Dokumen A — Audit Konstruk GRACE

Paket refinement pra-validasi • 7 Oktober 2026 • Bahasa Indonesia.

Kesimpulan: GRACE memiliki arsitektur pembelajaran yang cukup jelas untuk ditelaah ahli. Masalah utama ada pada konsistensi versi, klasifikasi konstruk dan batas inferensi. Paket ini memperbaiki instrumen tanpa mengubah berkas produk asli. “Final” berarti versi instrumen siap telaah; bukan instrumen yang telah dinyatakan valid.

1. Cakupan dan urutan kerja

Inventaris mencakup 116 entri berkas/salinan, termasuk arsip ZIP dan dokumen GRACE terkait di direktori induk. Teks dokumen dan tabel instrumen diekstrak, versi serta fungsi dokumen dipetakan, baseline ditelaah, lalu indikator dan redaksi refinement disusun. Salinan identik dicatat melalui SHA 256. Versi lama dibaca sebagai jejak perubahan, bukan dianggap berlaku bersama versi terbaru. Audit setiap butir ada pada lampiran audit dan CSV; inventaris memuat seluruh berkas. Tabel kisi-kisi direkonsiliasi pada A_Rekonsiliasi_Kisi_Versi.csv. Nomor PDF di sini adalah nomor halaman berkas, bukan nomor cetak proposal.

Tabel berisi 639 kejadian butir baseline sebelum tambahan; salinan biner identik memakai keputusan yang sama dan disebut sebagai alias. Banyak kejadian merupakan varian redaksi/format satu indikator. Tidak dihitung sebagai butir unik final. Instrumen kebutuhan, bahasa, respons dosen dan PE01 tetap tercatat meskipun berada di luar enam paket akhir. Daftar isi, kolom identitas, pilihan rekomendasi dan daftar sumber bukan item yang diukur. Ekstraksi tidak mencakup pengujian fungsional situs; GAP media dipisahkan dari kesimpulan tentang isi dokumen.

2. Dokumen kerja dan konflik yang harus diselesaikan

BMv 0.7, panduanv 1.2 dan BP v 2.3 dipakai sebagai baseline produk terkini yang tersedia. V4 revisi 01 Okt 2026 diperlakukan sebagai kandidat skenario konsultasi terbaru. Keduanya belum dapat menjadi satu rilis tanpa keputusan sinkronisasi.

AspekVersi/temuan pertamaVersi/temuan keduaImplikasi
OutcomeProposal PDF 166–167 dan instrumen 088:15 item buatan ulang; master 090 menyebut KCES-R kognitif/afektif.Sumber 101:14 item paralel; S15/S16: global/personal.Gunakan 14 sumber; keluarkan 15 lama dari label adaptasi KCES-R. Jangan hitung 7 kognitif+7 afektif.
SkorBM v 0.7 PDF 40–43 dan lembar 042: dua skor 7–49.Guide 102 PDF 1 dan media 107 butir 16: composite 14–98; studi S26 juga composite.Keduanya ada dalam sumber. Usulkan personal utama/global sekunder; konfirmasi provenance dan tetapkan protokol sebelum data. Jangan menyatakan composite pasti salah.
KurikulumBM/perangkat: mahasiswa D3.Peta 014 P10: rujukan RPS Profesi Ners semester I; SBAR praktik minggu 14, draf minggu 7.GAP RPS D3 resmi; kompetensi tidak dapat diasumsikan setara.
Kasus dan mingguBP v 2.3: pertemuan pertama Bapak Rudi; lanjut Ny.A, SBAR, AI.V4 source 014/015: Amelia-keluarga, Amelia-SBAR, Maya-AI, Amelia-keluarga/tim pada minggu 6–9.Jangan mengirim kedua versi sebagai satu produk. V4 dibahas sebagai kandidat revisi terbaru, bukan keputusan pengguna yang sudah disahkan.
PercabanganNarasi umum menyiratkan alur/path berbeda berkelanjutan.Peta 014 P7: pilihan A/B berkonsekuensi berbeda lalu kembali ke node yang sama;26 node/52 opsi/4 terminal.Sebut percabangan lokal yang berkonvergensi. Persistensi keadaan lintas node belum terbukti.
Identitas rilisNama berkas revisi 01 Okt 2026.Sebagian header skenario masih 30 Sep 2026; aplikasi berlabel V3 sedangkan skenario V4.Buat manifest build/versi; header dan node ID perlu sama.
Sub-CPMKPeta 014 P36: tabel RPS 2.6.1 minggu 9.Daftar di draf menyebut 3.6.1.Konfirmasi nomor dari RPS sumber institusi, jangan memperbaiki dengan tebakan.
KPIENProposal PDF 69: Kompetensi Perilaku Interaksi Empatik.BM terbaru: key patient cue/indikator kebutuhan empati pasien.Tentukan satu kepanjangan dan definisi operasional lokal; bukan faktor empati mahasiswa.
EmpatiMaster 090 B 4 komunikasi ditempatkan afektif; caring/advokasi/kepercayaan/regulasi dicampur.BM terbaru komunikasi sebagai manifestasi integratif; Davis IRI empat subskala.Pisahkan konstruk internal, manifestasi perilaku, regulasi pendukung, dan dampak hubungan.
PelaksanaanDefault 100 menit 10/45/30/15.Panduan dosen P64 juga opsi 110–165; pre/post di luar 100; satu dosen inti.Bekukan default dan catat adaptasi. Pengamatan semua orang/semua node oleh satu dosen tidak realistis.
Fidelity/performaBP table 46: fidelity empat baris gabungan.BP table 41: PE01 tujuh indikator performa formatif.Pisahkan kegiatan wajib kelas dari kualitas respons mahasiswa; observer tidak menyimpulkan emosi dari pilihan.
Skala validatorSalinan root memakai persetujuan; sub folder memakai kurang/sangat valid.Semua lembar meminta keputusan ahli, tetapi redaksi/anchor tidak seragam.Gunakan dua kolom relevansi dan kejelasan 1–4; KCES peserta tetap 1–7.
Nomor baselineKonstruk 058: nomor 1,2,3,5,6,7,9–13,11 baris; komunikasi hilang.Konstruk 030:12 baris termasuk komunikasi; perangkat 114 nomor 5 dicetak 6 dan debriefing tanpa nomor.Audit menggunakan posisi baris plus nomor cetak, tidak mengarang butir 4/8 yang hilang.
Dukungan mediaURL game dan KCES tersedia di source 011.PRD/build/manifest versi/contoh ekspor dan aset visual teruji tidak ditemukan sebagai sumber terpisah.GAP bukti run time; tidak menyebut fungsi telah lulus atau ilustrasi pasien benar-benar terpasang.

3. Peta konstruk → dimensi → indikator → bukti

Peta ini adalah pemisahan tingkat konsep penelitian, bukan daftar faktor untuk dijumlahkan. Konstruk kualitas produk berbeda dari konstruk outcome mahasiswa. Kode S/L dijelaskan dalam Dokumen E.

KelompokDimensiIndikator operasionalDasarPenanggung jawab/kodeBatas
ModelRasional/landasanMasalah belajar, tujuan, teori, batas komponenS01/S03; teori spesifik S02/S09/S10M01–M06/M22Mutu konseptual, bukan skor mahasiswa
ModelSintaksUrutan dan aturan transisi 4 faseS02/S05; L01M07/M14/M15Empat fase GRACE adalah pilihan desain lokal; Evaluation tidak diklaim satu fase baku universal
ModelSistem sosialPeran mahasiswa/perawat, fasilitator, interaksiS04 bibliografi; S05; L01M08/M16Observer opsional bukan syarat teori
ModelPrinsip reaksiScaffolding menurut bukti, koreksi amanS05; L01M17/M23Keamanan bukan pembenaran menghindari koreksi klinis
ModelSistem pendukungMinimum media, kasus, panduan, fallbackS05; L01M18Dibedakan dari uji teknis W dan petunjuk P
ModelDampakInstruksional vs nurturantS01/S20; L01M19/M20Target belum menjadi hasil empiris
MekanismePrebriefingOrientasi, kesiapan, konteks, safety, perspektifS05/S09; L01M24; O01–O03/O21/O22Pemantik perspektif sudah ada di panduan, belum konsisten eksplisit dalam arsitektur
MekanismeSimulationRole-taking dan cue→penafsiran→pilihanS09/S10/S14; L02M25/M26; T04/T18; O04–O07Peran perawat sambil mempertimbangkan pasien; bukan mesti ber ganti menjadi pasien
MekanismeSimulationBranching→konsekuensi→feedbackS14; L02T09/T10/T19; W08/W09; O08/O09Substansi T, kesesuaian fungsi W, keterlaksanaan O
MekanismeGamificationTujuan, tantangan, progres, feedbackS07/S08; L01M05; W05/W11/W12Tidak setiap unsur simulasi adalah gamifikasi; replay dan badges perlu bukti implementasi
MekanismeDebriefingRekonstruksi, perspektif, konsekuensi, alternatifS02/S05/S09; L01/L02M27–M30; O11–O16Reflection boleh pribadi; dialog klinis ditelaah T11
MekanismeEvaluationRefleksi, rencana, feedback formatif, dokumentasiS02/S20; L01P12/P13; O17–O20/O24Rencana E 2 bukan bukti AE; outcome sesudah 4 sesi
MateriKurikulum/keilmuanCPL/CPMK D3 dan batas kewenanganS03/S24; L03 GAPT06/T07/T20RPS Ners tidak cukup
MateriKognitifMenafsir pengalaman, perspektif, emosi/kebutuhan dari cueS09/S10T01/T04/T18Pengenalan emosi adalah penafsiran; bukan otomatis pengalaman afektif mahasiswa
MateriAfektifRespons peduli yang berorientasi pasien; self-other boundaryS09/S10/S11T02/T03Empathic concern tidak identik dengan seluruh resonansi emosional atau caring
MateriKomunikasi/etikaRespons terapeutik, otonomi, budayaS11/S12/S24T08/T13/T17Mendengarkan/advokasi adalah perilaku; trust adalah hasil hubungan
MateriAuthenticity/branchingKewajaran kasus, perbedaan opsi, konsekuensi, kompleksitasS14; L02T05/T06/T09/T10/T19Narasi perilaku pasien bukan kepastian klinis
MediaFunctionalityKontrol, rute, feedback, log, scoring/exportS22; L02/L04W04/W06–W10/W14–W18Pemeriksaan runnable membutuhkan build dan uji
MediaUsability/aksesReadability, konsistensi, reflow, keyboard, kontrasS21/S22/S23W01–W05/W12/W19/W20Kesesuaian 20 kriteria tidak sama sertifikasi ISO/WCAG
PerangkatAlignment/operasionalTujuan, empat pertemuan, versi, peran, waktu, panduanS03/S05; L01/L02P01–P08/P14/P15Kepraktisan aktual perlu pilot
PerangkatFasilitasi/evaluasiSafety, fallback, debrief, administrasi, privasiS05/S20; L01P09–P13/P16Satu dosen memberi selective feedback, bukan rating semua node
OutcomeKCES-R globalPentingnya kemampuan profesional terhadap kelompok pasienS15/S16; L04K01–K07 lima metrikBukan tujuh kognitif
OutcomeKCES-R personalPersepsi kemampuan diri terhadap kelompok pasienS15/S16; L04K08–K14 lima metrikBukan tujuh afektif; self-report, bukan perilaku nyata
PenelitianFidelityKegiatan wajib benar-benar terlaksanaS05; L01/L02O01–O24; V6 AObserver mengukur proses kelas
PenelitianResponsPengalaman, kepraktisan, penerimaan yang dirasakanS21/S20; L01R01–R17; V6 BBukan outcome empati kedua
PenelitianLog/performaUrutan pilihan, waktu/replay; PE01 perilaku formatifL01/L02; S20M10/P13/W10/W17Tidak otomatis ukuran empati. PE01 tidak dicampur fidelity

Batas konstruk empati

Empati kognitif diarahkan pada pemahaman perspektif dan pengalaman pasien berdasarkan cue. Empati afektif memerlukan definisi eksplisit mengenai respons emosional yang berorientasi pada pasien. Empathic concern, emotional resonance, caring dan personal distress tidak boleh diperlakukan sebagai sinonim. Regulasi emosi dan pembedaan diri–pasien adalah proses pendukung; komunikasi/mendengarkan/advokasi merupakan manifestasi atau tindakan. Kepercayaan dan hubungan terapeutik merupakan dampak hubungan yang memerlukan bukti tersendiri.

TCME adalah label sintesis operasional GRACE sampai ditemukan sumber primer yang memang menamainya demikian. IRI Davis mempunyai empat subskala, bukan dua. Pemilihan PT/EC tidak mengubah identitas IRI atau domain KCES-R. KPIEN adalah kategori cue pasien lokal; pengodean dapat beririsan dan perlu aturan. Pada kasus tertentu satu kategori bisa tidak muncul; ketidakmunculan bukan otomatis kegagalan pembelajaran.

Batas outcome dan bukti

KCES-R terdiri atas domain global (pentingnya kemampuan profesional) dan personal (persepsi kemampuan diri), masing-masing 7 item paralel. Ini tidak memberi skor kognitif dan afektif terpisah. Dengan demikian, penelitian tidak boleh menyimpulkan “kedua komponen TCME meningkat” berdasarkan dua domain KCES-R. Dampak komunikasi nyata juga tidak otomatis terbukti oleh self-report.

Guide penskoran lokal 102 secara eksplisit membolehkan composite 14–98; BM dan paket diselaraskan memakai domain 7–49. Artikel S26 juga memakai composite. Konflik ini perlu diselesaikan secara terbuka. Usulan metodologis: personal utama, global sekunder; simpan seluruh 14 respons agar aturan analisis dapat di re produksi. Composite dapat dilaporkan sebagai eksplorasi jika dasar dan protokol nya disahkan, dengan batas bahwa domain global tidak sama kemampuan diri. Jangan mengubah skor utama setelah melihat hasil.

Log pilihan/waktu/replay adalah data proses. Untuk observasi nonverbal, dibutuhkan performa langsung atau rekaman yang disetujui; pilihan teks tidak cukup. PE01 adalah performa formatif. Fidelity menilai tindakan wajib yang terlaksana, bukan kualitas empati. Respons mahasiswa menilai pengalaman/kepraktisan, bukan ukuran empati tambahan.

4. Hasil perbandingan baseline dengan blueprint

KondisiIndikator/masalahKeputusan refinement
Sudah terwakiliDefinisi/arsitektur/teori model, tujuan kognitif-afektif, KPIEN, peran, materi empati, realisme, UI, KCES format, waktu/versi perangkat.Pertahankan indikator; gunakan audit tiap varian untuk redaksi.
Belum spesifikPriming, role-taking, rekonstruksi/perspektif/konsekuensi/alternatif per butir, otonomi, batas prediksi pasien, keyboard/kontras, jadwal pre/post, respons safety/debrief.Tambahan ditandai TAMBAHKAN; bukan menambah empati KCES.
BerlebihanKonstruk 12/36/mapping 30 mengulang model/materi; dua redaksi miskonsepsi; bahasa/terminologi lintas lembar; fungsi log/outcome diulang perangkat.Distribusi kan per objek; gabungkan rating yang sama, simpan jejak asal.
Salah posisiWaktu pada model, hierarki TCME/KPIEN pada materi, challenge klinis pada media, antusiasme pada fidelity, item 15 lama pada KCES-R.Pindahkan/hapus dari tujuan penggunaan yang salah, bukan menghapus arsip pengguna.
Perlu sumber/buktiJoyce halaman primer, atribusi TCME, kategori KPIEN, Kapp empat prinsip, Adams 2018, SOP/RPSD 3, provenance pedoman penskoran, fitur badge/audio/adaptive feedback.Nyatakan sintesis/lokal atau GAP; jangan beri label verified tanpa pemeriksaan.

Instrumen 1 menjadi 31 butir; materi 20; media 20; perangkat 16. Peningkatan jumlah model terutama memisahkan efek/safety dan mekanisme debriefing yang semula tergabung. Instrumen 5 mempertahankan 14 item KCES-R, ditelaah pada lima dimensi (70 rating), dengan 8 kriteria format/proses. Instrumen 6 memuat review O24 dan R17, bukan item empati baru. R16/R17 mengisi safety/debriefing yang belum spesifik pada respons 15 lama.

5. Audit novelty

PertanyaanJawaban berdasarkan dokumen
1. Yang berpotensi khasIntegrasi operasional cue pasien→keputusan komunikasi perawat→konsekuensi pasien→debriefing berbasis pilihan pada empat sesi D3, dengan batas self-report/log yang eksplisit. Ini kandidat kontribusi desain pada konteks sasaran, bukan teori empati baru.
2. Unsur simulasi umumPrebriefing, psychological safety, pengalaman kasus, fasilitasi dan debriefing sudah menjadi unsur praktik simulasi. Empat fase saja tidak membuktikan novelty.
3. Unsur gamificationTantangan tugas dan penanda progres dapat menjadi elemen gameful apabila fungsi belajarnya terdokumentasi. Narasi/roleplay/feedback juga terdapat pada simulasi biasa; tidak otomatis gamification. Poin, badge, leaderboard tidak wajib dan belum terbukti tersedia.
4. Unsur branchingPada V4 pilihan A/B menghasilkan konsekuensi lokal yang berbeda lalu konvergen. Ini branching konsekuensi, bukan bukti ketergantungan alur pada pilihan sebelumnya/keadaan pasien adaptif. Jangan melebihkan bentuk branching dalam BM.
5. Sasaran empati langsungPemantik perspektif, cue perasaan/kebutuhan, pertimbangan suara pasien, respons peduli, refleksi berbukti dan alternatif komunikasi. Respons emosional internal tidak terukur hanya dari pilihan.
6. Keterhubungan teoriRasional nya dapat dihubungkan melalui S02/S09/S10/S14/S05; hubungan itu hipotesis mekanisme. Belum ada bukti mediasi bahwa gamification→refleksi→empati pada GRACE; protokol empat sesi tidak otomatis membuktikannya.
7. Bagian buku lemahAtribusi TCME, definisi gamification/Kapp, pemantik perspektif sebagai kewajiban, branching konvergen, AE nyata, curriculum D3, batas inferensi skor, pembanding dekat dan provenance pedoman skor perlu di per tegas.
8. Komponen modelSistem sosial/prinsip reaksi/sistem pendukung sudah nyata dalam BM PDF 31–43, sehingga bukan komponen yang hilang. Perlu contoh keputusan fasilitator, cakupan pengamatan, batas koreksi non-evaluatif, sumber dan pemisahan efek yang diharapkan dari efek terbukti.

Pembanding yang perlu dimasukkan

PembandingIrisan dengan GRACEBatas/perbedaan
Standar INACSL(S05)Prebriefing/facilitation/debriefing dan safety.Standar umum; tidak menguji novelty atau paket branching empati GRACE.
Rim & Shin 2021(S13)Desain simulasi virtual keperawatan.Pembanding desain; detail mekanisme penuh perlu akses artikel sebelum mengklaim keunggulan spesifik.
Cook & Triola 2009(S14)Virtual patient dan keputusan belajar.Kerangka literatur; bukan intervensi empati empat sesi D3 identik.
Lobkovich et al.2024(S26)Game keputusan dan pre/post KCES-R, satu sesi 3 jam mahasiswa farmasi.Pembanding dekat: novelty tidak dapat didasarkan “game keputusan+KCES-R” saja. GRACE berbeda konteks D3, empat sesi dan debrief berbasis cue/opsi; belum dibuktikan lebih baik.

Klaim yang dapat dipertahankan saat ini adalah pengembangan dan pengujian paket integrasi pembelajaran empati pada konteks D3 yang ditetapkan. Bukti ini belum cukup untuk menyatakan GRACE pertama di dunia, unggul terhadap semua simulasi, atau membuktikan teori baru. Penelusuran sumber ini bukan systematic review novelty yang lengkap. Rekomendasi isi model terdapat dalam F; tidak ada perubahan langsung pada Buku Model.