimensi empati klinis.Kelayakan substantif kasusCakupanKognitif dan afektifS09; S10; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T12: Rangkaian empat kasus menyediakan kesempatan melatih pemahaman perspektif dan kepedulian terhadap pasien.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T48/R212Skenario dan konteks yang digunakan relevan dengan budaya dan kondisi layanan kesehatan di Indonesia.Kelayakan substantif kasusBudayaTanpa stereotipS24; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T13: Penggambaran pasien menghindari generalisasi stereotip tentang kelompok budaya.
Materi13 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T48/R313Konten mencerminkan perkembangan dan praktik keperawatan terkini.Kelayakan substantif kasusKeilmuanKeselamatan klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T07: Respons keperawatan yang direkomendasikan dalam skenario sesuai batas kewenangan peserta didik pada konteks kasus.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T54/R21Penggunaan warna, tipografi, dan tata letak mendukung kenyamanan visual dan keterbacaan.Kualitas fungsional mediaReadability; AccessibilityTeks; KontrasS21; S23REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.; W20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T54/R32Kualitas grafis, ilustrasi, dan animasi mendukung pemahaman konten empati.Kualitas fungsional mediaReadabilityTeksS21; S23REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T54/R43Desain antarmuka (UI) konsisten dan profesional di seluruh bagian game.Kualitas fungsional mediaAntarmukaKonsistensiS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W01: Tata letak antarlayar konsisten dan memudahkan pengguna mengenali informasi utama serta tahapan aktivitas.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T55/R24Elemen gamifikasi (poin, badge, level, leaderboard) dirancang secara tepat dan mendukung tujuan pembelajaran empati.Kualitas fungsional mediaGame alignmentImplementasi elemenS07; L01REVISIPoin/badge/leaderboard dan audio belum dibuktikan sebagai fitur wajib produk; nilai hanya elemen yang benar-benar diimplementasikan. Modality tidak tepat dinilai bila audio tidak tersedia.W11: Elemen gamifikasi yang disahkan pada rancangan ditampilkan sesuai fungsi belajarnya.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T55/R35Mekanisme umpan balik (feedback) dalam game efektif, informatif, dan tepat waktu.Kualitas fungsional mediaFeedbackPilihan sesuaiS22; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W09: Media menampilkan umpan balik yang sesuai dengan pilihan pengguna.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T55/R46Tingkat tantangan (challenge level) dalam game sesuai dengan kemampuan siswa SMK Keperawatan.Kelayakan substantif kasusKompleksitasJenjang D3S03; L03PINDAHKANKesulitan klinis ke materi T06; keterlibatan yang dirasakan ke respons mahasiswa R05. Ahli media tidak menilai kondisi afektif internal.T06: Tuntutan keputusan pada setiap kasus sesuai dengan pengalaman belajar mahasiswa D3 sasaran.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T55/R57Narasi dan alur cerita (storyline) game mampu membangun keterlibatan emosional siswa.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanPenerimaanCeritaS21; S20; L01PINDAHKANKesulitan klinis ke materi T06; keterlibatan yang dirasakan ke respons mahasiswa R05. Ahli media tidak menilai kondisi afektif internal.R05: Alur kasus membuat saya ingin melanjutkan kegiatan.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T56/R28Antarmuka game mudah digunakan (user-friendly) tanpa membutuhkan panduan yang panjang.Kualitas fungsional mediaNavigasiKontrolS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T56/R39Navigasi dalam game konsisten, intuitif, dan tidak membingungkan pengguna.Kualitas fungsional mediaNavigasiKontrolS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W04: Menu, tombol, dan pilihan respons mudah ditemukan serta digunakan.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T56/R410Instruksi dan petunjuk dalam game jelas dan mudah dipahami oleh siswa SMK.Kualitas fungsional mediaProgressPosisi aktivitasS07; S21REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W05: Penanda kemajuan menunjukkan posisi pengguna dalam alur aktivitas.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T57/R211Penerapan prinsip contiguity: elemen teks dan gambar yang berkaitan ditempatkan berdekatan.Kualitas fungsional mediaReadabilityTeksS21; S23REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W02: Teks antarmuka dapat dibaca pada ukuran tampilan perangkat sasaran.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T57/R312Penerapan prinsip modality: kombinasi audio dan visual digunakan secara seimbang dan efektif.Kualitas fungsional mediaTempoKontrol membacaS21; S22REVISIPoin/badge/leaderboard dan audio belum dibuktikan sebagai fitur wajib produk; nilai hanya elemen yang benar-benar diimplementasikan. Modality tidak tepat dinilai bila audio tidak tersedia.W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T57/R413Tidak terdapat informasi yang berlebihan atau mengganggu (prinsip coherence).Kualitas fungsional mediaTempoKontrol membacaS21; S22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W12: Pengguna memiliki waktu untuk membaca informasi kasus sebelum memilih respons.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T58/R214Aplikasi berjalan stabil tanpa error, crash, atau gangguan yang mengganggu pengalaman bermain.Kualitas fungsional mediaTeknisPenyelesaianS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T58/R315Kecepatan loading aplikasi memadai dan tidak menghambat kelancaran pembelajaran.Kualitas fungsional mediaTeknisPenyelesaianS22REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W07: Fungsi utama aplikasi dapat menyelesaikan satu sesi pada konfigurasi perangkat dan jaringan sasaran.
Media16 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T58/R416Game dapat diakses dengan baik di berbagai jenis perangkat yang umum digunakan siswa.Kualitas fungsional mediaResponsivenessReflowS23REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.W03: Tampilan game menyesuaikan ukuran layar tanpa elemen terpotong atau saling menutupi.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T64/R21Kalimat-kalimat dalam produk mudah dipahami oleh siswa SMK tanpa menimbulkan ambiguitas.Kelayakan substantif kasusBahasa materiKeterpahamanS20; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T64/R32Panjang kalimat proporsional dan tidak membebani pemahaman pembaca.Kelayakan substantif kasusBahasa materiKeterpahamanS20; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T64/R43Struktur paragraf dan penyajian teks terorganisasi dengan baik dan logis.Kelayakan substantif kasusBahasa materiKeterpahamanS20; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T14: Teks materi dan skenario mudah dipahami oleh mahasiswa D3 sasaran.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T65/R24Penggunaan ejaan sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).Operasionalisasi modelBahasa panduanKeterpahamanS20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T65/R35Tata bahasa (sintaksis dan morfologi) yang digunakan tepat dan baku.Operasionalisasi modelBahasa panduanKeterpahamanS20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T65/R46Penggunaan istilah keperawatan dalam teks tepat dan sesuai dengan terminologi medis yang berlaku.Kelayakan substantif kasusBahasa materiIstilah klinisS24; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T15: Istilah keperawatan digunakan sesuai maknanya dalam konteks kasus.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T66/R27Bahasa yang digunakan bersifat dialogis, hangat, dan memotivasi siswa untuk terlibat aktif.Kelayakan substantif kasusBahasa dialogKewajaran dialogS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T66/R38Instruksi dan panduan disampaikan secara jelas, langsung, dan tidak bertele-tele.Operasionalisasi modelDosen; MahasiswaPetunjuk tindakanS05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P04: Panduan dosen menjelaskan tindakan fasilitator yang harus dilakukan pada setiap fase.; P05: Panduan mahasiswa menjelaskan tugas peserta pada setiap fase.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T66/R49Bahasa dalam game mampu membangun suasana empatik yang mendukung tujuan pembelajaran.Kelayakan substantif kasusBahasa dialogKewajaran dialogS14; L02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.T16: Dialog pasien terdengar wajar untuk situasi yang digambarkan.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T67/R210Penggunaan istilah dan terminologi konsisten di seluruh produk (game, buku panduan guru, buku panduan siswa).Kualitas desain model; Operasionalisasi modelKonsistensi buku; Bahasa panduanTerminologi; KeterpahamanS01; L01; S20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M31: Istilah konstruk, KPIEN, sintaks, dan sumber bukti digunakan secara konsisten dalam Buku Model.; P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran.
Bahasa11 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T67/R311Gaya bahasa dan tingkat formalitas konsisten di seluruh bagian produk.Operasionalisasi modelBahasa panduanKeterpahamanS20REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.P14: Instruksi pada perangkat dapat dipahami oleh pengguna sasaran.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T73/R21Saya dapat mengoperasikan game ini dengan mudah tanpa harus meminta bantuan orang lain.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanUsabilityOperasiS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R01: Saya dapat menjalankan fungsi utama game dengan mudah.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T73/R32Petunjuk dan instruksi dalam game disampaikan dengan jelas dan mudah saya pahami.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanUsabilityPetunjukS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R02: Petunjuk penggunaan game mudah saya pahami.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T73/R43Tampilan menu dan navigasi game memudahkan saya untuk berpindah antar bagian.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanUsabilityNavigasiS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R03: Menu game memudahkan saya berpindah antarbagian.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T74/R24Tampilan visual game (warna, karakter, animasi) menarik dan menyenangkan.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanPenerimaanVisualS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R04: Tampilan visual game menarik bagi saya.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T74/R35Alur cerita dan skenario dalam game membuat saya penasaran dan ingin terus bermain.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanPenerimaanCeritaS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R05: Alur kasus membuat saya ingin melanjutkan kegiatan.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T74/R46Elemen game seperti poin, badge, dan level membuat pembelajaran lebih menarik dan menantang.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanPenerimaanKemajuanS21; S20; L01REVISISebut kemajuan aktivitas yang tersedia; poin/badge/level belum dibuktikan.R06: Penanda kemajuan membantu saya mengikuti kegiatan belajar.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T74/R57Saya tidak merasa bosan selama menggunakan game ini.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanPenerimaanKeterlibatanS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R07: Saya dapat mempertahankan perhatian selama menggunakan game.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T75/R28Skenario dalam game membantu saya memahami apa artinya berempati kepada pasien.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanManfaat dirasakanMakna empatiS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R08: Kasus dalam game membantu saya memahami makna respons empatik kepada pasien.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T75/R39Melalui game ini, saya menjadi lebih mampu membayangkan apa yang dirasakan oleh pasien.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanManfaat dirasakanLatihan perspektifS21; S20; L01REVISIGanti klaim menjadi lebih empatik menjadi kesempatan belajar yang dirasakan; hindari membuat ukuran outcome empati baru.R09: Game memberi saya kesempatan meninjau situasi dari sudut pandang pasien.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T75/R410Situasi dan kasus dalam game terasa nyata dan relevan dengan pekerjaan seorang perawat.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanAuthenticity dirasakanKasusS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R10: Situasi dalam game terasa masuk akal bagi saya sebagai mahasiswa keperawatan.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T75/R511Bahasa dan dialog dalam game mudah saya pahami.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanReadabilityBahasaS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R11: Bahasa dalam kasus mudah saya pahami.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T76/R212Game ini membuat saya lebih peka terhadap perasaan dan kebutuhan pasien.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanManfaat dirasakanCueS21; S20; L01REVISIGanti klaim menjadi lebih empatik menjadi kesempatan belajar yang dirasakan; hindari membuat ukuran outcome empati baru.R12: Game memberi saya kesempatan memperhatikan isyarat kebutuhan pasien.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T76/R313Saya merasa game ini bermanfaat untuk mempersiapkan saya menjadi perawat yang lebih berempati.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanManfaat dirasakanPersiapanS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R13: Kegiatan GRACE bermanfaat bagi persiapan komunikasi saya dengan pasien.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T76/R414Saya merasa terlibat secara emosional dalam skenario-skenario yang disajikan game.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanPenerimaanKeterhubungan kasusS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R14: Saya merasa terlibat dengan situasi pasien yang digambarkan dalam kasus.
Respons15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T76/R515Saya akan merekomendasikan game ini kepada teman-teman saya untuk digunakan dalam pembelajaran.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanPenerimaanRekomendasiS21; S20; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.R15: Saya bersedia merekomendasikan kegiatan GRACE kepada teman untuk pembelajaran.
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T82/R21Sintaks / tahapan pembelajaran dalam desain instruksional ini dapat dilaksanakan dengan baik di kelas.Kepraktisan aktualPersepsi dosenSintaks / tahapan pembelajaran dalam desain instruksional ini dapat dilaksanakan dengan baik di kelas.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Sintaks / tahapan pembelajaran dalam desain instruksional ini dapat dilaksanakan dengan baik di kelas. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T82/R32Alokasi waktu yang ditetapkan dalam desain instruksional realistis dan dapat dipenuhi.Kepraktisan aktualPersepsi dosenAlokasi waktu yang ditetapkan dalam desain instruksional realistis dan dapat dipenuhi.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Alokasi waktu yang ditetapkan dalam desain instruksional realistis dan dapat dipenuhi. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T82/R43Peran guru dalam setiap tahap pembelajaran terdefinisi dengan jelas dalam buku panduan.Kepraktisan aktualPersepsi dosenPeran guru dalam setiap tahap pembelajaran terdefinisi dengan jelas dalam buku panduan.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Peran dosen dalam setiap tahap pembelajaran terdefinisi dengan jelas dalam buku panduan. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T82/R54Transisi antar tahap pembelajaran berlangsung lancar tanpa kebingungan berarti.Kepraktisan aktualPersepsi dosenTransisi antar tahap pembelajaran berlangsung lancar tanpa kebingungan berarti.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Transisi antar tahap pembelajaran berlangsung lancar tanpa kebingungan berarti. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T83/R25Buku Panduan Guru mudah dipahami dan cukup sebagai panduan implementasi.Kepraktisan aktualPersepsi dosenBuku Panduan Guru mudah dipahami dan cukup sebagai panduan implementasi.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Buku Panduan Guru mudah dipahami dan cukup sebagai panduan implementasi. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T83/R36Game digital mudah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.Kepraktisan aktualPersepsi dosenGame digital mudah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Game digital mudah diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T83/R47Saya tidak membutuhkan pelatihan yang panjang untuk mengimplementasikan desain instruksional ini.Kepraktisan aktualPersepsi dosenSaya tidak membutuhkan pelatihan yang panjang untuk mengimplementasikan desain instruksional ini.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Saya tidak membutuhkan pelatihan yang panjang untuk mengimplementasikan desain instruksional ini. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T84/R28Desain instruksional ini sesuai dengan kurikulum SMK Keperawatan yang berlaku.Kepraktisan aktualPersepsi dosenDesain instruksional ini sesuai dengan kurikulum SMK Keperawatan yang berlaku.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Desain instruksional ini sesuai dengan kurikulum D3 Keperawatan yang berlaku. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T84/R39Kompetensi empati yang dikembangkan relevan dengan standar kompetensi keperawatan.Kepraktisan aktualPersepsi dosenKompetensi empati yang dikembangkan relevan dengan standar kompetensi keperawatan.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Kompetensi empati yang dikembangkan relevan dengan standar kompetensi keperawatan. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T85/R210Game ini membantu saya mengajarkan empati dengan cara yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional.Kepraktisan aktualPersepsi dosenGame ini membantu saya mengajarkan empati dengan cara yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Game ini membantu saya mengajarkan empati dengan cara yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T85/R311Siswa tampak lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran menggunakan game ini.Kepraktisan aktualPersepsi dosenSiswa tampak lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran menggunakan game ini.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Siswa tampak lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran menggunakan game ini. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Dosen12 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T85/R412Desain instruksional ini layak untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pembelajaran keperawatan.Kepraktisan aktualPersepsi dosenDesain instruksional ini layak untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pembelajaran keperawatan.S01;S21PINDAHKANRespons dosen adalah kepraktisan aktual setelah uji; bukan expert judgment kelayakan perangkat. Simpan sebagai catatan pilot terpisah; hindari klaim kausal “lebih efektif” dari persepsi.Catatan pilot dosen: Desain instruksional ini layak untuk diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pembelajaran keperawatan. [tanpa klaim efektivitas kausal].
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T91/R21Guru menyampaikan tujuan pembelajaran empati secara jelas kepada siswa.Fidelity proses pembelajaranPrebriefingTujuanL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O01: Dosen menyampaikan tujuan belajar empati pada awal sesi.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T91/R32Guru mengaitkan materi dengan pengalaman atau pengetahuan awal siswa tentang empati.Fidelity proses pembelajaranPrebriefingPrimingL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O02: Dosen mengajak mahasiswa meninjau kasus dari sudut pandang pasien sebelum simulasi.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T91/R43Guru memberikan penjelasan singkat tentang cara menggunakan game digital.Fidelity proses pembelajaranPrebriefingKesiapanL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O03: Dosen memeriksa kesiapan peserta untuk mengakses aktivitas simulasi.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T91/R54Siswa mempersiapkan perangkat digital yang diperlukan dengan tertib.Fidelity proses pembelajaranPrebriefingKesiapanL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O03: Dosen memeriksa kesiapan peserta untuk mengakses aktivitas simulasi.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R25Siswa berhasil mengakses dan memulai game sesuai petunjuk yang diberikan.Fidelity proses pembelajaranSimulationAksesL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O04: Peserta memulai skenario yang ditetapkan untuk pertemuan tersebut.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R36Siswa menyelesaikan skenario empati dalam game secara individual / kelompok.Fidelity proses pembelajaranSimulationPeranL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O05: Peserta diberi tugas mengambil keputusan sebagai perawat pada kasus.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R47Elemen gamifikasi (poin, badge, level) berfungsi sebagaimana yang dirancang.Fidelity proses pembelajaranSimulationKonsekuensiL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O08: Peserta memperoleh tampilan konsekuensi sesuai pilihannya.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R58Guru memantau dan membimbing siswa selama aktivitas berlangsung.Fidelity proses pembelajaranSimulationBantuanL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O10: Dosen mengikuti batas bantuan yang ditetapkan selama pengambilan keputusan.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T92/R69Siswa menunjukkan keterlibatan aktif selama bermain game.Instrumen/metatelaahKualitas penggunaanCAT-K1S18;S19;S20;L01PINDAHKANAntusiasme mahasiswa adalah data keterlibatan, bukan fidelity kegiatan wajib fasilitator.CAT-K1 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T93/R210Guru memfasilitasi sesi diskusi refleksi setelah aktivitas game selesai.Fidelity proses pembelajaranDebriefingRekonstruksiL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O11: Dosen meminta rekonstruksi satu pilihan peserta pada kasus.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T93/R311Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman empatik yang dirasakan dari game.Fidelity proses pembelajaranDebriefingPerspektifL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O12: Dosen meminta penafsiran perspektif pasien dari bukti kasus.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T93/R412Guru mengaitkan pengalaman dalam game dengan kompetensi empati dalam praktik nyata keperawatan.Fidelity proses pembelajaranDebriefingPrinsipL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O16: Dosen membantu merumuskan prinsip komunikasi dari pengalaman kasus.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T94/R213Guru memberikan kesimpulan pembelajaran yang mengacu pada tujuan empati yang ditetapkan.Fidelity proses pembelajaranEvaluationRencanaL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O18: Peserta diminta menyusun rencana respons untuk kesempatan berikutnya.
Observasi14 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T94/R314Guru memberikan umpan balik kepada siswa tentang capaian pembelajaran.Fidelity proses pembelajaranEvaluationFeedbackL01; L02; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.O17: Dosen memberi umpan balik formatif berdasarkan bukti kegiatan.
Keterlibatan3 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T95/R21Tingkat partisipasi dan antusiasme siswa selama aktivitas game berlangsung.Keterlibatan/performaCatatan tambahan pilotTingkat partisipasi dan antusiasme siswa selama aktivitas game berlangsung.L01;S20PINDAHKANPisahkan catatan keterlibatan/performa dari skor keterlaksanaan; observer tidak mengukur empati internal dengan impresi umum.Catatan terpisah dengan bukti perilaku; tidak dimasukkan ke persentase fidelity atau KCES-R.
Keterlibatan3 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T95/R32Kualitas respons empatik yang ditunjukkan siswa dalam sesi diskusi/refleksi.Keterlibatan/performaCatatan tambahan pilotKualitas respons empatik yang ditunjukkan siswa dalam sesi diskusi/refleksi.L01;S20PINDAHKANPisahkan catatan keterlibatan/performa dari skor keterlaksanaan; observer tidak mengukur empati internal dengan impresi umum.Catatan terpisah dengan bukti perilaku; tidak dimasukkan ke persentase fidelity atau KCES-R.
Keterlibatan3 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T95/R43Kemampuan siswa menghubungkan pengalaman game dengan situasi keperawatan nyata.Keterlibatan/performaCatatan tambahan pilotKemampuan siswa menghubungkan pengalaman game dengan situasi keperawatan nyata.L01;S20PINDAHKANPisahkan catatan keterlibatan/performa dari skor keterlaksanaan; observer tidak mengukur empati internal dengan impresi umum.Catatan terpisah dengan bukti perilaku; tidak dimasukkan ke persentase fidelity atau KCES-R.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R21Ketika seorang pasien menceritakan masalahnya, saya berusaha untuk melihat situasi tersebut dari sudut pandang mereka.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R32Saya mencoba membayangkan bagaimana perasaan pasien sebelum saya memberikan tindakan keperawatan.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R43Saya dapat memahami alasan di balik reaksi atau perilaku pasien, meskipun berbeda dengan cara saya bereaksi.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R54Ketika pasien merasa takut atau cemas, saya berusaha memahami apa yang menyebabkan perasaan tersebut.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R65Saya menganggap penting untuk memahami perspektif pasien sebelum mengambil keputusan tentang perawatan mereka.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R76Saya mampu memahami sudut pandang pasien yang berbeda latar belakang budaya atau pengalamannya dari saya.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T103/R87Ketika pasien tidak mengungkapkan perasaannya secara langsung, saya berusaha membaca isyarat non-verbal mereka.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R28Saya merasakan kekhawatiran yang tulus ketika seorang pasien menyampaikan rasa sakitnya.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R39Ketika pasien menangis atau terlihat sedih, saya ikut merasakan kesedihan tersebut.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R410Saya merasa tersentuh secara emosional ketika melihat pasien dalam kondisi yang menderita.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R511Kebahagiaan pasien yang saya rawat turut membuat saya merasa senang.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R612Saya kesulitan untuk tidak terpengaruh secara emosional ketika pasien menceritakan pengalaman yang menyedihkan.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R713Ketika pasien merasa putus asa, saya merasakan dorongan kuat untuk membantu meringankan beban mereka.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R814Saya peduli dengan perasaan pasien tidak hanya sebatas tugas, tetapi karena saya benar-benar ingin membantu mereka.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KCESlama15 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; T104/R915Kondisi emosional pasien memengaruhi suasana hati dan semangat saya dalam memberikan pelayanan.Outcome yang salah diatribusikanBukan KCES-R sumber14Identitas item sumberS15;S16;L04HAPUSHapus dari paket adaptasi KCES-R: 15 pernyataan ini tidak identik dengan sumber14 dan tidak boleh disebut terjemahan KCES-R. Simpan arsip, jangan buat skala empati baru.Tidak dipakai sebagai item KCES-R. Pakai sumber14 dan prosedur adaptasi; tidak ada penggantian satu-satu.
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P661Apakah kamu pernah mendapatkan pembelajaran khusus tentang empati dalam keperawatan?Kebutuhan pengembanganPengalaman belajarPengalaman belajar empati sebelumnyaS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Apakah kamu pernah mendapatkan pembelajaran khusus tentang empati dalam keperawatan?
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P702Jika Ya, dalam bentuk apa pembelajaran tersebut? (Boleh pilih lebih dari satu)Kebutuhan pengembanganPengalaman belajarBentuk kegiatan belajar sebelumnyaS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Jika Ya, dalam bentuk apa pembelajaran tersebut? (Boleh pilih lebih dari satu)
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P793Seberapa sering topik empati dibahas dalam pembelajaran keperawatanmu?Kebutuhan pengembanganPengalaman belajarFrekuensi pembahasan empatiS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Seberapa sering topik empati dibahas dalam pembelajaran keperawatanmu?
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P8810Perangkat digital apa yang biasa kamu gunakan sehari-hari? (Boleh pilih lebih dari satu)Kebutuhan pengembanganPengalaman teknologiKepemilikan/akses perangkatS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Perangkat digital apa yang biasa kamu gunakan sehari-hari? (Boleh pilih lebih dari satu)
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P9411Seberapa sering kamu bermain game digital (di smartphone, komputer, atau tablet)?Kebutuhan pengembanganPengalaman teknologiFrekuensi bermain gameS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Seberapa sering kamu bermain game digital (di smartphone, komputer, atau tablet)?
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P10012Jenis game apa yang paling sering kamu mainkan? (Boleh pilih lebih dari satu)Kebutuhan pengembanganPengalaman teknologiJenis game yang biasa digunakanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Jenis game apa yang paling sering kamu mainkan? (Boleh pilih lebih dari satu)
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P11322Menurut kamu, situasi atau skenario keperawatan seperti apa yang paling penting untuk dipelajari agar kamu bisa berlatih berempati? (Contoh: menghadapi pasien yang menangis, menyampaikan berita buruk, merawat pasien kritis, dll.)Kebutuhan pengembanganPrioritas terbukaPrioritas kasus yang dibutuhkanS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Menurut kamu, situasi atau skenario keperawatan seperti apa yang paling penting untuk dipelajari agar kamu bisa berlatih berempati? (Contoh: menghadapi pasien yang menangis, menyampaikan berita buruk, merawat pasien kritis, dll.)
KebutuhanMahasiswa23 — SRC088 ../3 Instrumen Penelitian.docx; P11523Adakah harapan atau saran lainnya terkait pembelajaran empati di sekolahmu?Kebutuhan pengembanganPrioritas terbukaSaran terbuka pembelajaranS01;S20; sumber lokal088REVISISimpan untuk tahap analisis kebutuhan; ubah sekolah/guru/siswa SMK menjadi prodi/dosen/mahasiswa D3 dan batasi inferensi pada kebutuhan, bukan ukuran outcome.Adakah harapan atau saran lainnya terkait pembelajaran empati di program studimu?
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R21Comprehend [insert group here]’s experiences.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K01: Memahami pengalaman pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R32Express an understanding of [insert group here]’s feelings.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K02: Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R43Value [insert group here]’s point of view.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K03: Menghargai sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R54Consider [insert group here]’s feelings to provide patient-centered care.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K04: Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R65Be caring in order to build a strong relationship with [insert group here].Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K05: Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R76Identify with [insert group here]’s feelings.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K06: Turut merasakan perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T1/R87View the world from [insert group here]’s perspective.Adaptasi KCES-RGlobalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K07: Memandang dunia dari sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R28Comprehend [insert group here]’s experiences.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K08: Memahami pengalaman pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R39Express an understanding of [insert group here]’s feelings.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K09: Mengungkapkan pemahaman terhadap perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R410Value [insert group here]’s point of view.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K10: Menghargai sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R511Consider [insert group here]’s feelings to provide patient-centered care.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K11: Mempertimbangkan perasaan pasien dalam memberikan pelayanan yang berpusat pada pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R612Be caring in order to build a strong relationship with [insert group here].Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K12: Menunjukkan kepedulian untuk membangun hubungan yang kuat dengan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R713Identify with [insert group here]’s feelings.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K13: Turut merasakan perasaan pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
KCESsumber14 — SRC101 ../KCES-R Modifiable Scale.docx; T2/R814View the world from [insert group here]’s perspective.Adaptasi KCES-RPersonalKesetaraan stem sumberS15;S16;S17;L04PERTAHANKANStem sumber dipertahankan sebagai acuan adaptasi; prompt global/personal tetap terpisah. Bukan indikator kognitif/afektif yang diberi nomor baru.K14: Memandang dunia dari sudut pandang pasien. [telaah SE/KE/BU/JE/RE; prompt bagian wajib].
PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R21Menyebutkan isyarat verbal, nonverbal, atau konteks yang teramatiPerforma formatifPerilaku teramatiMenyebutkan isyarat verbal, nonverbal, atau konteks yang teramatiL01;S20PERTAHANKANPertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R.Menyebutkan isyarat verbal, nonverbal, atau konteks yang teramati [tetap padaPE01; bukan skor fidelity].
PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R32Mengucapkan bukti dan asumsi secara terpisahPerforma formatifPerilaku teramatiMengucapkan bukti dan asumsi secara terpisahL01;S20PERTAHANKANPertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R.Mengucapkan bukti dan asumsi secara terpisah [tetap padaPE01; bukan skor fidelity].
PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R43Mengungkapkan dugaan perspektif pihak lain beserta dasarPerforma formatifPerilaku teramatiMengungkapkan dugaan perspektif pihak lain beserta dasarL01;S20PERTAHANKANPertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R.Mengungkapkan dugaan perspektif pihak lain beserta dasar [tetap padaPE01; bukan skor fidelity].
PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R54Menyampaikan respons yang jelas dan menghargaiPerforma formatifPerilaku teramatiMenyampaikan respons yang jelas dan menghargaiL01;S20PERTAHANKANPertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R.Menyampaikan respons yang jelas dan menghargai [tetap padaPE01; bukan skor fidelity].
PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R65Menggunakan perilaku nonverbal yang mendukungPerforma formatifPerilaku teramatiMenggunakan perilaku nonverbal yang mendukungL01;S20PERTAHANKANPertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R.Menggunakan perilaku nonverbal yang mendukung [tetap padaPE01; bukan skor fidelity].
PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R76Menunjukkan perbaikan respons setelah umpan balikPerforma formatifPerilaku teramatiMenunjukkan perbaikan respons setelah umpan balikL01;S20PERTAHANKANPertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R.Menunjukkan perbaikan respons setelah umpan balik [tetap padaPE01; bukan skor fidelity].
PE01 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T41/R87Menjaga keselamatan dan batas kewenanganPerforma formatifPerilaku teramatiMenjaga keselamatan dan batas kewenanganL01;S20PERTAHANKANPertahankan sebagai penilaian performa formatif terpisah; bukan fidelity dan bukan skor KCES-R.Menjaga keselamatan dan batas kewenangan [tetap padaPE01; bukan skor fidelity].
Fidelity4 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T46/R21Pengarahan awal — Tujuan, KPIEN, peran, keselamatan psikologis, dan kesiapan teknis — [ ]Instrumen/metatelaahKualitas penggunaanO01–O03S18;S19;S20;L01REVISIEmpat baris sintaks terlalu gabungan; pecah menjadi aktivitas wajib O01–O20 dengan bukti dan aturan skor.O01–O03 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC.
Fidelity4 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T46/R32Pengalaman simulasi — Skenario utuh, pilihan mandiri, konsekuensi, umpan balik, log keputusan, dan bantuan minimal — [ ]Instrumen/metatelaahKualitas penggunaanO04–O10S18;S19;S20;L01REVISIEmpat baris sintaks terlalu gabungan; pecah menjadi aktivitas wajib O01–O20 dengan bukti dan aturan skor.O04–O10 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC.
Fidelity4 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T46/R43Diskusi reflektif — Rekonstruksi, bukti dan asumsi, perspektif, afeksi, alternatif, dan prinsip — [ ]Instrumen/metatelaahKualitas penggunaanO11–O16S18;S19;S20;L01REVISIEmpat baris sintaks terlalu gabungan; pecah menjadi aktivitas wajib O01–O20 dengan bukti dan aturan skor.O11–O16 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC.
Fidelity4 — SRC008 4 Buku Perangkat Pembelajaran GRACE - v2.3.docx; T46/R54Evaluasi dan penerapan — Umpan balik berbasis bukti, refleksi, rencana tindakan, dan penutupan aman — [ ]Instrumen/metatelaahKualitas penggunaanO17–O20S18;S19;S20;L01REVISIEmpat baris sintaks terlalu gabungan; pecah menjadi aktivitas wajib O01–O20 dengan bukti dan aturan skor.O17–O20 — telaah batas inferensi, kesetiaan item, dan petunjuk; lihat lembarC.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R2; meta-telaah1Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.Kualitas desain modelRasionalBatas komponenS01; S04PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M01: Komponen dan batasan Model GRACE didefinisikan secara jelas dan konsisten.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R3; meta-telaah2Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.Kualitas desain modelRasionalHubungan komponenS01; S03PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M02: Hubungan antarkomponen dalam arsitektur Model GRACE dijelaskan secara logis dan konsisten.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R4; meta-telaah3Diagram Model GRACE merepresentasikan struktur dan alur pembelajaran secara tepat serta mudah dipahami.Kualitas desain modelRasionalAkurasi diagramS01; S04REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M03: Diagram Model GRACE merepresentasikan alur empat fase yang dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R5; meta-telaah4Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.Kualitas desain modelLandasanDukungan teoriS01; S02; S03PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M04: Landasan teori yang digunakan mendukung tujuan dan rancangan pembelajaran Model GRACE.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R6; meta-telaah5Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.Kualitas desain modelGamifikasiTujuan elemenS07; S08PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M05: Elemen gamifikasi GRACE terintegrasi secara koheren dengan tujuan pembelajaran empati.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T2/R7; meta-telaah6Konstruk empati kognitif dan afektif dalam TCME tercermin secara konsisten dalam rancangan Model GRACE.Kualitas desain modelLandasanStatus TCMES09; S10; S11REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M06: TCME dijelaskan sebagai sintesis peneliti dengan definisi kognitif dan afektif yang ditelusuri ke sumber asalnya.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R2; meta-telaah7Pemetaan fase GRACE terhadap siklus pembelajaran pengalaman Kolb dijelaskan secara tepat dan konsisten.Kualitas desain modelSintaksSiklus pengalamanS02REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M07: Pemetaan GRACE ke CE–RO–AC–AE membedakan rencana transfer dari percobaan respons baru yang benar-benar dilaksanakan.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R3; meta-telaah8Gamifikasi dan media GRACE mendukung kegiatan belajar serta peran fasilitator pada setiap fase pembelajaran.Kualitas desain modelSistem sosialMedia dan fasilitatorS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M08: Pembagian fungsi media dan fasilitator pada setiap fase dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R4; meta-telaah9KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.Kualitas desain modelLandasanPosisi KPIENS09; S10; L01PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M09: KPIEN diposisikan secara tepat sebagai kerangka pengenalan isyarat kebutuhan empati pasien.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R5; meta-telaah10Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.Kualitas desain modelEvaluasiBatas sumber buktiS16; S20PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M10: Fungsi model, media, perangkat pembelajaran, data proses, dan KCES-R sebagai pengukuran hasil penelitian dibedakan secara jelas.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R6; meta-telaah11Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.Kualitas desain modelTujuanKognitifS09; S10PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M11: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati kognitif, terutama kemampuan memahami perspektif pasien.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T3/R7; meta-telaah12Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.Kualitas desain modelTujuanAfektifS09; S10; S11PERTAHANKANIndikator relevan dan objek penilaian jelas; pertahankan redaksi baseline utama.M12: Tujuan dan aktivitas GRACE selaras untuk mengembangkan empati afektif sesuai definisi operasional TCME.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R2; meta-telaah13Model GRACE sesuai dengan karakteristik mahasiswa D3 Keperawatan dan tujuan pembelajaran komunikasi yang ditetapkan.Kualitas desain modelKonteksKesesuaian D3S03; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M13: Tujuan model ditautkan pada capaian komunikasi dalam kurikulum D3 Keperawatan institusi sasaran.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R3; meta-telaah14Tahapan Prebriefing, Simulation Experience, Debriefing, dan Evaluation dirumuskan secara jelas dan operasional.Kualitas desain modelSintaksTransisiS05; L01REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M14: Aturan berpindah dari satu fase GRACE ke fase berikutnya dijelaskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R4; meta-telaah15Urutan fase GRACE mendukung pengalaman belajar, refleksi, dan transfer pembelajaran dengan menjaga keamanan psikologis mahasiswa.Kualitas desain modelSintaks; Prinsip reaksiUrutan belajar; Keamanan psikologisS02; S05REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M15: Urutan fase menyediakan pengalaman kasus, refleksi, perumusan prinsip, dan kesempatan penerapan respons baru.; M23: Buku Model menetapkan interaksi yang melindungi mahasiswa dari penghinaan selama pembelajaran.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R5; meta-telaah16Alokasi waktu setiap fase dan keseluruhan siklus GRACE realistis serta proporsional terhadap kegiatan pembelajaran.Operasionalisasi modelWaktu100 menitS05; L01PINDAHKANKelayakan waktu adalah operasionalisasi perangkat; hindari menilai jadwal yang sama dalam model dan perangkat.P07: Rencana waktu10–45–30–15menit memungkinkan aktivitas wajib terlaksana dalam sesi100menit.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T4/R6; meta-telaah17Sistem sosial GRACE menjelaskan peran, pola interaksi, dan tanggung jawab dosen, fasilitator, serta mahasiswa.Kualitas desain modelSistem sosialPeranS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M16: Tanggung jawab dosen dan mahasiswa pada setiap fase GRACE dirumuskan dalam Buku Model.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R2; meta-telaah18Prinsip reaksi memberikan pedoman yang jelas bagi fasilitator dalam merespons kebutuhan dan tindakan mahasiswa pada setiap fase GRACE.Kualitas desain modelPrinsip reaksiRespons fasilitatorS05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M17: Prinsip reaksi menjelaskan respons fasilitator terhadap keputusan mahasiswa berdasarkan bukti kasus.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R3; meta-telaah19Sistem pendukung yang ditetapkan memadai untuk melaksanakan seluruh fase Model GRACE.Kualitas desain modelSistem pendukungKebutuhan minimumS04; S05REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M18: Buku Model menetapkan dukungan minimum yang diperlukan untuk menjalankan setiap fase GRACE.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R4; meta-telaah20Dampak instruksional dan dampak pengiring GRACE dirumuskan secara jelas serta didukung mekanisme evaluasi yang sesuai.Kualitas desain modelDampakInstruksional; PengiringS01; S16; S20; S04REVISIButir memuat beberapa gagasan; pisahkan urutan dari keamanan, serta dampak instruksional dari dampak pengiring.M19: Dampak instruksional yang ditargetkan dibedakan dari hasil yang telah dibuktikan secara empiris.; M20: Dampak pengiring dijelaskan sebagai hasil tambahan dengan jenis bukti yang sesuai.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R5; meta-telaah21Kebaruan konseptual dan prosedural GRACE dijelaskan melalui perbandingan dengan model pembelajaran yang relevan.Kualitas desain modelKontribusiPembanding noveltyS13; S14; S26REVISIBandingkan integrasi mekanisme dengan pembanding terdekat; pendapat validator tidak membuktikan klaim pertama di dunia.M21: Klaim kebaruan GRACE dijelaskan melalui perbandingan mekanisme dengan intervensi empati berbasis keputusan yang relevan.
Model22 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T5/R6; meta-telaah22Model GRACE memiliki potensi kontribusi yang jelas bagi pengembangan pembelajaran empati dalam pendidikan keperawatan vokasional.Kualitas desain modelKontribusiKebutuhan dan kontribusiS01; S25; L03REVISISubstansi diperlukan; persempit objek penilaian, sesuaikan konteks D3, dan hindari klaim hasil sebelum uji empiris.M22: Kontribusi yang diusulkan GRACE ditautkan pada kebutuhan pembelajaran empati dalam pendidikan D3 Keperawatan.
MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R21Tujuan dan penggunaan hasil jelas; penilaian rancangan dibedakan dari bukti kepraktisan dan efektivitas aktual.Kualitas instrumen buatan penelitiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiS18; S19; S20PERTAHANKANKriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk.V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan.
MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R32Definisi aspek dan indikator mempunyai dasar yang relevan; sumber yang belum terverifikasi dinyatakan secara jelas.Kualitas instrumen buatan penelitiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiS18; S19; S20PERTAHANKANKriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk.V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan.
MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R43Aspek penting kualitas rancangan telah terwakili, termasuk relevansi kebutuhan, konsistensi desain, dan kelayakan rencana pelaksanaan.Kualitas instrumen buatan penelitiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiS18; S19; S20PERTAHANKANKriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk.V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan.
MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R54Hubungan aspek, indikator, dan butir tepat; tidak ada tumpang tindih yang tidak diperlukan.Kualitas instrumen buatan penelitiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiS18; S19; S20PERTAHANKANKriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk.V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan.
MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R65Tugas validator jelas dan bukti yang perlu diperiksa dalam buku atau dokumen pendukung dapat diidentifikasi.Kualitas instrumen buatan penelitiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiS18; S19; S20PERTAHANKANKriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk.V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan.
MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R76Pilihan skor pada lembar validasi model dan penjelasan tingkat pemenuhan kriteria sesuai dengan tugas penilaian produk.Kualitas instrumen buatan penelitiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiS18; S19; S20PERTAHANKANKriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk.V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan.
MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R87Cara mengolah skor serta menetapkan keputusan dijelaskan dan mempunyai alasan; butir berbeda fungsi tidak otomatis dijumlahkan.Kualitas instrumen buatan penelitiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiS18; S19; S20PERTAHANKANKriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk.V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan.
MetaTelaah8 — SRC027 Lembar Telaah Instrumen Validasi Model GRACE.docx; T6/R98Bahasa, susunan, ruang isian, dan jumlah butir memudahkan penilaian oleh ahli yang sesuai.Kualitas instrumen buatan penelitiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiRelevansi; Cakupan; Satu gagasan; Kejelasan; Skala; Batas inferensiS18; S19; S20PERTAHANKANKriteria telaah kejelasan/kesesuaian instrumen berguna sebagai prosedur lintas paket; bukan skor kelayakan produk.V6A01: Butir relevan dengan tujuan observasi keterlaksanaan kegiatan wajib GRACE.; V6A02: Seluruh dimensi sasaran instrumen terwakili dalam daftar butir.; V6A03: Setiap butir hanya meminta satu penilaian utama.; V6A04: Redaksi butir dapat dipahami oleh pengguna sasaran.; V6A05: Pilihan respons memungkinkan pengguna membedakan kategori jawaban.; V6A06: Petunjuk membatasi interpretasi sesuai jenis data yang dikumpulkan.
1 Model/Buku—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kualitas desain modelMekanisme prebriefingPerspective primingS09; S10; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen P83; jadikan bagian wajib modelM24: Prebriefing memuat pemantik yang mengarahkan perhatian mahasiswa pada sudut pandang pasien sebelum keputusan dibuat.
1 Model/Buku—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kualitas desain modelMekanisme simulasiRole-takingS09; S14TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Bukan otomatis mahasiswa memainkan peran pasienM25: Peran mahasiswa sebagai perawat yang mempertimbangkan perspektif pasien dijelaskan sebelum simulasi.
1 Model/Buku—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kualitas desain modelMekanisme simulasiRantai keputusanS10; S14; L02TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 choice→consequence→next; konvergensi lokal eksplisitM26: Buku Model menjelaskan hubungan cue pasien, pilihan komunikasi, dan konsekuensi pasien pada contoh node skenario.
1 Model/Buku—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kualitas desain modelMekanisme debriefingRekonstruksiS02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen P133; V4 D1M27: Debriefing meminta mahasiswa merekonstruksi satu keputusan yang dibuat dalam simulasi.
1 Model/Buku—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kualitas desain modelMekanisme debriefingPerspektifS09; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan P135; V4 D2; bukti vs asumsiM28: Debriefing meminta penafsiran perspektif pasien dengan alasan dari bukti kasus.
1 Model/Buku—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kualitas desain modelMekanisme debriefingKonsekuensiS02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 D3; panduan refleksi konsekuensiM29: Debriefing mengarahkan mahasiswa menelaah konsekuensi respons komunikasinya bagi pasien.
1 Model/Buku—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kualitas desain modelMekanisme debriefingAlternatifS02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan P139; V4 D3; tidak menjamin transferM30: Debriefing meminta mahasiswa merumuskan alternatif respons empatik untuk situasi yang dibahas.
2 Materi/Skenario—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kelayakan substantif kasusPemetaan kasusCue dan targetS10; S14; L02TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskanT04: Peta kasus menghubungkan cue pasien dengan tujuan respons empatik yang dilatih.
2 Materi/Skenario—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kelayakan substantif kasusDebriefing materiRujukan klinisS24; L03TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskanT11: Rujukan klinis pada catatan debriefing kasus mendukung alternatif respons yang direkomendasikan.
2 Materi/Skenario—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kelayakan substantif kasusEtika pasienOtonomiS24TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskanT17: Respons yang direkomendasikan menghargai hak pasien untuk menyampaikan pilihan.
2 Materi/Skenario—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kelayakan substantif kasusCue pasienBukti dan ketidakpastianS10; S12; L02TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskanT18: Isyarat pasien menyediakan dasar untuk penafsiran tanpa menjadikan satu isyarat sebagai diagnosis kebutuhan pasien.
2 Materi/Skenario—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kelayakan substantif kasusKonsekuensiBatas prediksiS14; L02TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskanT19: Catatan kasus menjelaskan bahwa respons pasien dalam simulasi merupakan kemungkinan kontekstual, bukan kepastian reaksi pasien nyata.
2 Materi/Skenario—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kelayakan substantif kasusKurikulumKesesuaian sesiS03; L03TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 revisi01Okt2026, peta node dan catatan kasus; BP v2.3 perlu diselaraskanT20: Setiap kasus ditautkan pada capaian dan jadwal dalam RPS D3 institusi sasaran.
3 Media web/game—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kualitas fungsional mediaAccessibilityKeyboardS23TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. URL tersedia; perlu build/akun uji, perangkat, browser, dan log uji bertanggal; belum diuji langsung dalam audit iniW19: Aktivitas dan pengisian KCES-R dapat dioperasikan dengan papan ketik dengan fokus kontrol yang terlihat.
3 Media web/game—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kualitas fungsional mediaAccessibilityKontrasS23TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. URL tersedia; perlu build/akun uji, perangkat, browser, dan log uji bertanggal; belum diuji langsung dalam audit iniW20: Kontras teks dengan latar memenuhi kriteria WCAG 2.2 yang relevan pada tampilan sasaran.
4 Perangkat pembelajaran—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Operasionalisasi modelAdministrasi outcomeWaktu ukurS16; S20; L01TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen v1.2, mahasiswa v1.2, BP v2.3; rencana kelas25–30, satu dosenP12: Panduan menempatkan pretest sebelum orientasi/intervensi dan posttest setelah pertemuan keempat pada kedua kelompok.
4 Perangkat pembelajaran—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Operasionalisasi modelEtika refleksiPrivasiS05; L01TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen v1.2, mahasiswa v1.2, BP v2.3; rencana kelas25–30, satu dosenP16: Panduan menjelaskan bahwa pengungkapan pengalaman emosional pribadi tidak wajib dilakukan di depan kelas.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranSimulationCueL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 node cue; BP fokus pasienO06: Informasi pasien tersedia bagi peserta sebelum pilihan dibuat.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranSimulationKeputusanL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan dosen P91; BP ketentuan minimal bantuanO07: Peserta membuat pilihan sendiri sebelum fasilitator menjelaskan alternatif.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranSimulationFeedbackL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4 umpan balik; BP fidelityO09: Peserta memperoleh umpan balik kasus pada waktu yang ditetapkan.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranDebriefingAsumsiL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan P135 danBPPE01O13: Dosen meminta pembedaan bukti kasus dan asumsi peserta.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranDebriefingKonsekuensiL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. V4D3; BP fidelityO14: Dosen membahas konsekuensi komunikasi bagi pasien.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranDebriefingAlternatifL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan P139/V4D3O15: Dosen meminta alternatif respons empatik untuk momen yang dibahas.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranEvaluationDokumentasiL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP lampiranB; fallback log manual ditandaiO19: Data sesi dicatat menggunakan form atau log yang ditetapkan.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranLintas fasePenutupan amanL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP fidelity evaluation/safecloseO20: Dosen menutup sesi sesuai prosedur keamanan psikologis yang ditetapkan.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranPrebriefingKesepakatan amanL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP fidelity prebrief dan panduan dosenO21: Dosen menyampaikan kesepakatan interaksi yang aman sebelum simulasi.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranPrebriefingOrientasi cueL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP orientasi KPIEN; BM kerangka cueO22: Dosen menjelaskan penggunaan cue pasien sebagai bahan penafsiran, bukan diagnosis otomatis.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranSimulationKasus selesaiL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. BP fidelity skenario utuh; catat peserta belum selesaiO23: Peserta diberi kesempatan menyelesaikan skenario utuh yang dijadwalkan.
6A Lembar keterlaksanaan—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Fidelity proses pembelajaranEvaluationRefleksi pribadiL01; L02; S05TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Panduan evaluasi; isi emosional boleh tetap privatO24: Peserta diberi kesempatan melakukan refleksi pribadi sesuai panduan.
6B Angket respons mahasiswa—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanKeamanan dirasakanDiskusi amanS21; S20; L01TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Baseline088 respons15; dua gap debriefing dan keamanan; diberikan sesudah posttestR16: Saya merasa aman menyampaikan alasan pilihan saya selama debriefing.
6B Angket respons mahasiswa—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Pengalaman dan kepraktisan dirasakanManfaat dirasakanAlternatifS21; S20; L01TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Baseline088 respons15; dua gap debriefing dan keamanan; diberikan sesudah posttestR17: Debriefing membantu saya menyusun alternatif respons kepada pasien.
5 Adaptasi KCES-R—Belum ada butir tersendiri yang menilai indikator ini.Kesetiaan format/adaptasiProses adaptasiDokumentasiS16; S17; L04TAMBAHKANGap terperinci; sebagian tema ada secara umum/tergabung tetapi belum dapat diberi penilaian terpisah. Sumber101 dan102; draf018; matriks keputusan adaptasiKG08: Keputusan perubahan terjemahan dicatat bersama alasan dari panel bilingual.