Dokumen F — Rekomendasi Revisi dan Rencana Validitas Isi
Rekomendasi ini tidak mengubah Buku Model, panduan, perangkat atau media asli. P1 perlu diselesaikan sebelum validasi produk formal/pengambilan data; telaah redaksi instrumen dapat dimulai sekarang dengan GAP ditunjukkan. P2 memperkuat mekanisme/keterlaksanaan; P3 memperjelas pelaporan.
| Prioritas | Bagian | Rekomendasi | Bukti/lokasi | Kriteria selesai |
|---|
| P1 | Proposal/BM/KCES | Ganti atribusi 15 item dan 7 kognitif+7 afektif dengan KCES-R 14 global/personal; definisikan sasaran pasien. | Proposal 166–167; master 090; BM 40–43 | Dokumen outcome konsisten; sumber 14 dan prompt terlampir. |
| P1 | Protokol skor | Konfirmasi asal guide 102, rekonsiliasi total 14–98/domain 7–49; tetapkan outcome primer, sekunder, missing sebelum data. | Guide 102 vs BM/042/media 107 | Memo penskoran disahkan; test case W16 cocok aturan; tidak memilih hasil yang menguntungkan. |
| P1 | Empat pertemuan | Putuskan kasus Rudi/BP v 2.3 atau V4 Amelia/Maya; selaraskan semua panduan, IDnode, header, build dan lembar validator. | BP mapping vs V4 source 014/015 | Satu manifest produk yang menyebut versi setiap 4 sesi. |
| P1 | Kurikulum | Lampirkan RPSD 3 institusi; cek minggu 6–9, SBAR pengantar vspraktik 14, AIchatbot vsrobot serta Sub CPMK 2.6.1/3.6.1. | Peta 014 P10/P25/P32/P36 | Ahli D3 mengukuhkan kompetensi dan batas kewenangan; gap konten diakui. |
| P1 | Keilmuan | Sediakan rujukan SOP/batas mahasiswa untuk pilihan, konsekuensi dan alternatif debrief. | Skenario V4 dan T07/T11/T15 | Setiap opsi yang direkomendasikan punya alasan klinis dan etik spesifik. |
| P1 | Fidelity | Pertahankan PE01 sebagai performa; pilih O24 untuk aktivitas wajib, petunjuk 0/1/2/TTdan cakupan. | BP tabel 41/46 | Tidak ada nilai empati atau antusiasme dalam skor keterlaksanaan. |
| P2 | Landasan TCME | Nyatakan sintesis peneliti; bedakan PT/EC/PD/FS, concern/resonansi/regulasi, manifestasi integratif dan dampak. | BM PDF 13–14/master 090 | Definisi dan pemetaan teoretis disertai bukti sumber/batas adaptasi. |
| P2 | KPIEN | Pilih satu kepanjangan; tulis kategori cue sebagai lokal, contoh dan aturan overlap. | Proposal PDF 69 vs BM | T18 dapat ditelaah tanpa menganggap KPIEN faktor mahasiswa. |
| P2 | Novelty/gamification | Tambahkan pembanding game empati KCES-R 2024; bedakan simulasi, game utuh, gamification, branching lokal. | BM 44–45; matriks novelty | Klaim integrasi/prosedural terbatas konteks; tidak pertama/lebih unggul tanpa bukti. |
| P2 | Mekanisme | Eksplisitkan priming→cue→pilihan→konsekuensi→refleksi→alternatif; beri contoh node. | Panduan P83/P133–141; V4 D1–D3 | M24–M30 terwakili di arsitektur; perubahan model baru dilakukan sesudah review pengguna. |
| P2 | Kolb/transfer | Pisahkan action plan dari AE aktual; tentukan kapan respons baru dicoba pada sesi berikut. | BM sintaks; V4 E 1/E 2 | Dokumentasi rencana dan percobaan nyata berbeda; sesike 4 tidak mengklaim transfer klinis. |
| P2 | Prinsip reaksi | Jelaskan batas bantuan, feedback berbukti, dan koreksi keselamatan secara hormat; ubah absolut“tidak ada benar/salah”. | BM 34–36; panduan dosen | Kesalahan klinis tetap dikoreksi; mahasiswa tidak dipermalukan. |
| P2 | Waktu/SDM | Pilot 100 menit, tandai opsi perpanjangan; sesuaikan coverage satu dosen. | Panduan P64/P103/P130 | Catatan waktu aktual, diskusi kelompok dan pengamatan selektif; observer opsional dicatat. |
| P2 | Media | Sediakan build/akun dan data uji; implementasi V3 belum diasumsikan sama V4. | Source 011; W01–W20 | Uji fungsi, rute, akses, log/ekspor/skor dan privacy sesuai tugas; tidak memberikan skor BT sebagai gagal. |
| P2 | Pustaka | Koreksi identitas Joyce, akses halaman primer; hentikan atribusi Kapp 4 prinsip/Adams 2018 tanpa bukti. | BM referensi/kisi kisi | Sumber E dan halaman relevan tercatat; sumber yang belum diakses diberi label dengan jujur. |
| P3 | Dampak | Bedakan efek yang ditargetkan dengan terbukti; outcome personal bukan skor perilaku/nonverbal. | BM 37–43 | Kesimpulan uji dibatasi self-report dan desain kontrol. |
1. Panel ahli dan alur kerja
Usulkan 5–7 ahli yang relevan per kelompok objek, dengan 6–7 bila memungkinkan. Ini keputusan desain yang mempertimbangkan luas produk, bukan jumlah wajib universal. Keahlian, independensi, pengalaman D3/simulasi, peran adaptasi bilingual dan potensi konflik dicatat. Tidak harus semua panel berbeda orang; satu ahli boleh lintas objek bila kompeten. Jangan menjumlahkan skor ahli media dengan keperawatan untuk indikator klinis. Untuk KCES-R, pastikan kombinasi bahasa/keperawatan/psikometri, serta komite adjudikasi terjemahan.
Alur: bekukan kode indikator dan versi→ahli menilai relevansi dan kejelasan item secara independen→hitung per butir/per dimensi rating→telaah komentar dan GAP→revisi minimal→review ulang item yang berubah makna→uji pemahaman→pilot fungsi/keterlaksanaan. Jika tujuan formulir adalah validasi produk, KP dianalisis terpisah dari RS/KJ; jangan menggunakan rating kelayakan produk murni untuk menyatakan validitas isi item.
2. Analisis yang direkomendasikan
Utama: Aiken’s V untuk relevansi butir, karena mempertahankan informasi ordinal 1–4. Rumus V=Σ(r−1)/[n×(4−1)], dengan n jumlah ahli yang memberikan rating sah pada butir tersebut. Hitung juga kejelasan secara terpisah untuk keputusan redaksi, jangan rata-ratakan RS dan KJ. Untuk KCES-R, hitung SE/KE/BU/JE/RE secara terpisah—terutama per item 14. Penilai BT dicatat dan dikeluarkan dari n; jika n begitu kecil sehingga panel tidak memadai, butir ditandai belum bisa diputuskan. Laporkan interval kepercayaan 95% metode Score(Penfield&Giacobbi, S27), n aktual, distribusi skor, serta komentar. Pastikan implementasi interval diverifikasi terhadap sumber metode lengkap; paket ini tidak mengarang hasil validitas karena rating ahli belum ada.
Sekunder: I-CVI/S-CVI bila diperlukan konvensi fakultas/jurnal. I-CVI=jumlah rating relevansi 3/4 dibagi n aktual. S-CVI/Ave=rerata I-CVI dalam satu instrumen/objek. Tidak menghitung semua paket sebagai satu konstruk. Dengan 6 ahli, target umum≥.78 berarti minimal 5/6=.833;4/6=.667 tidak memenuhi. Untuk 3–5 ahli, kriteria umum menuntut kesepakatan relevansi semua penilai;4/5=.80 tidak otomatis “lulus” bila menggunakan ketentuan ini. Target S-CVI/Ave≥.90 dapat dipakai sebagai ringkasan operasional(S19), namun tidak menutup item lemah. Hindari memilih metode/ambang yang tampak paling menguntungkan setelah melihat data.
V dan I-CVI adalah ringkasan berbeda, bukan dua tes independen untuk membuktikan validitas. Jika fasilitas pelaporan terbatas, pakai V+interval+komentar sebagai keputusan utama dan dokumentasikan pilihan sejak awal. Skor produk KP, hasil observasi 0–2, respons mahasiswa 1–4 dan KCES-R 1–7 bukan rating untuk perhitungan V yang sama.
3. Aturan keputusan yang disarankan untuk GRACE
| Keputusan | Aturan operasional sebelum review | Tindakan |
|---|
| Pertahankan | V relevansi≥.80; tidak ada masalah konstruk/keselamatan/makna sumber; kejelasan memadai; distribusi/CI menunjukkan dukungan yang layak | Pertahankan redaksi; catat n/CI; angka .80 bukan cutoff universal |
| Revisi | V relevansi .60–<.80, atau dukungan relevansi tinggi tetapi redaksi/kesetaraan semantik lemah | Revisi sesuai komentar, cek blueprint dan review ulang bila makna berubah |
| Telaah besar/hapus/pindah | V relevansi<.60 disertai alasan bahwa indikator tidak perlu/salah objek/redundan | Jangan hapus otomatis; periksa apakah salah validator/GAP atau redaksi menyebabkan skor rendah |
| Tetap wajib namun perlu perbaikan | Butir keselamatan, fidelity wajib atau kesetiaan item KCES-R mendapat rating rendah | Perbaiki formulasi/produk; indikator wajib tidak hilang hanya untuk menaikkan rata-rata |
| Belum bisa diputuskan | Bukti GAP atau cakupan ahli kurang/CIlebar | Lengkapi bukti/ahli dan review ulang; BT bukan 0 |
Interval rendah/lebar memerlukan kehati-hatian, panel tambahan atau klarifikasi; jangan mengklaim valid“signifikan”hanya dari V≥.80. Angka aturan diatas merupakan usulan praktis untuk protokol GRACE, bukan norma Aiken. Penghapusan item KCES-R sumber tidak masuk aturan hapus skala buatan peneliti: perubahan item sumber berarti masalah adaptasi yang harus dikonsultasikan.
4. Adaptasi KCES-R setelah expert review
Konfirmasi versi sumber dan ketentuan penggunaan; dokumentasikan izin bila memang diperlukan oleh pemilik instrumen. Dua terjemahan independen dengan latar berbeda dapat disintesis; terjemahan balik independen membantu menemukan pergeseran; komite bilingual menelaah prompt,14 stem, anchor dan kelompok pasien. Rencana ini mengikuti logika adaptasi lintas budaya(S17); rincian acuan primer lengkap perlu dilengkapi. Jangan otomatis menambah“frekuensi”, mengubah “kemampuan” menjadi“perilaku”, membuat label respons baru atau menamai dua domain kognitif/afektif.
Lakukan wawancara kognitif iteratif pada mahasiswa D3 dengan variasi bahasa pengalaman; minta mereka menjelaskan kembali makna prompt dan item, terutama K06/K13. Jumlah pilot ditetapkan berdasarkan variasi dan kestabilan temuan, bukan ukuran minimal yang dikarang. Setelah versi beku, lakukan pilot kuantitatif untuk missing, ceiling/floor, konsistensi dua domain dan struktur yang memadai. Alpha/omega per domain dilaporkan sesuai asumsi; sampel kecil tidak cukup untuk CFA kompleks. Validitas pada farmasi tidak otomatis validitas Indonesia/D3. Jika ukuran penelitian memungkinkan, periksa struktur dua domain dan kesetaraan pengukuran antar waktu/kelompok sebelum interpretasi perubahan.
5. Fidelity, respons dan log
Latih observer pada definisi aktivitas/bukti, gunakan pengamatan ganda sebagian sesi, laporkan kesepakatan dan perbedaan. Data fidelity per 4 pertemuan dilaporkan sebagai dosis/deviasi; bukan rata-rata emosi. Respons R17 dianalisis sebagai pengalaman; tidak dipaksa menjadi satu total skala sebelum struktur didukung. Penilaian R sebaiknya sesudah posttest untuk mengurangi pemantik jawaban outcome.
Log minimal yang diusulkan untuk membuktikan proses: kode peserta, group, session, versi skenario, build ID, run ID, node ID, choice ID, consequence ID, timestamp, completion, fallback/penanda replay. Tidak diasumsikan field ini terpasang. Pisahkan run pertama dari replay belajar; jangan membandingkan pilihan replay setelah feedback sebagai kemampuan awal. Durasi lama tidak selalu engagement; jumlah pilihan empatik harus memakai rubrik dengan alasan yang ditelaah dan tetap bukan skor KCES-R. Dosen boleh gunakan PE01 formative; ratings fidelity, PE01 dan KCES-R tidak dijumlahkan.
6. Desain pretest/posttest eksperimen–kontrol
Bekukan intervensi empat pertemuan, kegiatan kontrol, waktu pengukuran dan kriteria partisipasi sebelum rekrutmen. Kedua kelompok menerima adaptasi KCES-R yang sama dengan prompt/kelompok pasien/jadwal setara. Pretest sebelum materi/orientasi; posttest setelah sesi 4. Catat pembelajaran empati di luar sesi, dosis, crossover/kontaminasi, kondisi fallback dan missing. Kontrol bukan “tanpa perhatian” secara otomatis; jenis praktik biasa, durasi dan fasilitator perlu dideskripsikan (GAP proposal operasional).
Untuk outcome primer yang disahkan, analisis perbedaan kelompok posttest dengan penyesuaian pretest(ANCOVA) dapat dipertimbangkan bila asumsinya sesuai; alternatif model campuran kelompok × waktu berguna untuk ulang waktu/struktur cluster. Tidak perlu memilih keduanya sebagai banyak tes utama. Jika alokasi berbasis kelas, dosen atau kelas menimbulkan cluster dan harus diperhitungkan; randomisasi/baseline belum dianggap ada. Dalam kuasi eksperimen, penyesuaian pretest tidak menghilangkan semua confounding. Laporkan efek/CI, bukan hanya nilai p; outcome sekunder dan data proses diberi label eksploratif sesuai protokol. Ukuran sampel dihitung dari outcome primer, efek yang masuk akal, attrition dan cluster bila relevan; tidak ditetapkan asal.
Paket ini menghasilkan bahan expert review, bukan rating yang sudah terkumpul, validitas faktor, analisis daya, atau bukti efektivitas GRACE. Setelah hasil ahli tersedia, perbarui audit dan blueprint menggunakan kode yang sama dan simpan riwayat keputusan.